Rumput Fatimah: Apa Dampaknya Pada Orang Hamil?

Untuk melancarkan persalinan, wanita dapat mengkonsumsi rumput fatimah. Wanita dapat mengkonsumsi rumput fatimah dalam bentuk teh, kopi, minuman kaleng, bahkan kapsul. Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa rumput fatimah dapat membantu persalinan.

Rumput fatimah, atau istilah lain sebagai Labisia pumila (dalam bahasa Latin) dan Kacip Fatimah di Malaysia, dapat digunakan untuk tidak hanya membantu persalinan pada orang hamil, namun juga untuk meningkatkan gairah seksual dan meredakan gejala menopause.

Rumput fatimah juga merupakan salah satu jenis tanaman yang paling banyak digunakan di Malaysia, termasuk kebutuhan wanita hamil untuk membantu persalinan.

Dampak Buruk Yang Terjadi

Walaupun rumput fatimah dapat melancarkan persalinan, para peneliti belum menemukan studi yang menyatakan bahwa jenis tanaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, jika wanita hamil mengkonsumsi rumput fatimah, terdapat dampak yang memungkinkan terjadi, antara lain:

  • Kontraksi rahim

Jika wanita hamil mengkonsumsi rumput fatimah, maka dapat menyebabkan rahim berkontraksi secara tidak teratur dan tidak dapat diperkirakan kapan hal tersebut akan terjadi.

Pada kehamilan dengan risiko tinggi, persalinan secara mendadak atau sebelum pada waktunya bisa saja terjadi. Oleh karena itu, belum tentu aman untuk mengkonsumsi rumput fatimah jika wanita sedang hamil, terutama ketika usia kehamilan mereka belum mencapai antara 38 sampai 39 minggu.

  • Reaksi dengan obat lain

Tidak hanya menyebabkan rahim berkontraksi secara tidak teratur, namun juga dapat memberikan dampak buruk atau efek negatif dengan obat atau suplemen lain yang dikonsumsi wanita hamil. Meskipun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa memiliki dampak buruk terhadap obat lain, para wanita yang hamil sebaiknya hindari penggunaan rumput fatimah secara berlebihan.

  • Perdarahan

Kadar senyawa kimia yang terdapat pada rumput fatimah dapat memicu perdarahan dan oksigen ke janin menjadi terhambat.

  • Kandungan tidak jelas

Bagi wanita yang hamil, sebaiknya tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi rumput fatimah, karena tidak hanya memungkinkan terjadinya efek samping di atas, namun juga tidak menyatakan secara jelas kandungan aktif apa saja yang ada pada rumput fatimah.

Para peneliti belum mengetahui berapa banyak kandungan aktif yang dimiliki rumput fatimah, baik dari batang, akar, maupun daunnya. Hal tersebut juga berbeda dengan obat seperti induksi dimana dosis dapat diukur dengan jelas.

Cara Untuk Mengatasi Masalah Pada Kehamilan

Jika terdapat jumlah kandungan aktif yang tidak jelas, maka orang-orang yang hamil sebaiknya jangan konsumsi rumput fatimah sembarangan atau tanpa takaran yang jelas. Hal tersebut dapat memicu kelebihan dosis yang belum tentu memiliki dampak yang baik bagi janin.

Jika wanita hamil ingin mengkonsumsi rumput fatimah, maka mereka sebaiknya konsumsi jenis tanaman tersebut ketika mereka telah hamil selama lebih dari 39 minggu. Walaupun demikian, wanita yang hamil sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter kandungan apakah aman untuk mengkonsumsi rumput fatimah atau tidak.

Untuk mencegah terjadinya efek samping yang disebutkan di atas, wanita hamil sebaiknya tunggu bayi lahir secara alami. Namun, jika bayi belum lahir ketika usia mencapai 42 minggu, maka wanita hamil perlu menjalani induksi alami atau induksi medis karena cara tersebut merupakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan mengkonsumsi rumput fatimah.

Wanita hamil dapat mengkonsumsi makanan lain yang memiliki manfaat yang lebih baik dari rumput fatimah. Selain itu, mereka juga perlu perhatikan takaran yang diperlukan agar menjaga janin tetap sehat. Mereka juga dapat membantu diri mereka dengan menerapkan pola hidup yang sehat dengan berolahraga teratur seperti yoga.

Read More

Inilah Kelebihan dari Teknik Bedah Laparoskopi

Laparoskopi merupakan sebuah prosedur medis yang dilakukan oleh ahli bedah untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul pada manusia. Laparoskopi sering disebut sebagai operasi lubang kunci. Berbeda dari Teknik bedah pada umumnya, laparoskopi mempunyai beberapa kelebihan yang menguntungkan bagi pasien.

Cara operasi lubang kunci atau laparoskopi adalah dengan membius total pasien. Kemudian ahli bedah akan membuat sayatan kecil berukuran sekitar 1–1,5 cm di area sekitar pusar. Dari sayatan tersebut, ahli bedah akan memasukkan sebuah tabung kecil. Tabung kecil inilah yang membawa alat yang disebut laparoskop ke dalam perut. Laparoskop memiliki kamera dan lampu kecil pada bagian ujungnya. Kamera ini akan memperlihatkan ahli bedah bagaimana kondisi di dalam rongga perut dan panggul yang terlihat di sebuah monitor. Fungsinya adalah untuk memudahkan ahli bedah dalam melakukan operasi. Pada saat memasukkan laparoskop ke dalam, rongga perut pasien juga akan diisi oleh gas karbon dioksida agar perut menggembung. Fungsi penggembungan ini juga untuk memudahkan ahli bedah untuk melihat organ-organ pasien secara jelas.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari teknik bedah laparoskopi, antara lain:

  • Rasa sakit tidak seperti operasi pada umumnya
  • Pendarahan yang lebih sedikit
  • Ahli bedah tidak perlu membuat sayatan besar
  • Bekas luka lebih sedikit
  • Setelah operasi pasien diizinkan pulang, jika mengharuskan rawat inap hanya satu malam
  • Proses penyembuhan total lebih cepat daripada operasi umumnya
  • Lebih sedikit menimbulkan kompilasi
  • Biaya secara keseluruhan lebih ringan

Untuk memahami kapan operasi laparoskopi harus dilakukan, berikut beberapa kondisi yang bisa memakai tindakan operasi lubang kunci, antara lain:

  • Mengangkat usus buntu meradang
  • Mengangkat kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim)
  • Mengangkat rahim (histerektomi)
  • Mengangkat fibroid
  • Memperbaiki hernia
  • Mengangkat kantung empedu
  • Mengangkat organ tubuh yang terkena kanker seperti hati, usus, ginjal, ovarium, prostat dn kandung kemih

Pasien yang ingin menjalankan operasi laparoskopi biasanya akan diminta untuk berpuasa selama enam sampai dua belas jam menjelang operasi, kemudian berhenti merokok. Merokok sebelum operasi laparoskopi bisa memperlambat penyembuhan luka pasca operasi dan bisa meningkatkan risiko timbulnya infeksi. Selain itu, pasien juga diminta untuk tidak mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin untuk menghindari pendarahan yang berlebih selama operasi. 

Meskipun operasi laparoskopi mempunyai banyak kelebihan dibanding Teknik operasi lainnya, laparoskopi juga menimbulkan beberapa risiko. Risiko yang terjadi bisa ringan dan serius. Untuk risiko ringan biasanya pasien akan mengalami mual, muntah dan memar di area sayatan. Risiko serius yang bisa dialami pasien sebagai berikut:

  • Reaksi alergi serius karena obat bius
  • Kerusakan pembuluh nadi besar
  • Kerusakan pada organ, seperti usus atau kandung kemih
  • Terjadi penggumpalan darah di pembuluh darah
  • Komplikasi akibat penggunaan gas karbondioksida, seperti gelembung gas masuk ke pembuluh darah

Setelah melakukan operasi bedah laparoskopi, pasien akan diberi tahu cara merawat luka sayatan operasi agar bersih, kering dan pulih. Pasien akan diminta kembali ke rumah sakit untuk melepas jahitan dan melanjutkan perawatan lainnya.

Dalam proses penyembuhan, gejala yang dirasa setiap orang akan berbeda-beda tergantung dari jenis penyakit yang diderita pasien. Tak hanya itu, kondisi kesehatan pasien juga menjadi salah satu pendukung proses penyembuhan pasca operasi.

Read More

Calon Pengantin Dianjurkan Melakukan Vaksin Sebelum Menikah

Orang tentu sudah familier dengan persiapan pernikahan yang berupa kebutuhan resepsi: gedung, dekorasi, katering, gaun, dan sebagainya. Apakah Anda sudah mengetahui bahwa melakukan vaksin sebelum menikah juga idealnya menjadi bagian dari persiapan pernikahan?

Sebelum menikah, penting sekali untuk memperhatikan kondisi kesehatan para calon pengantin. Sebab setelah menikah, pasangan suami istri mungkin akan berhubungan intim secara rutin serta memiliki kemungkinan hamil dan punya anak. Hal tersebut juga yang membuat vaksin sebelum menikah sangat dianjurkan, agar pasangan tersebut beserta keturunannya dapat terhindar dari berbagai penyakit.

Sampai saat ini, vaksinasi masih menjadi cara efektif untuk mencegah penularan penyakit, Baik penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung, melalui kulit dan hubungan seksual misalnya, maupun penyakit yang ditularkan oleh ibu ke janin.

Lakukan vaksinasi ini sebelum menikah

Tentu saja tidak semua jenis vaksin harus Anda lakukan sebelum menikah. Berikut ini beberapa jenis vaksin yang disarankan untuk pasangan yang akan menikah dan berencana memiliki keturunan.

1. Vaksin HPV

Penularan virus HPV dapat terjadi melalui kontak langsung, melalui kulit dan hubungan intim. Keberadaan virus tersebut dapat memicu kanker, salah satunya kanker serviks. Vaksin HPV atau human papilloma virus ditujukan untuk mencegah kanker, khususnya kanker yang disebabkan oleh virus HPV.

Karena virus HPV memicu terjadinya kanker serviks, mungkin orang berpikir hanya perempuan yang perlu melakukan vaksinasi HPV. Sebetulnya hal tersebut kurang tepat.

Vaksin HPV menjadi salah satu jenis vaksin sebelum menikah yang perlu diberikan kepada laki-laki dan perempuan. Meskipun laki-laki tidak akan terkena kanker serviks, akan tetapi vaksin HPV tetap diperlukan untuk mencegah penyebaran virus HPV.

2. Vaksin DPT dan vaksin TT

Sesuai namanya, vaksin DPT ditujukan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Sedang vaksin TT, hanya ditujukan untuk mencegah penyakit tetanus.

Vaksin TT sangat dianjurkan dilakukan sebelum menikah, terutama oleh calon pengantin yang belum mendapatkan vaksin ini secara lengkap saat masih kecil. Kementerian Kesehatan menganjurkan jadwal pelaksanaan imunisasi TT, sebagai berikut:

– TT 1, dilakukan dua minggu sebelum menikah agar tubuh memiliki cukup waktu untuk membentuk antibodi.

– TT 2, dianjurkan satu bulan setelah TT1. Efektif memberikan perlindungan selama tiga tahun setelahnya.

– TT 3, dilakukan enam bulan setelah TT2 dan efektif memberi perlindungan lima tahun ke depan.

– TT 4, 12 bulan setelah TT 3 dianjurkan menjalani TT 4. Perlindungannya akan efektif selama 10 tahun berikutnya.

– TT 5, dengan efektifitas perlindungan berlaku selama 25 tahun ke depan, TT 5 sebaiknya dilakukan 12 bulan setelah TT 4.

3. Vaksin cacar air

Jika seseorang mengalami cacar air saat hamil, hal tersebut akan sangat membahayakan. Sementara vaksin cacar air tidak bisa diberikan kepada ibu hamil. Itu sebabnya, calon pengantin disarankan melakukan vaksin cacar air sebelum menikah.

4. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Jenis vaksin ini termasuk vaksin sebelum menikah yang sangat dianjurkan sebab vaksin ini dapat mencegah Anda terkena campak, gondong, serta rubella. Ketiga penyakit tersebut bila menyerang ibu hamil dapat memicu kecacatan pada janin.

5. Vaksin hepatitis B

Ketika seseorang mengidap hepatitis B dan tidak terdeteksi, maka ada risiko virus tersebut akan menular kepada pasangannya. Sebab virus hepatitis B dapat menular melalui darah, air liur, dan air mani yang telah terinfeksi. Selain itu, seorang ibu hamil yang mengidap hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut kepada bayi saat proses persalinan.

Oleh sebab itu vaksin hepatitis B termasuk vaksin sebelum menikah yang sangat direkomendasikan.

Read More

Vasektomi

Vasektomi merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk menghambat aliran sperma supaya tidak campur dengan semen atau cairan mani yang keluar ketika pria mencapai orgasme. Vasektomi juga melibatkan pembedahan minor.

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi pada pria yang paling efektif dalam mencegah kehamilan dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain. Tingkat efektivitas metode ini mampu mencapai 99%.

Vasektomi dilakukan dengan cara mengikat atau memotong vas deferens, saluran yang menghantarkan sperma dari testis ke bagian uretra. Jika vas deferens diikat atau dipotong, maka tidak akan menghantar lagi ke uretra dan tidak keluar dengan cairan mani ketika pria ejakulasi.

Jika pria sudah melakukan vasektomi, mereka dapat melakukan pengembalian vasektomi atau vasektomi reversal. Namun, kemungkinan besar tidak akan berhasil. Oleh karena itu, jika Anda memiliki dilema seperti ini dengan pasangan, Anda sebaiknya diskusikan bersama dengan dokter agar mencari solusi lebih baik untuk Anda dan pasangan Anda.

Alasan Vasektomi Perlu Dilakukan

Ada baiknya jika seseorang ingin melakukan vasektomi karena alasan sebagai berikut:

  • Anda dan pasangan Anda memutuskan untuk tidak punya anak lagi.
  • Demi mencegah penyakit bawaan dalam keluarga.
  • Kehamilan yang dialami sang istri sehingga berpotensi mengalami risiko seperti penyakit jantung dimana fungsi pompa jantung yang sudah lemah.

Jika Anda dan pasangan sudah memberi keputusan yang bulat, maka vasektomi dapat dilakukan. Anda hanya perlu menjalankan satu kali prosedur vasektomi, karena vasektomi memiliki angka keberhasilan yang tinggi.

Persiapan Untuk Melakukan Vasektomi

Sebelum melakukan prosedur vasektomi, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan, antara lain:

  • Membawa celana dalam olahraga (jockstrap).
  • Area kelamin Anda harus bersih.
  • Minta seseorang untuk mendampingi Anda ketika berangkat dan pulang dari rumah sakit.

Langkah-Langkah Vasektomi

Setelah mempersiapkan hal-hal tersebut, Anda dapat menjalankan vasektomi. Prosedur ini memakan waktu antara 10 hingga 30 menit. Vasektomi juga dilakukan oleh dokter ahli bedah urologi. Langkah-langkah untuk melakukan vasektomi adalah sebagai berikut:

  • Menyuntik ke bagian kulit skrotum atau kantong zakar dengan bius lokal.
  • Membuat sayatan di bagian atas skrotum.
  • Mencari letak vas deferens.
  • Menarik bagian dari vas deferens agar keluar melalui bagian yang disayat.
  • Melakukan pemotongan pada vas deferens.
  • Menutup vas deferens dengan menggunakan kauter, klip pembedahan, atau kedua benda tersebut.
  • Mengembalikan vas deferens ke posisi semula.
  • Menjahit bagian yang disayat.

Pencegahan Yang Perlu Dilakukan Setelah Menjalani Vasektomi

Setelah menjalani vasektomi, Anda akan kemungkinan mengalami bengkak, lebam, atau nyeri pada bagian skrotum. Gejala tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah melakukan vasektomi, antara lain:

  • Anda perlu memakai celana dalam yang dapat menyangga buah zakar setidaknya selama 48 jam setelah prosedur vasektomi dilakukan.
  • Anda dapat menggunakan kompres dingin pada bagian yang dioperasi untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.
  • Anda sebaiknya kurangi aktivitas, terutama aktivitas yang berat seperti mengangkat beban ketika berolahraga, dan gunakan waktu (selama 48 jam) untuk beristirahat.
  • Anda sebaiknya jangan berhubungan seks selama satu minggu.

Efek Samping Yang Dialami

Selain pencegahan yang perlu dilakukan, Anda juga perlu pahami bahwa setelah melakukan vasektomi, efek samping akan memungkinkan terjadi. Efek samping yang memungkinkan terjadi antara lain:

  • Akumulasi darah dalam skrotum.
  • Terdapat benjolan keras (granuloma sperma) pada bagian skrotum.
  • Infeksi.
  • Nyeri pada skrotum.

Walaupun menjalankan prosedur vasektomi adalah hal yang bisa dibilang mudah, karena peluang yang tinggi untuk berhasil, Anda sebaiknya perlu pikirkan keputusan ini secara matang sebelum menjalani prosedur tersebut agar Anda tidak merugikan sendiri jika telah melakukan vasektomi, namun berubah pikiran untuk punya anak lagi.

Read More

Alasan Kacamata Dibutuhkan Oleh Bayi

Perhatikan perubahan perilaku sebagai pertanda bahwa bayi butuh kacamata

Ternyata sangat mungkin untuk bayi menggunakan kacamata, apa alasannya? Sebelumnya, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bayi memiliki penglihatan yang buruk saat lahir, namun mereka dapat melihat wajah dari jarak dekat.

Dalam kurun waktu sekitar enam minggu, mata bayi harus dapat mengikuti benda-benda dan berkembang selama 4 bulan ke depan. Selama satu atau dua tahun pertama, kemampuan penglihatan pada bayi berkembang dengan pesat. Seorang anak berusia 2 tahun biasanya mempunyai kemampuan penglihatan yang hampir sama dengan orang dewasa.

Anda sebagai orang tua harus waspada terhadap sinyal penglihatan yang buruk pada bayi Anda. Jika satu mata berbalik atau menyilang, mata itu mungkin tidak melihat sebaik mata lainnya. Jika anak tidak tertarik pada wajah atau mainan yang sesuai usianya, atau jika mata bergerak tidak karuan (nystagmus), kemungkinan anak Anda memiliki penglihatan yang buruk harus dicurigai. Tanda-tanda lain yang harus diperhatikan adalah memiringkan kepala dan menyipitkan mata. Bayi dan balita mengkompensasi penglihatan yang buruk daripada mengeluh tentang hal tersebut.

Lalu, bagaimana Anda tahu ketika anak Anda membutuhkan kacamata bayi? Jika anak membutuhkan kacamata, dokter dapat memberikan dan menentukan resep yang cukup akurat dengan menggunakan alat khusus yang disebut retinoscope untuk menganalisis cahaya yang dipantulkan melalui pupil dari belakang mata.

Tes lainnya untuk menentukan apakah anak Anda mungkin memiliki masalah penglihatan disebut preferensial. Tes ini melibatkan penggunaan kartu-kartu yang kosong di satu sisi dengan garis-garis di sisi lainnya (setiap kartu memiliki garis-garis dengan lebar dan / atau kontras yang berbeda) untuk menarik pandangan bayi ke garis-garis tersebut. Dengan menggunakan kartu-kartu ini, dokter mata Anda dapat mengukur ketajaman visual bayi Anda tanpa memerlukan umpan balik verbal.

Berikut alasan yang paling umum mengapa anak perlu memakai kacamata dari Asosiasi Oftalmologi Anak dan Strabismus Amerika Serikat (AAPOS):

  • Meningkatkan kemampuan penglihatan
  • Membantu meluruskan mata yang bersilang atau tak selaras
  • Membantu menyelamatkan mata yang lemah atau malas
  • Melindungi satu mata jika anak memiliki penglihatan buruk di mata lainnya
  • Membantu memastikan perkembangan penglihatan yang normal.

Jika seorang anak berusia di bawah 5 tahun tidak menggunakan kacamata seperti yang ditentukan oleh dokter, maka ada konsekuensi resiko penglihatan yang permanen. Oleh sebab itu, ketika bayi diharuskan memakai kacamata, ikuti saran tersebut. 

Jika Anda belum terlalu memikirkan kesehatan penglihatan anak Anda, Anda mungkin ingin memulai sejak dini. Saran terbaik untuk orang tua adalah membawa anak-anak Anda ke dokter mata segera setelah Anda merasa nyaman melakukannya, lebih disarankan ketika anak berusia antara 6 bulan sampai 2 tahun. Karena penggunaan kacamata baik pada bayi, balita ataupun anak-anak dapat membantu perkembangan kesehatan mata mereka sehingga anak Anda jauh dari resiko kesehatan mata lainnya.

Read More

Bagaimana Cara Memperbesar Otot Lengan?

Latihan angkat barbell dapat membantu memperbesar otot lengan

Banyak pria yang ingin memiliki bentuk tubuh seperti atletik. Artinya mereka perlu melatih badan mereka, termasuk otot lengan. Cara memperbesar otot lengan beragam dan Anda perlu melakukannya secara rutin.

Bagi Anda yang ingin membentuk tubuh secara optimal, Anda bisa mewujudkannya asal Anda jangan merasa malas untuk melakukan aktivitas tersebut. Walaupun Anda berpikir bahwa memperbesar otot lengan adalah hal yang berat, namun Anda akan mendapatkan hasil yang sepadan jika sering melakukannya.

Cara Memperbesar Otot Lengan

Anda dapat memiliki tubuh yang lebih ideal dari biasa, dan Anda akan terlihat macho dan dapat menarik perhatian wanita. Bagi Anda yang ingin memiliki otot lengan yang tebal, cara memperbesar otot lengan adalah sebagai berikut:

  • Push up
    Salah satu cara umum yang dapat dilakukan adalah push up. Push up merupakan latihan yang dapat membantu manusia menguatkan dan memperbesar otot lengan.
    Cara untuk melakukan push up adalah dengan meletakkan kedua tangan Anda tepat di bawah kepala. Posisi tubuh Anda tentunya harus tegak, kaki juga berada di lantai dan posisinya lurus. Setelah posisi diatur sedemikian rupa, Anda perlu condong tubuh Anda ke lantai dan langsung naikkan tubuh.
  • Dips
    Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan dips. Latihan dips untuk membentuk otot lengan melibatkan dip bar. Cara untuk melakukan dips adalah dengan berdiri di tengah-tengah dip bar.
    Kemudian Anda pegang kedua sisi dengan posisi tangan yang lurus. Anda juga perlu tekuk lutut Anda agar tidak menyentuh lantai. Lalu Anda tekuk siku dengan perlahan dan turunkan tubuh Anda. Setelah itu, Anda luruskan lengan Anda hingga kembali pada posisi awal.
  • Concentration curl
    Anda dapat menggunakan dumbbell untuk melatih concentration curl. Anda dapat duduk dekat bangku dengan posisi kaki yang terbuka dan posisi badan condong sedikit ke depan.
    Anda pegang dumbbell dengan tangan kanan yang berada pada bagian tengah tubuh. Anda juga perlu letakkan tangan Anda di bagian atas paha kiri untuk menjaga keseimbangan. Anda kemudian angkat beban secara perlahan ke arah bahu. Anda perlu tahan kurang lebih satu detik, kemudian Anda dapat menurunkan beban dengan perlahan.
  • Barbell curl
    Anda dapat memulai pembentukan otot lengan dengan melakukan barbell curl. Barbell curl merupakan cara yang lebih ringan yang melibatkan alat otot yang lebih kecil berupa barbell.
    Anda dapat gunakan dua barbell untuk melatih kedua lengan Anda yang dilakukan secara bergantian. Posisi tubuh Anda harus tegak ketika melakukan barbell curl. Anda sebaiknya angkat barbell dengan perlahan dengan satu tangan, kemudian ganti dengan tangan lainnya (selang-seling).
  • Chinup
    Cara lain yang Anda dapat lakukan adalah melalui chinup. Chinup merupakan cara yang melibatkan besi pull up yang cukup tinggi sehingga kaki tidak menyentuh ke tanah. Anda perlu angkat tubuh Anda untuk meletakkan kepala Anda di atas besi pull up. Jika Anda sanggup melakukan hal ini, Anda dapat mencoba cara ini sebanyak mungkin.
  • Latih otot bicep
    Salah satu cara yang paling umum adalah dengan melatih otot bicep. Otot bicep adalah otot lengan atas yang dapat dilatih dengan barbell atau besi pull up. Anda perlu latih otot bicep secara rutin agar otot lengan atas terbentuk dengan baik.
  • Latih otot tricep
    Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melatih otot tricep. Otot tricep adalah otot lengan bawah yang juga dapat dilatih dengan barbell atau besi pull up. Anda perlu latih otot tricep secara teratur agar otot lengan bawah terbentuk dengan baik.

Sebelum melakukan cara memperbesar otot lengan, ada baiknya Anda lakukan pemanasan terlebih dahulu agar tidak terjadi cedera selama latihan. Selain itu, Anda sebaiknya mulai dari beban paling kecil dan dapat menambah beban pada latihan berikutnya jika sudah terbiasa dengan tingkat yang sama.

Read More

Layanan Terapi Rumah Sakit Awal Bros Makassar

Rumah Sakit Awal Bros Makassar merupakan salah jaringan rumah sakit yang ada di bawah naungan Awal Bros. Rumah sakit ini berdiri sejak tahun 2010 dan memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 201 buah. Ada banyak layanan unggulan yang disediakan oleh rumah sakit ini. Salah satu layanan unggulan tersebut adalah layanan fisioterapi. Fisioterapi yang diberikan oleh Rumah Sakit Awal Bros Makassar memiliki tujuan untuk meningkatkan dan memulihkan kesehatan pasien. Dokter dan tenaga medis ahli yang akan memberikan layanan ini sangat berpengalaman dan profesional. Sebagai salah satu bentuk layanan Pusat Layanan Trauma, beragam fisioterapi disediakan mulai dari terapi wicara hingga fisioterapi untuk para pasien yang memiliki sakit stroke. Apa saja kondisi pasien yang membutuhkan layanan fisioterapi?

 Kondisi kesehatan yang membutuhkan fisioterapi

Tim rehabilitasi medis Rumah Sakti Awal Bros Makassar siap dalam membantu pemulihan para pasien yang dimiliknya. Termasuk memberikan perawatan fisioterapi untuk berbagai macam kondisi kesehatan seperti:

  • Neurologi

Dalam kasus ini, fisioterapi diberikan untuk pasien yang memiliki gangguan kondisi yang berhubungan dengan sistem saraf atau neurologi. Beberapa kondisi kesehatan tersebut di antaranya adalah stroke, penyakit Parkinson, dan juga multiple sclerosis. Gangguan yang terjadi pada saraf akibat berbagai macam penyakit tersebut dan mengganggu kemampuan dan fungsi tubuh, misalnya saja, seseorang akan memiliki masalah dengan kemampuan dalam berbicara, berjalan, serta turunnya kemampuan tangan untuk melakukan suatu aktivitas kerja.

  • Neuromusculoskeletal

Fisioterapi juga dapat dilakukan untuk kondisi akibat gangguan neuromusculoskeletal. Gangguan jenis ini terjadi pada kerangka tubuh manusia yang ditandai dengan gejala-gejala seperti rasa sakit pada pinggang belakang, nyeri toto, dan arthritis. Gangguan ini juga dapat disebabkan karena cidera saat seseorang melakukan olahraga.

  • Kardiovaskular

Jenis fisioterapi yang lain adalah terapi kardiovaskular, atau jantung dan pembuluh darah. Contoh gangguan kardiovaskular yang dapat dibantu dengan fisioterapi adalah penyakit jantung kronis dan juga rehabilitasi yang dibutuhkan seseorang setelah serangan jantung terjadi. Tidak hanya dukungan terapi saja yang diberikan di Rumah Sakit Awal Bros Makassar, tetapi juga dukungan fisik serta emosi agar kondisi pasien semakin membaik dan juga lebih berkualitas.

  • Respirasi

Fisioterapi terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah terapi yang diberikan untuk para penderita gangguan respirasi, misalnya penyakit asma, kista fibrosis, penyakit paru-paru, dan lain-lain. Penyakit-penyakit tersebut dapat diringankan dengan melakukan fisioterapi di Rumah Sakit Awal Bros Makassar. Dalam kasus respirasi, para tenaga ahli akan memberikan terapi mengenai bagaimana cara bernapas yang lebih baik serta cara mengatur gejala batu dan memiliki kesulitan dalam bernapas.

Perawatan fisioterapi seperti apa?

Dalam proses fisioterapi, pasien ikut terlibaik baik secara aktif maupun disiplin dalam menjalani terapi. Ahli fisioterapi akan melakukan pemeriksaan serta membuat diagnosa terhadap penyakit yang Anda miliki, sekaligus membantu Anda dalam memahami gangguan atau masalah yang sedang Anda alami. Dalam proses fisioterapi, Anda harus serius dan tekun dalam menjalani aktivitas, gaya hidup, serta menjaga kesehatan.

Di Rumah Sakit Awal Bros Makassar, metode fisioterapi yang dilakukan seperti teknik elektroterapi, latihan, dan juga fisioterapi manual. Teknik elektroterapi merupakan terapi yang menggunakan daya listrik. Latihan berarti teknik yang digunakan untuk memperbaiki otot dan postur tubuh, sementara fisioterapi manual berarti terapi dengan bentuk pijat, peregangan, dan manipulasi sendi. Kunjungi Rumah Sakit Awal Bros Makassar apabila Anda membutuhkan beberapa jenis terapi tersebut.

Read More

Layanan di Rumah Sakit Hermina Depok

Rumah Sakit Hermina Depok adalah salah satu rumah sakit swasta yang secara khusus melayani dalam bidang kebidanan. Rumah sakit ini memberikan kualitas pelayanan yang bagus serta penuh dengan keramahan. Rumah sakit ini juga kerap menjadi rujukan pusat pelayanan kesehatan lainnya.

Sesuai dengan pelayanan utamanya, rumah sakit ini berfokus pada pelayanan yang berhubungan dengan ibu hamil. Selain itu, ada pula layanan lainnya yang disediakan oleh rumah sakit ini. Berikut daftar layanan dari rumah sakit Hermina Depok yang perlu kamu ketahui.

1. Adanya pelayanan 24 jam

Layanan ini sudah tentu tersedia di setiap rumah sakit yang ada, salah satunya ialah rumah sakit Hermina Depok. Layanan 24 jam yang disediakan oleh rumah sakit Hermina Depok mencakup Instalasi Gawat Darurat atau IGD, bidan jaga, hingga helpline service.

2. Pelayanan Tindakan Medis

Pelayanan tindakan medis meliputi penyediaan kamar operasi, kamar tindakan, dan kamar bersalin, pelayanan 24 jam, UGD (Unit Gawat Darurat), bidan jaga, helpline service, pelayanan ambulance, home visite.

3. Penunjang Medis

Fasilitas penunjang medis meliputi :

  • Laboratorium:
    • Patologi Klinik
    • Patologi Anatomi
    • Pemeriksaan Sperma
  • Fisioterapi
  • Bank Darah
  • Radiologi
  • Instalasi Farmasi
  • CTG
  • EKG
  • Echocardiography
  • USG 3D, 4D
  • USG Anak
  • Screening Retina Bayi, Anak & Dewasa
  • Nasal Endoscopy
  • OAE (Oto Akustik Emision)
  • Panoramic Gigi
  • CT Scan
  • Mammography
  • Treadmill

4. Pelayanan Klinik Khusus

  • Pelayanan Klinik Khusus meliputi :
  • Women’s Onkology Clinic
  • Poli TB DOTS
  • Klinik Tumbuh Kembang
  • Klinik Geriatri
  • Klinik Kecantikan
  • Beauty & Fit Clinic
  • Klinik Laktasi
  • Stroke Center

5. Rawat Jalan

Pelayanan Konsultasi Dokter Spesialis & Sub Spesialis

  • Kebidanan & Penyakit Kandungan :
    • Endokrinologi & Menopause
    • Fetomaternal
    • Infertilitas
    • Onkologi
    • Uroginekologi
  • Kesehatan Anak :
    • Hematologi
    • Tumbuh Kembang Anak
    • Neurologi
    • Perinatologi
    • Nutrisi Pediatrik & Metabolik
    • Penyakit Tropis dan Infeksi
    • Gastroenterology
    • Pulmonologi
    • Endokrinologi
    • Jantung
    • Imunologi Alergi
    • Kegawatdaruratan Anak
    • Respirologi
  • Penyakit Dalam
  • Gastroenterologi
  • Hematology
  • Bedah
    • Bedah Umum
    • Bedah Vaskular
    • Bedah Tulang / Orthopedi
    • Bedah Anak
    • Bedah Digestive
    • Bedah Urologi
    • Bedah Onkologi
    • Bedah Saraf
    • Bedah Plastik
  • Konsultasi Mata
  • Konsultasi THT
  • Konsultasi Syaraf
  • Konsultasi Jantung
  • Konsultasi Psikiatri
  • Konsultasi Kulit & Kelamin
  • Konsultasi Rehabilitasi Medik
  • Konsultasi Paru
  • Konsultasi Gizi
  • Konsultasi Gigi Spesialistik
    • Konservasi Gigi
    • Kesehatan Gigi Anak
    • Penyakit Mulut
    • Bedah Mulut
    • Prosthondonti
    • Orthodonti
    • Periodonti
  • Konsultasi Psikologi Anak & Dewasa
  • Konsultasi Anastesi

Itulah layanan yang tersedia di rumah sakit Hermina Depok. Jadi dapat disimpulkan bahwa rumah sakit tersebut tidak hanya fokus dalam menangani ibu hamil saja, namun klinik umum lainnya juga ada. Dengan begitu kamu tidak perlu khawatir saat akan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit Hermina Depok. Apalagi bagi kamu yang tinggal di wilayah Depok dan sekitarnya. Kamu tidak perlu bingung lagi dan tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan pengobatan dan pemeriksaan medis serta tindakan medis lainnya. Semoga artikel ini membantu.

Read More

Waspadai Beberapa Faktor Risiko Hepatitis C

Dari banyak ragam virus hepatitis, hepatitis C menjadi salah satu yang paling berbahaya. Pasalnya, hepatitis C merupakan penyakit kronis yang menjangkiti seseorang secara menahun atau dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, sampai hari ini belum tersedia vaksin untuk mencegah seseorang dari infeksi virus HCV.

Atas dasar itulah menjadi amat penting untuk mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terserang hepatitis C. Sebab, mungkin, untuk saat ini hanya itulah cara satu-satunya untuk membendung tubuh dari rundungan penyakit ini.

Utamanya, virus HCV dapat sampai di tubuh seseorang dan berkembang untuk menggerogoti tubuh melalui kontak dengan penderita. Baik tanpa maupun dengan sesuatu sebagai perantaranya. Cairan tubuh, utamanya darah, menjadi salah satu jalan paling efektif bagi HCV berpindah ke orang lain.

Untuk lebih jelas mengenai faktor-faktor risiko hepatitis C, di bawah ini tersedia pemaparannya:

  • Penggunaan Alat Medis yang Terkontaminasi

Alat medis yang tidak steril dan digunakan bergiliran atau bergantian mampu menjadi wadah penularan virus hepatitis C (VHC). Meski hal ini sekadar faktor risiko penularan yang rendah, tetapi tidak saja tak bisa diabaikan. Maka dari itu sebaiknya fasilitas medis tetap memperhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan sebagai perangkat kerjanya.

  • Kondisi Tempat Tinggal dan Tempat Kerja

Kondisi tempat tinggal dan lingkungan kerja Anda bisa menjadi faktor risiko hepatitis, jika:

Anda merawat dan tinggal bersama seseorang yang menderita hepatitis. Virus hepatitis bisa menular dari barang-barang pribadi yang digunakan bersama, seperti sikat gigi, alat cukur, atau bahkan pemotong kuku yang mungkin telah terinfeksi darah dalam jumlah kecil.

Anda merupakan petugas layanan kesehatan (dokter, suster, perawat, atau bidan). Pasalnya, pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki intensitas yang tinggi untuk terpapar dengan darah dan peralatan kesehatan yang mungkin saja telah terkontaminasi virus hepatitis C.

  • Kontak antara Benda-Benda Tajam dan Tubuh

Jarum suntik yang tidak steril dan digunakan secara bergantian mampu menularkan virus Hepatitis C. Tidak dianjurkan melakukan kegiatan menyuntik di tempat yang tidak terjamin kebersihannya dan keamanannya. Orang yang mengonsumsi narkoba dengan metode suntik merupakan kelompok yang paling rentan dalam faktor risiko ini.

Selain itu, aktivitas menindik atau menato bagian tubuh juga berpotensi menyebabkan hepatitis C jika alat-alat yang digunakan tidak steril dari virus HCV.

Faktor risiko ini juga termasuk penggunaan alat cukur secara bersama-sama.

  • Penyalahgunaan Obat-Obatan dan Alkohol

Obat tertentu bisa menyebabkan kerusakan hati parah jika Anda menggunakannya tak sesuai aturan, contohnya paracetamol (acetaminophen). Obat-obatan lainnya juga bisa memicu hepatitis, seperti methotrexate (Trexall, Rheumatrex), yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Selain obat-obatan, konsumsi alkohol jangka panjang juga dapat menyebabkan hepatitis. Orang yang paling berisiko adalah mereka yang minum sampai 100 gram alkohol setiap hari, dan rutin mengonsumsi sekitar 10 minuman beralkohol atau lebih dalam sehari, selama beberapa tahun.

  • Transfusi Darah

Penerima transfusi atau produk darah dengan sumber yang belum diskrining meningkatkan risiko hepatitis C. Yang dimaksud skrining sendiri adalah uji laboratorium mengenai tingkat kelayakan darah sebelum didonorkan.

  • Aktivitas Seksual Tidak Aman

Aktivitas seksual yang tidak aman juga menjadi faktor risiko penularan hepatitis C. Aktivitas seksual tidak aman antara lain; berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom (baik itu vaginal, anal, maupun oral). Penyakit ini dikabarkan dapat pula ditularkan kepada bayi dari ibu yang terinfeksi, meski kasusnya sangat jarang.

Yang perlu diingat adalah, faktor risiko penularan hepatitis C ini tidak termasuk aktivitas menyusui (pemberian ASI pada bayi) maupun kontak fisik seperti memeluk atau mencium.

***

Kendati saat ini dunia medis terus mengembangkan keilmuannya dalam hal penanganan dan pengobatan kepada mereka yang terpapar hepatitis C, tetapi jangan pernah sekalipun Anda menunggu hingga terlular untuk menyadari betapa bahayanya penyakit ini.

Jika Anda belum tertular upayakan hindari dan jauhi faktor-faktor risiko hepatitis C di atas. Senadainya, Anda menjalani profesi dengan potensi terinfeksi virus ini, tetaplah pastikan Anda telah terproteksi dengan baik sebelum memulai pekerjaan.

Sementara itu, manakala seseorang telah terlanjur terinfeksi, penting kiranya penderita hepatitis C melakukan pemeriksaan rutin oleh tenaga medis sembari terus menjaga kesehatannya sebaik mungkin.

Read More

Bethsaida Hospital Punya Layanan Terapi Hiperbarik, Apa Itu?

Berangkat dari visi dan misi yang diusungnya, Bethsaida Hospital terus mengembangkan pelayanannya di bidang kesehatan masyarakat. Selain memantapkan layanan-layanan umum, rumah sakit yang terletak di bilangan Kelapa Dua, Tangerang, ini juga terus menggenjot pelayanan lain.

Rumah sakit umum pertama yang berdiri di kawasan Gading Serpong ini mengisi sisi itu dengan label “pelayanan premium”. Di sana, ada beberapa klinik atau konsentrasi medis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu di antaranya adalah terapi oksigen hiperbarik.

Klinik atau konsentrasi medis ini dinamai “Hyperbaric Center”. Nah, pertanyaannya adalah, seberapa jauhkah masyarakat kita mengenal istilah ini?

Secara umum dan sederhananya, terapi oksigen hiperbarik merupakan mekanisme medis yang memberikan oksigen murni kepada peserta terapi atau pasien. Terapi ini memiliki dasar ilmu kedokteran dan terbukti secara klinis.

Teknisnya, ketika pasien menjalani terapi hiperbarik, mereka akan dimasukkan ke dalam ruangan (chamber) bertekanan oksigen tinggi. Adapun tujuan dari terapi ini adalah meningkatkan kadar oksigen dalam darah, plasma, dan jaringan.

Prinsip Kerja Hiperbarik

Sesuai prinsip dasar fisika bahwa dengan menghirup oksigen dalam ruangan bertekanan tinggi, maka seseorang akan mengalami peningkatkan kelarutan oksigen dalam darah plasma dan jaringan tubuh mereka. Aktivitas itu bakal merangsang pembentukan sel-sel dan jaringan baru pada tubuh pasien menjadi lebih cepat.

Sementara itu, berikut ini adalah beberapa indikasi dan kegunaan serta kontra indikasi atau efek samping dari terapi oksigen hiperbarik di Bethsaida Hospital:

  • Indikasi dan Kegunaan

1. Penyembuhan luka bermasalah (luka diabetes, gangrene, atau luka bakar)

  • Mempercepat penyembuhan luka;
  • Membunuh bakteri;
  • Mengaktifkan fungsi darah putih;
  • Telah dilakukan lebih dari 30 tahun dan terbukti efektif secara klinis (FDA approved).

2. Membantu penyembuhan patah tulang

  • Memperbaiki sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan luka;
  • Memicu pembentukan tulang baru;
  • Mempercepat penyembuhan luka patah tulang;
  • Mengurangi oedema atau pembengkakan.

3. Masalah gangguan pendengaran (sudden deafness, tinnitus, dan migraine)

  • Mengatasi keadaan hipoksia (rendah oksigen) yang terjadi di dalam saraf pendengaran;
  • Terbukti efektif secara klinis (FDA approved).

4. Masalah gangguan saraf dan stroke

  • Meningkatkan hantaran oksigen ke jaringan saraf yang iskemik (kurang oksigen);
  • Mempercepat penyembuhan jaringan saraf yang terluka;
  • Digabungkan dengan rehabilitasi medis untuk hasil maksimal.

5. Autism dan Cerebral Palsy

  • Memperbaiki kondisi otak yang rendah akan oksigen dan tingginya faktor inflamasi;
  • Sudah banyak dilakukan di mancanegara dan terbukti efektif.

6. Kebugaran dan kecantikan

  • Hiperbarik oksigen memperbaiki kekurangan tersebut sehingga organ dan jaringan tubuh dapat berfungsi maksimal dan tetap terjaga, karena dengan pertambahan usia, kadar oksigen semakin berkurang;
  • Terbukti secara klinis meningkatkan jumlah stem cell.

Kontraindikasi Terapi Oksigen Hiperbarik

Kelainan paru tertentu, infeksi saluran nafas atas dan beberapa kondisi medis tertentu akan menyebabkan pasien kesulitan menyesuaikan diri dalam ruangan hiperbarik. Oleh karenanya, sebelum menjalankan terapi hiperbalik di Bethsaida Hospital, peserta terapi hiperbarik disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter hiperbarik terlebih dahulu.

Efek Samping Terapi Oksigen Hiperbarik

Efek samping yang mungkin terjadi adalah Baro Trauma (sakit pada telinga) yang diakibatkan ketidakmampuan pasien menyesuaikan tekanan dalam ruang hiperbarik dan intoksikasi oksigen yang disebabkan bernafas yang tidak semestinya dalam ruang hiperbarik. Untuk mengatasi hal tersebut pasien akan selalu didampingi perawat yang akan mengajarkan cara menyesuaikan terhadap tekanan dan metode bernafas yang benar dalam ruang hiperbarik.

***

Jika Anda merupakan seseorang yang memiliki masalah kesehatan seperti yang disebutkan di atas dan tertarik mengatasinya dengan terapi hiperbarik, Anda bisa langsung mendatangi Bethsaida Hospital.

Adapun untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan lengkap terkait layanan premium di Bethsaida Hospital ini, Anda dapat menghubunginya terlebih dahulu via telepon di (021) 2930 9999.

Read More