Apa Bahaya Styrofoam jika Dipanaskan di Microwave?

Saat membeli makanan atau minuman, beberapa penjual menggunakan bahaya styrofoam sebagai wadah kemasannya. Kepraktisan menjadi alasan utama penggunaan wadah jenis ini. Namun, ada kalanya Anda berkeinginan mamanaskan kembali makanan yang telah Anda beli menggunakan microwave

bahaya styrofoam

Banyak orang menyebutkan cara tersebut kurang baik untuk kesehatan karena dapat menimbulkan bahaya penyakit. Untuk memastikannya, berikut penjelasan dan fakta mengenai keamanan styrofoam apabila dipanaskan ke dalam microwave.

Bahan apa yang menyebabkan berbahaya?

Styrofoam terbuat dari zat sintesis polystyrene yang merupakan hasil polimerisasi styrene. Zat ini banyak digunakan di industri makanan sebagai bahan pembuatan cangkir, mangkok, dan piring sekali pakai. Beberapa tambahan zat lain juga terkadang ditambahkan untuk membuat produk plastik dan karet. Polystyrene memiliki sifat mudah terbakar dan berubah menguning jika terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang panjang. 

Secara alami, styrofoam membutuhkan waktu lebih dari 1000 tahun untuk terurai. Msekipun demikian, keberadaannya di alam dinilai lebih mudah dibersihkan dibandingkan plastik. Saat di sungai contohnya, sampah styrofoam akan mengambang dan lebih mudah diambil dibandingkan plastik yang melayang atau tenggelam di air. Namun tetap saja banyak ahli menyebutkan keberadaan styrofoam bisa merusak alam. 

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat seperti San Fransisco dan Seattle telah melarang penggunaan polystyrene demi kepentingan lingkungan dan kesehatan. 

Amankah dipanaskan dalam microwave?

Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan regulasi mengenai penggunaan wadah kemasan. Regulasi tersebut berisi tentang plastik dan wadah polystyrene (styrofoam) seperti cangkir dan piring yang terbukti aman digunakan pada microwave. Dengan catatan, Anda harus memerhatikan label microwave-save yang biasanya terletak di bagian dasar wadah. Aturan tersebut juga berlaku untuk mesin pemanas makanan lainnya.

Risiko penyakit

Di sisi kesehatan, styrofoam memiliki beberapa bahaya yang ditimbulkan jika penggunaannya tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan badan kesehatan.

International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan polystyrene sebagai bahan karsinogen. Sebuah penelitian menyebutkan, styrene meningkatkan risiko kanker pankreas dan esofagus pada pekerja industri wadah. 

Styrene pada styrofoam dapat masuk ke tubuh manusia tak hanya melalui makanan dan minuman panas, tapi juga makanan dan minuman dingin. Jika seseorang mengonsumsi 3 cangkir minuman dengan wadah styrofoam selama 3 tahun penuh, maka orang tesebut sama saja mengonsumsi satu cangkir styrene.

Beberapa sumber lain menyebutkan efek paparan styrene dalam styrofoam diantaranya seperti iritasi kulit, gangguan hati, sistem syaraf, dan reproduksi, serta menghambat tumbuh kembang janin dan bayi baru lahir. Namun, bahaya tersebut belum mendapatkan kesimpulan akhir yang valid. 

Makanan dengan kadar minyak dan lemak yang tinggi seperti daging dan keju membuat styrene semakin mudah larut ke dalam makanan. Oleh karena itu, hindari penggunaan styrofoam tanpa label microwave-safe saat dipanaskan. Tak hanya itu, makanan atau minuman yang memiliki kandungan asam tinggi, alkohol, dan vitamin juga lebih berisiko terkontaminasi. 

Cara memanaskan makanan secara aman 

Jika Anda ingin lebih memastikan kemanan makanan yang dibungkus dengan styrofoam, berikut ini langkah-langkahnya:

  • Cari wadah dengan label microwave-save
  • Pindah makanan dari wadah styrofoam ke wadah keramik sebelum dimasukkan ke microwave
  • Hindari wadah yang pecah atau retak karena bisa menyebabkan reaksi kimia antara wadah dan makanan
  • Buat lubang angin pada wadah agar mengihindari kemungkinan letupan atau ledakan
  • Hati-hati ketika memindahkan wadah yang telah dipanaskan

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>