Calon Pengantin Dianjurkan Melakukan Vaksin Sebelum Menikah

Orang tentu sudah familier dengan persiapan pernikahan yang berupa kebutuhan resepsi: gedung, dekorasi, katering, gaun, dan sebagainya. Apakah Anda sudah mengetahui bahwa melakukan vaksin sebelum menikah juga idealnya menjadi bagian dari persiapan pernikahan?

Sebelum menikah, penting sekali untuk memperhatikan kondisi kesehatan para calon pengantin. Sebab setelah menikah, pasangan suami istri mungkin akan berhubungan intim secara rutin serta memiliki kemungkinan hamil dan punya anak. Hal tersebut juga yang membuat vaksin sebelum menikah sangat dianjurkan, agar pasangan tersebut beserta keturunannya dapat terhindar dari berbagai penyakit.

Sampai saat ini, vaksinasi masih menjadi cara efektif untuk mencegah penularan penyakit, Baik penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung, melalui kulit dan hubungan seksual misalnya, maupun penyakit yang ditularkan oleh ibu ke janin.

Lakukan vaksinasi ini sebelum menikah

Tentu saja tidak semua jenis vaksin harus Anda lakukan sebelum menikah. Berikut ini beberapa jenis vaksin yang disarankan untuk pasangan yang akan menikah dan berencana memiliki keturunan.

1. Vaksin HPV

Penularan virus HPV dapat terjadi melalui kontak langsung, melalui kulit dan hubungan intim. Keberadaan virus tersebut dapat memicu kanker, salah satunya kanker serviks. Vaksin HPV atau human papilloma virus ditujukan untuk mencegah kanker, khususnya kanker yang disebabkan oleh virus HPV.

Karena virus HPV memicu terjadinya kanker serviks, mungkin orang berpikir hanya perempuan yang perlu melakukan vaksinasi HPV. Sebetulnya hal tersebut kurang tepat.

Vaksin HPV menjadi salah satu jenis vaksin sebelum menikah yang perlu diberikan kepada laki-laki dan perempuan. Meskipun laki-laki tidak akan terkena kanker serviks, akan tetapi vaksin HPV tetap diperlukan untuk mencegah penyebaran virus HPV.

2. Vaksin DPT dan vaksin TT

Sesuai namanya, vaksin DPT ditujukan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Sedang vaksin TT, hanya ditujukan untuk mencegah penyakit tetanus.

Vaksin TT sangat dianjurkan dilakukan sebelum menikah, terutama oleh calon pengantin yang belum mendapatkan vaksin ini secara lengkap saat masih kecil. Kementerian Kesehatan menganjurkan jadwal pelaksanaan imunisasi TT, sebagai berikut:

– TT 1, dilakukan dua minggu sebelum menikah agar tubuh memiliki cukup waktu untuk membentuk antibodi.

– TT 2, dianjurkan satu bulan setelah TT1. Efektif memberikan perlindungan selama tiga tahun setelahnya.

– TT 3, dilakukan enam bulan setelah TT2 dan efektif memberi perlindungan lima tahun ke depan.

– TT 4, 12 bulan setelah TT 3 dianjurkan menjalani TT 4. Perlindungannya akan efektif selama 10 tahun berikutnya.

– TT 5, dengan efektifitas perlindungan berlaku selama 25 tahun ke depan, TT 5 sebaiknya dilakukan 12 bulan setelah TT 4.

3. Vaksin cacar air

Jika seseorang mengalami cacar air saat hamil, hal tersebut akan sangat membahayakan. Sementara vaksin cacar air tidak bisa diberikan kepada ibu hamil. Itu sebabnya, calon pengantin disarankan melakukan vaksin cacar air sebelum menikah.

4. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Jenis vaksin ini termasuk vaksin sebelum menikah yang sangat dianjurkan sebab vaksin ini dapat mencegah Anda terkena campak, gondong, serta rubella. Ketiga penyakit tersebut bila menyerang ibu hamil dapat memicu kecacatan pada janin.

5. Vaksin hepatitis B

Ketika seseorang mengidap hepatitis B dan tidak terdeteksi, maka ada risiko virus tersebut akan menular kepada pasangannya. Sebab virus hepatitis B dapat menular melalui darah, air liur, dan air mani yang telah terinfeksi. Selain itu, seorang ibu hamil yang mengidap hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut kepada bayi saat proses persalinan.

Oleh sebab itu vaksin hepatitis B termasuk vaksin sebelum menikah yang sangat direkomendasikan.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>