Suka Menimbun Barang? Waspada Hoarding Disorder!

Pernahkah Anda melihat orang di sekitar Anda suka menimbun barang yang tidak penting? Atau Anda sendiri sedang mengalaminya? Hati-hati, bisa saja Anda mengalami hoarding disorder, yaitu suatu gangguan yang terjadi pada seseorang karena suka menimbun barang-barang. Mulai dari barang yang bernilai tinggi hingga barang tidak bernilai sama sekali. Sejauh mana seseorang bisa dikatakan mengalami hoarding disorder? Apa pula bedanya dengan para kolektor? Simak yuk, penjelasannya berikut ini!

Mengenal hoarding disorder.

Hoarding disorder atau gangguan penimbunan adalah ketika seseorang memperoleh banyak sekali barang dan menyimpannya dengan cara yang tidak beraturan. Orang yang mengalami gangguan ini tidak dapat memilah barang yang penting untuk dirinya. Akibatnya, lingkungan rumah yang menjadi tempat penyimpanan barang-barang tersebut menjadi tidak rapi dan sehat.

Sebagian besar orang pasti pernah mengoleksi barang-barang yang mungkin disukai. Hanya saja, ini berbeda, kolektor hanya mengoleksi barang tertentu dan menyimpannya dengan rapi. Sementara itu, penimbun akan mengumpulkan semua barang dan menyimpannya secara acak dan tidak beraturan.

Hoarding disorder semakin jelas terlihat apabila:

  • Jumlah barang sudah memakan tempat di rumah. Misalnya, penderita tidak dapat lagi menggunakan dapur, kamar tidur, atau kamar mandi akibat sudah penuh dengan barang-barang.
  • Kebiasaan menimbun sudah menurunkan kualitas hidup penderita atau keluarganya. Contohnya, penderita kesal jika barang-barangnya diganggu atau dibereskan oleh orang lain dan memusuhi orang tersebut.

Penyebab hoarding disorder.

Orang yang suka menimbun meyakini bahwa:

  • Barang berharga dan masih berguna di masa depan.
  • Barang tersebut bernilai, unik, tidak tergantikan, atau terlalu murah untuk dibuang.
  • Barang dianggap sebagai pengingat hal tertentu, di mana tanpa barang itu, mereka tidak bisa ingat hal-hal yang penting.
  • Penderita tidak dapat memutuskan barang itu milik siapa, sehingga lebih baik menyimpannya saja dari pada dibuang.

Hoarding disorder sering dikaitkan dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), depresi, dan kegelisahan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, hoarding disorder dikaitkan dengan gangguan makan, pica (mengonsumsi bahan non-makanan), Prader-Willi syndrome (kelainan genetik), psikosis, demensia, dan skizofrenia.

Gejala umum hoarding disorder.

Pertama kali yang terlihat pada orang yang suka menimbun adalah memperoleh dan menyimpan barang dalam jumlah banyak. Perlahan-lahan, barang banyak menumpuk di rumah dan sulit sekali untuk membuangnya. Gejala lainnya termasuk:

  • Sebagian besar barang yang diperoleh tidaklah penting bahkan sudah tidak ada tempat lagi untuk barang tersebut.
  • Kesulitan untuk memilah dan membuang barang-barang, terlepas dari nilai sebenarnya.
  • Merasa barang-barang tersebut perlu disimpan dan kesal jika membuangnya.
  • Rela menggunakan ruangan yang sering digunakan untuk menimbun barang.
  • Cenderung memiliki kepribadian perfeksionisme, suka menunda, menghindar, dan tidak terorganisir.

Barang-barang yang ditimbun ini mengakibatkan:

  • Tumpukan barang yang tidak teratur, berantakan, dan bercampur dalam satu ruangan.
  • Memadati dan mengacaukan ruang keluarga, serta mengalihfungsikan ruangan jadi tidak dapat digunakan untuk tujuan yang sebenarnya. Misalnya, tidak bisa memasak di dapur atau menggunakan kamar mandi untuk mandi.
  • Lingkungan menjadi tidak sehat, terutama yang ditimbun makanan atau sampah.
  • Sulit untuk menjaga diri sendiri dan orang lain tetap aman di rumah.
  • Memusuhi orang-orang yang mencoba mengurangi atau menghilangkan barang yang ditimbun dari rumah.

Hoarding disorder yang tidak ditangani segera, alias dibiarkan begitu saja, mungkin tidak akan pernah bisa hilang. Kehilangan barang-barang yang ditimbun bagi penimbun tidak hanya menyebabkan kesepian dan gangguan mental, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi penimbun.

Oleh sebab itu, jika Anda atau keluarga Anda mengalami hoarding disorder, maka konsultasikan dengan dokter atau psikiater secepat mungkin. Dokter akan melakukan pemeriksaan skrining dan terapi untuk membantu menghilangkan gangguan ini. Jangan ragu untuk menghubungi pihak berwenang setempat, seperti polisi, badan kesejahteraan hewan, dan sejenisnya jika kesehatan atau keselamatan jiwa penimbun yang Anda kenal terancam.

Read More

Mengenal Antidepresan SSRI dan SNRI, Apa Perbedaannya?

SSRI adalah kelompok antidepresan dalam mengatasi depresi dan gangguan mental lain

Antidepresan adalah obat-obatan yang dapat membantu meringankan gejala depresi, gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan, gangguan afektif musiman, distimia, depresi kronis ringan, dan kondisi lain yang serupa. Tujuan dari obat tersebut adalah untuk mengoreksi ketidakseimbangan kimia dari neurotransmitter di otak yang dipercaya bertanggung jawab terhadap perubahan suasana hati dan perilaku. Antidepresan pertama kali dikembangkan pada tahun 1950, dengan penggunaannya semakin terus bertambah dan umum dijumpai dalam 20 tahun terakhir. Antidepresan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu antidepresan SSRI, SNRI, TCA, MAOI, dan NASSA. Artikel ini akan membahas apa yang membedakan antara antidepresan SSRI dan SNRI. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), di Amerika Serikat, persentase orang-orang usia 12 tahun ke atas yang menggunakan antidepresan meningkat dari 7,7 persen dari tahun 1999 hingga 2002 ke 12,7 persen pada tahun 2011-2014. Jumlah perempuan yang menggunakan antidepresan dua kali lebih banyak dari pria. Antidepresan yang paling sering diresepkan adalah antidepresan SSRI dan SNRI. 

  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)

Ini merupakan salah satu antidepresan yang paling sering diresepkan. Antidepresan ini efektif dalam mengobati depresi. SSRi juga memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan antidepresan lainnya. SSRI menghambat “reuptake” atau penyerapan serotonin di otak. Hal ini membuat sel-sel otak lebih mudah dalam menerima dan mengirim pesan, menyebabkan suasana hati yang lebih baik dan stabil. Antidepresan ini dikenal “selektif” karena lebih berfokus dalam memengaruhi serotonin, dan bukan neurotransmitter lainnya. 

Saat otak mengirim serotonin, beberapa dari serotonin tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain, dan beberapa lainnya akan kembali ke sel yang melepaskannya. SSRI akan mengurangi jumlah serotonin yang kembali ke sel yang melepaskannya, membuat jumlah yang tersedia lebih banyak di otak untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain. Para ahli belum mengetahui dengan pasti peran serotonin terhadap depresi. Namun, banyak dari mereka percaya bahwa kadar serotonin yang rendah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi. Beberapa jenis antidepresan SSRI adalah citalopram, paroxetine, escitalopram, fluoxetine, sertraline, dan fluvoxamine. 

SSRI dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, mual, gangguan tidur, pusing, diare, badan terasa lemah, kecemasan, sakit perut, mulut kering, dan gangguan seksual (birahi rendah, disfungsi ereksi, atau masalah ejakulasi). Di antara antidepresan lain, SSRI berisiko lebih besar untuk menyebabkan gangguan seksual, meningkatnya nafsu makan, dan potensi pertambahan berat badan. 

  • Serotonin and noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI)

Antidepresan ini digunakan untuk merawat depresi, gangguan suasana hati, gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, gejala menopause, fibromyalgia, dan penyakit neuropathic kronis. SNRI akan meningkatkan kadar serotonin dan norepinephrine, dua neurotransmitter di otak yang memerankan peran penting dalam menstabilkan suasana hati. Beberapa contoh antidepresan SNRI adalah desvenlafaxine, levomilnacipran, duloxetine, milnacipran, dan venlafaxine. Selain untuk merawat kondisi-kondisi di atas, dalam beberapa kasus SNRI dapat digunakan untuk merawat kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes. 

SNRI dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, mual, insomnia, mengantuk, mulut kering, hilangnya nafsu makan, konstipasi, gangguan seksual seperti disfungsi ereksi dan masalah ejakulasi, dan mudah berkeringat. 

Antidepresan SSRI dan SNRI masing-masing memiliki manfaat dan efek sampingnya sendiri. Saat memilih dan mencoba antidepresan, sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan efektivitas dan keamanan obat antidepresan.

Read More

Oralit untuk Bayi Ternyata Aman

Oralit atau LGG adalah kepanjangan dari Larutan Gula Garam. Hal ini merupakan solusi elektrolit oral yang diberikan untuk anak atau bayi dan orang yang mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh dalam kondisi seperti diare dan muntah.

Meskipun diare pada anak-anak biasanya membaik dengan sendirinya, kondisi ini menyebabkan hilangnya air dan garam di tubuh. Keseimbangan garam dan air yang tepat penting bagi tubuh untuk bekerja secara sehat. Jika anak Anda kehilangan terlalu banyak air, ia mungkin mengalami dehidrasi. 

Dalam kasus yang parah, hal ini bisa berbahaya, terutama pada bayi, ketika sulit untuk melihat tanda-tanda dehidrasi. Bayi Anda mungkin mengalami dehidrasi jika mengalami salah satu gejala berikut:

  • Lebih sedikit popok basah, popok yang lebih ringan dari biasanya, atau anak yang lebih besar kencing berkurang atau lebih jarang dari biasanya.
  • Bayi atau anak kurang aktif dari biasanya dan menjadi mengantuk
  • Mulut kering
  • Menangis tanpa air mata
  • Terdapat titik lunak cekung di bagian atas kepala bayi.

Sebenarnya, oralit untuk bayi tidak mengobati diare itu sendiri, tetapi menggantikan garam dan air yang hilang pada bayi atau anak Anda, untuk mengurangi efek dehidrasi.

Pada umumnya, oralit tersedia dalam bentuk bubuk oral. Oralit sendiri biasanya diberikan setelah setiap anak atau bayi Anda mengalami diare. Biasanya dokter Anda akan menghitung jumlah dosis yang tepat untuk bayi Anda. Namun, jika Anda membeli dari apotek, biasanya dosis akan ditampilkan pada label obat.  

Sangat penting bahwa Anda mengikuti instruksi dokter Anda mengenai berapa banyak oralit yang harus diberikan untuk bayi atau anak Anda.

Untuk bayi berusia di bawah 1 tahun, Anda harus menggunakan air matang 200 mL dan tuangkan isi sachet oralit, lalu aduk rata sampai semua bubuk habis dan campurannya bening atau hanya sedikit keruh. Pastikan bayi atau anak Anda minum dosis penuh yang dibutuhkan. Jika mereka tidak bisa meminumnya sekaligus, mereka dapat meminumnya sekitar 30 menit.  

Perlu diingat, oralit yang telah Anda campur dengan air tetapi belum digunakan harus dibuang setelah satu jam (kecuali disimpan dalam lemari es, di mana garam tersebut dapat disimpan selama 24 jam). 

Biasanya, oralit mulai bekerja dengan cepat dan dehidrasi biasanya membaik dalam 3 hingga 4 jam. Anda tidak akan membahayakan anak atau bayi Anda dengan memberikan terlalu banyak oralit.

Pada umumnya, orang tua dan dokter menggunakan obat-obatan untuk membuat anak atau bayi Anda menjadi lebih baik, tetapi kadang-kadang mereka memiliki efek lain yang tidak diinginkan. Oralit tidak sering memiliki efek samping, baik untuk bayi atau anak Anda. Namun, jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa dan khawatir, segera hubungi dokter Anda.

Read More

Mengenal Perbedaan Fasilitas Pada Kelas BPJS Kesehatan

Belum lama ini, pemerintah menyebutkan akan adanya penghapusan kelas pada layanan BPJS paling lambat di tahun 2022 mendatang. Hingga kini, kelas BPJS Kesehatan terdiri atas tiga kelas berbeda dengan iuran serta fasilitas yang berbeda pula. Selain dari segi iuran dan fasilitas, tidak ada perbedaan lain dari ketiga kelas tersebut, khususnya pada layanan kesehatan.

Perbedaan fasilitas kelas BPJS Kesehatan

Meski kelas BPJS Kesehatan akan segera dihapuskan, saat ini peserta tetap harus melakukan pembayaran iuran sesuai dengan kelas yang telah dipilih saat pendaftaran. Peserta BPJS yang akan melakukan pengobatan pun masih juga menerima pelayanan berdasarkan kelasnya masing-masing.

Perbedaan fasilitas pada ketiga kelas terletak pada layanan rawat inap. Berikut ini beberapa perbandingan antara fasilitas BPJS Kesehatan kelas I, kelas II, dan kelas III.

  • Kelas I BPJS Kesehatan

Diantara pilihan kelas yang ada, kelas I merupakan layanan tertinggi dalam fasilitas BPJS Kesehatan. Berdasarkan aturan terbaru, tarif iuran kelas I mengalami kenaikan dari Rp80.000 menjadi Rp150.000 per bulan.

Peserta BPJS pada kelas ini akan layanan rawat inap yang lebih nyaman, dengan kapasitas ruang hanya sebatas 2-4 pasien. Peserta juga bisa naik ke kelas VIP dengan membayar biaya tambahan di luar BPJS Kesehatan.

  • Kelas II BPJS Kesehatan

Berdasarkan peraturan terbaru, iuran untuk kelas II BPJS Kesehatan naik dari Rp51.000 menjadi Rp100.000 setiap bulannya. Peserta pada kelas ini akan mendapatkan layanan rawat inap kelas II yang umumnya berkapasitas lebih banyak dari ruang pada kelas I.

Setiap rumah sakit menyediakan ruang rawat inap kelas II dengan kapasitas yang berbeda-beda. Akan tetapi, umumnya fasilitas kelas II menampung 3-5 pasien dalam ruang rawat inapnya.

Sama seperti pada kelas I, pasien dengan kelas II juga bisa menaikkan kelasnya ke ruang VIP atau ke kelas I dengan melakukan pembayaran tambahan di luar tanggunan BPJS Kesehatan.

  • Kelas III BPJS Kesehatan

Kelas III BPJS Kesehatan merupakan kelas yang paling rendah. Iuran yang perlu dibayarkan setiap bulannya pun lebih rendah dibandingkan dua kelas lainnya, yaitu sebesar Rp25.500 menjadi Rp42.000.

Umumnya, kelas ini digunakan oleh peserta dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Ruang rawat inap kelas III umumnya menampung 4-6 pasien. Terkadang, beberapa rumah sakit memuat lebih dari 6 pasien untuk kelas ini.

Peserta kelas III BPJS Kesehatan tidak memiliki kesempatan untuk menaikkan kelasnya ke kelas II, kelas I, ataupun kelas VIP.

Melakukan pembayaran iuran kelas BPJS Kesehatan

Pembayaran iuran BPJS Kesehatan dilakukan secara rutin, paling lambat di tanggal 10 setiap bulannya. Pembayaran yang terlambat akan dikenakan denda sebesar 2% dari total tagihan iuran.

Untuk melakukan pembayaran, Anda bisa mengunjungi kantor BPJS Kesehatan ataupun menggunakan layanan ATM. Saat ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan sejumlah bank, yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

Setiap peserta BPJS Kesehatan telah memiliki virtual account (VA) yang akan digunakan sebagai tujuan pembayaran. Dengan VA tersebut, nominal yang harus dibayarkan akan tertera secara otomatis saat akan melakukan pembayaran, sesuai dengan kelas yang telah dipilih pada saat pendaftaran pertama.

Apabila ingin melakukan penggantian kelas BPJS Kesehatan, Anda bisa mengajukan permohonan melalui aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center, atau kantor cabang layanan BPJS. Penggantian kelas, baik naik ataupun turun, baru bisa dilakukan setidaknya satu tahun setelah mendaftar.

Read More

Cara Paling Ampuh untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, namun menjadi pilihan tepat yang sudah Anda ambil. Bahkan bagi beberapa orang berhenti merokok sangat sulit untuk dijalani. Walaupun kita semua tahu risiko dari merokok itu sendiri. Pasalnya, merokok tembakau termasuk salah satu kecanduan fisik dan kebiasaan psikologis yang sulit untuk dihilangkan.

Nikotin dari rokok memberikan tubuh zat adiktif yang sangat tinggi.  Menghilangkan efek nikotin secara perlahan pada tubuh dapat menimbulkan keinginan akan rokok itu sendiri. Karena efek ‘rasa enak’ pada nikotin akan dikirim ke otak dan membuat Anda makin ingin menggunakannya. Tidak jarang jika rokok dapat mengilangkan stres hingga melepaskan lelah. Bahkan rorok dapat menjadi cara untuk mengatasi depresi, kecemasan hingga kebosanan.

Jadi bagi perokok, kegiatan merokok tidak hanya sebuah kegiatan sehari-hari namun telah menjadi ritual yang harus dilakukan. Hal tersebutlah yang membuat seseorang sulit sekali untuk berhenti merokok. Berikut beberapa cara ampuh yang bisa Anda lakukan untuk berhenti merokok.

  • Temukan Alasan Berhenti

Untuk mendapatkan motivasi, Anda perlu menemukan alasan pribadi yang benar-benar mengharuskan Anda berhenti. Misalnya saja untuk melindungi anak atau keluarga Anda dari asap dan racun rokok yang menempel pada tubuh, atau menjadikan mereka perokok pasif. Bahkan alasan untuk menghindari terkena kanker paru-paru, penyakit jantung atau kondisi kesehatan lainnya pun bisa dijadikan alasan untuk berhenti. Jadi, pilih alasan yang paling kuat yang akan membuat Anda tidak ingin merokok lagi.

  • Pertimbangkan untuk Terapi Nikotin

Ketika Anda berhenti merokok, efek nikotin yang tertinggal akan membuat Anda sakit kepala, mempengaruhi suasana hati/mood mudah berubah hingga menguras banyak energi. Nah, Anda bisa melakukan terapi nikotin untuk menghilangkan keinginan untuk merokok secara perlahan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa permen karet atau permen pelega tenggorokan dapat meredakan keinginan untuk merokok dan menjadi terapi nikotin yang cukup ampuh pada beberapa orang.

  • Cari Dukungan dari Orang Terdekat

Beritahu keluarga hingga teman bahwa Anda ingin berhenti merokok, dengan memberitahu hal tersebut diharapkan mereka dapat membantu Anda untuk konsisten.  Keluarga adalah orang terdekat yang bisa membantu Anda untuk melawan keinginan kembali merokok. Namun, jangan pernah menghakimi mereka yang ingin berhenti, jangan sampai menimbulkan masalah baru yang membuat mereka ingin merokok kembali.

  • Hindari Pemicu

Dorongan untuk kembali merokok biasanya sangat kuat saat kondisi tertentu. Jadi, sebisa mungkin hindari pemicunya, seperti sebuah pesta atau mendatangi bar, alkohol, stres bahkan saat minum kopi dan berkumpul bersama sesama perokok. Anda bisa cari cara lain untuk mengalihkan rasa ingin merokok, misalnya saja seperti berjalan-jalan atau berkomunikasi dengan seseorang via  ponsel.

Para perokok biasanya akan mulai merorok setelah makan. Nah, untuk menghindari hal tersebut, setelah makan ambillah makanan penutup untuk mengganti rokok, seperti sepotong buah, sedikit cokelat, atau mengunyah permen karet.

  • Bersihkan Rumah

Setelah Anda menghisap rokok terakhir dan memutuskan untuk berhenti merokok, lakukan bersih-bersih rumah. Mulai dari buang semua asbak, korek api, cuci pakaian atau gorden yang masih berbau rokok, bersihkan karpet dari abu rokok dan seluruh bagian rumah. Jangan lupa juga untuk menggunakan pengharum ruangan beraroma segar untuk menghilangkan bau rokok di rumah dan mobil. Dengan begitu, diharapkan Anda tidak ada keinginan untuk merokok lagi. 

  • Jangan Menyerah

Banyak orang yang mencoba beberapa kali dalam proses berhenti merokok. Jadi, jika Anda gagal maka jangan lelah untuk terus mencoba dan mencoba lagi. Pikirkan lagi keinginan Anda untuk berhenti dan beri target kapan Anda harus benar-benar meninggalkan rokok untuk selamanya.

  • Konsumsi Buah dan Sayuran

Saat Anda sedang berusaha untuk berhenti merokok, jangan coba-coba untuk berdiet pada saat yang bersamaan. Hal tersebut dapat membuat Anda stres dan bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Alihkan dengan mengonsumsi lebih banyak buah, biji-bijian, sayuran dan protein tanpa lemak. Hal ini akan bagus untuk seluruh tubuh Anda.

  • Pilih Hadiah

Selain untuk kesehatan, salah satu manfaat dari berhenti mengonsumsi rokok adalah uang yang sebelumnya untuk beli rokok bisa Anda tabung. Jadi, kumpulkan semua semua uang yang biasa Anda keluarkan untuk merokok pada satu tempat. Setelah berhasil, pilih hadiah yang Anda inginkan. Hal ini sama saja dengan memberikan sebuah penghargaan pada diri sendiri karena berhasil berkomitmen untuk berhenti merokok.

Akan tetapi perlu Anda ketahui saat proses untuk menghentikan penggunaan rokok, yaitu kenaikan berat badan. Umumnya, seseorang yang tidak merokok cenderung lebih banyak makan ketimbang saat mereka masih merokok. Merokok bertindak sebagai penekan nafsu makan, bahkan ada istilah dikalangan beberapa perokok bahwa mereka lebih baik tidak makan daripada tidak merokok.

Jadi sangat penting untuk tetap sehat dengan cara sering berolahraga ketika dalam proses berhenti merokok. Dengan begitu Anda akan mendapatkan sehat secara maksimal. Semoga tip di atas dapat membantu Anda untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Read More

Handbody Atau Produk Pemutih Kulit Bisa Berbahaya

Handbody pemutih dapat mencerahkan kulit

Rata-rata semua wanita menginginkan kulit yang rata, cerah dan bercahaya. Namun terdapat tantangan untuk memiliki kulit bercahaya, sehingga banyak yang mencari produk pemutih. Baik dari produk body lotion, cream wajah hingga handbody.

Di beberapa bagian dunia, khususnya, India, Jepang, Korea, dan Cina, handbody pemutih dipandang sebagai bagian normal bagi rezim kecantikan untuk wanita. Tapi tahukah Anda bahwa produk untuk pemutih kulit berpotensi berbahaya bagi kesehatan Anda, dan tidak dianjurkan? 

Tujuan dari handbody pemutih adalah untuk mengubah lapisan melanin kulit Anda dengan mengurangi konsentrasi dan kegelapan kulit. Namun ternyata, kulit gelap memiliki perlindungan alami dari sinar matahari. Jika Anda menghilangkan warna kulit tersebut, Anda dapat memiliki resiko lebih tinggi dari kanker kulit, melanoma dan kerusakan akibat sinar matahari biasa.

Karena handbody pemutih khususnya yang ilegal, memiliki kandungan bahan kimia yang sangat keras, yang hanya disarankan dan digunakan oleh dokter kulit untuk perawatan kondisi seperti vitiligo. Sayangnya, sudah banyak handbody pemutih diluar sana yang dapat Anda beli dengan mudah. 

Berikut bahan kimia pada handbody pemutih yang sangat berbahaya:

  • Hydroquinone

The British Skin Foundation menyebutnya sebagai “padanan biologis dari cat stripper”, yang dapat menghilangkan lapisan atas kulit Anda, meningkatkan resiko kanker kulit, dan menyebabkan kerusakan hati dan ginjal yang fatal.

  • Merkuri 

Sama seperti hydroquinone, merkuri dapat menyebabkan masalah kesehatan serupa yang mengancam jiwa Anda.

  • Steroid

Steroid sendiri merupakan bahan yang sama sekali tidak efektif, selain itu bahan kimia ini dapat menyebabkan efek samping dan toksisitas. Resiko tergantung pada jumlah konsentrasi, pada area apa, dan berapa lama digunakan.

Ketiga bahan diatas hanya dipakai jika Anda mendapatkan resep dari dokter. Handbody atau krim pemutih apa pun yang mengandung hydroquinone, steroid atau merkuri dilarang karena efek sampingnya yang berpotensi serius.

Anda disarankan untuk selalu memeriksa bahan-bahan handbody atau krim pemutih yang Anda beli, dan pastikan untuk tidak pernah menggunakan produk yang mengandung hydroquinone.

Read More

Dapatkan Protein Dari Makanan Vegetarian Berikut Ini

Yang menjadi kekhawatiran bagi mereka yang sedag berusaha untuk makan makanan vegetarian adalah kurangnya asupan protein bagi tubuh. Akan tetapi, banyak ahli setuju bahwa diet vegetarian (ataupun vegan) yang direncanakan dengan baik dapat menyediakan Anda dengan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun demikian, beberapa makanan berbahan tanaman tertentu menyediakan protein dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Diet tinggi protein dapat meningkatkan kekuatan otot, membuat Anda merasa lebih kenyang, dan mendukung penurunan berat badan. Artikel ini akan membahas beberapa jenis makanan vegetarian yang mengandung banyak protein.

Tahu, Tempe, dan Edamame

Edamame, tahu, dan tempe merupakan makanan vegetarian yang kaya akan protein. Semuanya berasal dari kacang kedelai, yang mana merupakan sumber protein terbaik. Konsumsi tahu, tempe, dan edamame dapat menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Edamame merupakan kedelai yang masih muda dengan rasa yang manis dan sedikit terasa seperti rumput. Edamame perlu direbus atau dikukus sebelu dikonsumsi, dan dapat langsung dimakan sebagai camilan sehat ataupun ditambahkan ke dalam sup dan dijadikan salad. Tempe dibuat dengan cara memasak kacang kedelai dan melakukan proses fermentasi. Sementara itu, proses pembuatan tahu hampir mirip dengan pembuatan keju. Baik tahu dan tempe dapat digunakan untuk berbagai macam resep makanan, mulai dari sup hingga burger. Semua makanan vegetarian tersebut mengandung zat besi, kalsium, dan protein. Edamame juga kaya akan kandungan folat, vitamin K, dan serat. Di sisi lain, tempe mengandung probiotik, vitamin B, dan mineral seperti magnesium dan fosfor dalam jumlah yang banyak.

Susu kedelai

Susu yang terbuat dari kacang kedelai dan diperkaya dengan vitamin dan mineral merupakan alternatif pengganti susu sapi yang baik. Tidak hanya mengandung 7 gram protein dalam 240 ml, susu kedelai juga merupakan sumber kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 yang melimpah. Namun, penting untuk diingat bahwa susu kedelai dan kacang kedelai tidak mengandung vitamin B12 secara alami. Sehingga, memilih produk susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin B12 sangat direkomendasikan. Susu kedelai banyak dijumpai di supermarket. Produk ini merupakan produk yang sangat versatile, dalam artian dapat dikonsumsi dan diminum langsung atau dijadikan campuran masakan atau resep kue. Sangat direkomendasikan untuk Anda memilih varian kacang kedelai yang tidak mengandung pemanis tambahan guna menjaga asupan gula tambahan tetap minimal.

Kacang dan biji-bijian lain

Kacang, biji-bijian, dan produk-produk lain yang terbuat dari keduanya merupakan sumber protein yang sangat baik. Dalam 28 gram kacang atau biji-bijian mengandung 5 hingga 7 gram protein, tergantung dengan jenis kacang dan biji tersebut. Kacang dan biji-bijian juga merupakan sumber serat dan lemak sehat yang baik. Selain itu, kedua sumber makanan tersebut mengandung zat besi, kalsium, magnesium, selenium, fosfor, vitamin E, dan beberapa jenis vitamin B. Kacang dan biji-bijian juga mengandung antioksidan. Saat Anda memilih kedua sumber makanan tersebut, penting untuk diingat bahwa memanggang dan membakar keduanya dapat merusak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Anda juga direkomendasikan untuk memilih mentega kacang alami untuk menghindari minyak, gula, dan garam berlebih.

Defisiensi protein di antara para vegetarian dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan vegetarian kaya protein di atas. Makanan-makanan tersebut juga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan asupan protein untuk berbagai macam alasan lain, misalnya meningkatkan masa otot.

Read More

Mengenal Ataksia yang Mengganggu Gerakan Tubuh

Ada banyak kondisi yang membuat kemampuan bergerak seseorang terganggu. Salah satunya ataksia, suatu kondisi di mana kemampuan gerak tubuh terganggu akibat adanya masalah pada otak.

ataksia

Secara sederhana, gerakan tubuh orang yang mengalami ataksia menjadi tidak terkendali. Kadang, tubuh tidak dapat digerakkan sesuai yang dikehendaki. Atau sebaliknya, tubuh bergerak ketika tidak diinginkan.

Mengapa demikian? Sebab terjadi gangguan saraf pada penderita ataksia. Koordinasi, keseimbangan, bahkan cara bicara turut terdampak.

Inilah gejala ataksia

Tanda atau gejala ataksia dapat berkembang perlahan-lahan. Artinya, terjadi perburukan dari waktu ke waktu. Penyakit ini juga dapat menyerang secara tiba-tiba.

Seorang penderita ataksia akan mengalami perburukan dalam koordinasi gerak. Ketika melangkah pun menjadi tidak stabil. Sering kali terlihat seperti mau jatuh.

Aktivitas motorik halus, seperti mengancingkan baju, makan, atau menulis, juga jadi sulit dikendalikan. Penderita juga mengalami perubahan cara bicara, umumnya menjadi lebih sulit. Proses menelan juga jadi lebih sulit.

Selain itu, penderita ataksia juga dapat mengalami Nistagmus, yaitu pergerakan bola mata yang tidak disengaja. Baik bergerak ke samping atau horizontal, maupun bergerak ke atas dan bawah atau vertikal. Bahkan, kadang bola mata dapat bergerak memutar secara tidak sengaja.

Apakah penyebab ataksia?

Melihat faktor penyebabnya, ataksia tergolong ke dalam tiga jenis yaitu ataksia yang didapat, ataksia yang bersifat genetik, serta ataksia yang idiopatik.

Ataksia yang didapat merupakan gangguan pada saraf tulang belakang yang terjadi akibat adanya penyakit atau cedera. Adanya infeksi bakteri seperti meningitis misalnya, atau infeksi virus yang menyebar sampai ke otak.

Kekurangan hormon tiroid dan kekurangan vitamin B1, B12, atau vitamin E, juga dapat memicu munculnya ataksia. Begitu juga dengan kurangnya asupan oksigen ke otak, contohnya pada pasien stroke.

Tidak hanya itu, cedera akibat kecelakan, tumor otak, penyakit autoimun tertentu, kecanduan alkohol  atau NAPZA, hingga efek samping obat-obatan tertentu, dapat menjadi faktor penyebab munculnya ataksia.

Di samping ataksia yang didapat akibat penyakit atau cedera, beberapa pasien mengalami ataksia karena gen tertentu membuat sel saraf di otak dan tulang belakang terhambat. Dengan kata lain, kerusakan saraf yang terjadi disebabkan oleh faktor genetik.

Ataksia genetik ini dapat dipicu baik oleh gen dominan, maupun gen resesif. Ataksia spinocerebellar dan ataksia episodik merupakan dua jenis ataksia yang dipicu oleh gen dominan. Waktu kemunculan dua jenis ataksia tersebut berbeda, ataksia spinocerebellar umumnya muncul pada penderita dengan usia 25-80 tahun. Sedang ataksia episodik, kemunculan pertama kalinya dapat terjadi pada usia remaja. Umumnya muncul karena terkejut atau stres.

Sementara, gen resesif memicu munculnya ataksia friedreich, ataksia telangiektasia, ataksia serebral bawaan, serta penyakit wilson.

Terakhir, sesuai namanya, ataksia idiopatik merupakan jenis ataksia yang penyebabnya tidak diketahui. Jenis ataksia ini bukan disebabkan oleh cedera, penyakit, maupun faktor genetik, contohnya multiple system atrophy.

Dalam pengobatan ataksia, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi penyebab dari ataksia itu sendiri. Penderita juga akan diberikan terapi agar mampu mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari, misalnya dengan terapi fisik, terapi bicara, serta terapi okupasi.

Berkonsultasi dengan konselor atau bergabung dengan support group dapat dilakukan, selain berkonsultasi dengan dokter dan menjalani terapi. Dengan cara ini, penderita dapat memiliki motivasi serta memahami kondisi medis yang dialami dengan lebih baik.

Read More

Penyebab Keputihan Berdarah, Apakah Berbahaya?

Keputihan sebenarnya proses alami membersihkan serta melindungi vagina dari iritasi. Hanya saja, keputihan tidak berbau pada umumnya, tidak memiliki warna, dan tidak memberikan efek gatal di sekitar Miss V. Namun, bila terjadi keputihan berdarah dan berbau, sebaiknya Anda berhati-hati.

keputihan berdarah

Kondisi yang perlu diwaspadai adalah ketika keputihan berdarah tidak di antara siklus menstruasi. Bisa jadi ini pertanda adanya infeksi atau kondisi medis yang harus segera ditangani.

Penyebab Keputihan Berdarah

Jika Anda mengalami keputihan dengan bercak cokelat atau merah, ada beberapa faktor penyebabnya, yaitu:

  1. Hormon dan Siklus Menstruasi

Faktor penyebab adanya bercak pada keputihan seseorang, biasanya berkaitan dengan hormon dan siklus menstruasi. Ada beberapa penyebabnya, yaitu:

Disebabkan oleh siklus anovulasi, maksudnya kondisi saat ovarium gagal melepaskan sel telur. Kondisi ini terjadi pada wanita yang mendekati masa menopause atau wanita yang baru mengalami menstruasi pertama kali.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif sehingga membuat kadar hormon wanita menjadi tidak seimbang. JIka keputihan terdapat bercak disebabkan karena hal ini, maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter sehingga segera mendapat penanganan.

Wanita yang mengalami sIndrom ovarium polikistik (PCOS) juga akan sering mengalami keputihan dengan bercak cokelat ataupun merah yang disebabkan karena siklus ovulasi.

Wanita yang menggunakan alat konstrasepsi hormonal seperti suntik dan pil KB. Biasanya mereka mengalami pendarahan uterus yang dapat membuat keputihan jadi ada bercak colekat atau merah.

Penggunaan IUD hormonal ternyata juga dapat menimbulkan bercak pada keputihan, terlebih pada bulan-bulan pertama pemakaian.

  • Infeksi Sistem Reproduksi

Selain faktor yang disebutkan di atas, keputihan berdarah bisa juga terjadi karena infeksi saluran reproduksi seperti gonore, kutil kelamin, serta klamida.

Wanita dengan vagina kering biasanya rentan lecet karena aktivitas seksual. Sehingga membuat keputihan bercampur darah. Infeksi karena protozoa seperti infeksi bakterial vaginosis, trikomoniasis, infeksi jamur ragi akan membuat keputihan menjadi berbau, kental serta amis meski tidak menunjukkan gejala.

  • Wanita Hamil

BIasanya kehamilan salah satunya ditandai dengan adanya bercak darah pada keputihan, dikenal dengan istilah Hartman Sign atau pendarahan implantasi. Hal ini disebabkan karena sperma berhasil membuahi sel telur dan menempl di dinding rahim.

Hartman Sign terjadi pada umumnya 1-2 minggu setelah pembuahan sel telur. Jika merasa jadwal menstruasi telat dan aktif berhubungan seksual beberapa waktu belakangan, kemungkinan Anda hamil. Cobalah dengan memeriksa kehamilan untuk memastikan.

Tapi, kondisi harus diwaspadai bila Anda sedang hamil namun mengalami bercak darah pada keputihan, tetapi usia kehamilan sudah lewat trimester pertama. Hal tersebut bisa menjadi tanda-tanda keguguran, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, persalinan prematur, terdapat gangguan pada leher rahim, serta gangguan pada plasenta.

  • Adanya Gangguan Rahim, Ovarium, dan Serviks

Keputihan dengan bercak darah dapat menjadi pertanda adanya kondisi serius pada organ reproduksi. Gangguan medis tersebut adalah kista ovarium yang pecah, endometriosis atau jaringan yang membentuk lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, kanker serviks, kanker rahim, serta kanker ovarium.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Keputihan Berdarah?

Dalam kondisi normal, terdapat bercak pada keputihan menjadi bagian dari siklus menstruasi. Atau bisa juga menjadi tanda kehamilan yang merupakan hal wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, Anda perlu waspada bila keputihan berdarah menunjukkan tanda-tanda tidak normal seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bisa jadi keputihan dengan bercak merah menjadi indikasi kondisi medis serius.

Apalagi jika keputihan berdarah bercampur dengan bau, terasa gatal, tidak nyaman di area Miss V, dan gejala medis lainnya, segera konsultasikan ke dokter. Sehingga dokter bisa menganalisa lebih lanjut kondisi yang sedang dialami dan segera mendapat penanganan medis jika diperlukan.

Read More

Hal Yang Perlu Anda Pahami Mengenai Obat Kumur

Obat kumur, juga disebut oral bilas adalah produk cair yang digunakan untuk membilas gigi, gusi, dan mulut Anda. Biasanya mengandung antiseptik untuk membunuh bakteri berbahaya yang dapat hidup di antara gigi dan lidah Anda.

Beberapa orang menggunakan obat kumur untuk melawan bau mulut, sementara yang lain mungkin menggunakannya untuk mencegah kerusakan gigi.

Perlu Anda ingat bahwa obat kumur tidak menggantikan menyikat gigi atau penggunaan dental floss dalam hal kebersihan mulut. Obat kumur sendiri hanya akan efektif bila digunakan dengan benar. Penting juga untuk dipahami bahwa formula produk obat kumur yang berbeda mengandung bahan yang berbeda, dan tidak semua obat kumur dapat menguatkan gigi Anda.

Petunjuk produk dapat bervariasi sesuai dengan merek obat kumur yang Anda gunakan. Anda disarankan untuk selalu mengikuti instruksi produk Anda beli. Namun berikut adalah petunjuk dasar untuk sebagian besar jenis obat kumur:

  1. Sikat gigi Anda terlebih dahulu

Mulailah dengan menyikat gigi secara menyeluruh serta gunakan dental floss jika perlu. Jika Anda menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride, tunggu sebentar sebelum menggunakan obat kumur. Obat kumur dapat membasuh fluoride pekat dalam pasta gigi.

  1. Berapa banyak obat kumur yang digunakan

Tuangkan larutan obat kumur pilihan Anda ke dalam cangkir yang disediakan bersama produk atau gelas ukur plastik. Gunakan hanya obat kumur sebanyak yang diperintahkan produk untuk Anda gunakan. Biasanya antara 3 dan 5 sendok teh.

  1. Berkumur

Kosongkan cangkir ke mulut Anda dan berkumur. Jangan ditelan karena bat kumur tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi. Saat Anda berkumur, berkumurlah selama 30 detik.

  1. Keluarkan

Keluarkan obat kumur ke wastafel.

Beberapa orang menggunakan obat kumur sebagai bagian dari rutinitas pembersihan gigi harian mereka. Tetapi Anda juga bisa menggunakan obat kumur dalam keadaan darurat untuk melawan atau mengurangi bau mulut. Obat kumur sendiri tidak akan bekerja untuk memperkuat enamel gigi atau melawan penyakit gusi Anda kecuali jika Anda menggunakannya tepat setelah menyikat dan membersihkan gigi. Untuk hasil terbaik, gigi harus baru dibersihkan sebelum menggunakan obat kumur.

Sebagian besar produk obat kumur menyarankan agar Anda menggunakannya dua kali sehari, setelah menyikat dan membersihkan gigi. Berikut poin-poin yang perlu Anda ingat ketika menggunakan obat kumur:

  • Pastikan untuk membaca label pada merek obat kumur yang Anda pilih

Berbagai merek memiliki konsentrasi yang berbeda, dan beberapa mungkin menyarankan Anda mencairkannya dengan air. Ingat, jika label tidak memberitahu Anda untuk mencairkan, maka Anda mungkin tidak mendapatkan manfaat penuh dari pencuci mulut jika bahan pembasmi kuman berada pada tingkat yang lebih rendah.

  • Obat kumur bukan pengganti sikat gigi

Penting untuk diingat bahwa tidak ada obat kumur yang digunakan sebagai pengganti rutin menyikat gigi dua kali sehari. Jadi, bahkan jika dokter gigi Anda merekomendasikan atau meresepkan obat kumur, Anda masih perlu mengikuti perawatan rutin mulut lengkap Anda untuk menjaga kesehatan gigi yang baik.

  • Watch The Clock

Salah satu kunci untuk menggunakan obat kumur dengan benar adalah dengan berkumur dalam mulut Anda untuk jumlah waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membaca label produk. Sebagian besar obat kumur menyarankan agar Anda berkumur selama 30 detik hingga satu menit kemudian mengeluarkannya.

Obat kumur membunuh bakteri dengan menggunakan bahan antiseptik seperti alkohol, mentol, dan eucalyptol. Bahan-bahan ini masuk ke celah-celah di antara gigi Anda dan tempat-tempat yang sulit dijangkau seperti bagian paling belakang mulut Anda, membunuh bakteri yang bisa terkumpul di sana.

Obat kumur dapat digunakan untuk mencegah atau menghentikan bau mulut, serta untuk membersihkan plak dan melawan penyakit gusi. Agar obat kumur bekerja dengan baik, Anda harus menggunakannya dengan benar.

Jika Anda memiliki bau mulut yang berulang atau mencurigai bahwa Anda menderita penyakit gusi, obat kumur saja tidak dapat menyembuhkan penyebab yang mendasarinya. Bicaralah dengan dokter gigi tentang kekhawatiran Anda tentang kondisi kesehatan mulut kronis atau berkelanjutan.

Read More