Category Kesehatan Mental

6 Ciri Menjadi Dewasa Tanpa Pandang Umur

6 Ciri Menjadi Dewasa Tanpa Pandang Umur

Anda mungkin pernah merasa kesal melihat orang yang usianya sudah lumayan tua, namun tingkat lakunya masih seperti anak-anak karena mudah marah ataupun menangis. Anda pun mungkin mengatakan dia kekanakan dan memalukan diri sebab tidak mencontohkan ciri kedewasaan sesuai dengan usianya. Namun, tahukah Anda bahwa ciri menjadi dewasa sama sekali tidak berhubungan dengan usia seseorang?

Kedewasaan sendiri merupakan kondisi saat seseorang mampu mengelola emosinya. Dengan kemampuan tersebut, ia tidak mudah panik ketika menghadapi beragam hal yang menimpa dirinya. Dengan emosi yang stabil pula, seseorang akan lebih mudah mengambil keputusan terkait persoalan yang tengah membelitnya atau orang-orang di sekitarnya. 

Sekali lagi terkait kedewasaan ini tidak pandang umur. Pemuda yang berusia belasan tahun atau di awal 20an bisa saja lebih dewasa daripada orang yang sudah berusia 40 tahunan. Bisa juga terjadi orang tua semakin bertambah umur semakin menunjukkan ciri menjadi dewasa yang matang. Anda bisa melihat tingkat kematangan kedewasaan seseorang dengan memperhatikan ciri-ciri menjadi dewasa ini. 

  1. Mencintai Diri Sendiri dan Orang Lain 

Semakin dewasa seseorang, ia akan semakin mengetahui cara untuk mencintai dirinya sendiri, baik dari sisi kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki. Meskipun demikian, ia juga mampu memberi cinta kepada orang lain. Kemampuan orang memberi cinta kepada orang lain menunjukkan ia mampu mengelola emosinya dan tidak mementingkan keegoisan semata. 

  1. Bertanggung Jawab 

Jangan mengaku dewasa apabila tidak berani mengambil peran dan menerima konsekuensi dari apa yang Anda lakukan. Pasalnya, ciri menjadi dewasa yang sangat mudah dilihat adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab yang dimiliki oleh orang yang sudah dewasa membuatnya tidak suka melampiaskan kesalahan kepada pihak lain, tetapi siap menerima risiko dari hal yang ia lakukan. 

  1. Lebih Banyak Mendengarkan 

Semakin dewasa seseorang, ia akan semakin menghargai orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. Hal ini dapat terlihat dari caranya berbincang dengan orang lain. Ciri menjadi dewasa muncul ketika seseorang sudah mulai bisa untuk lebih banyak mendengarkan daripada menimpali omongan orang. Dengan lebih banyak mendengar, orang tersebut juga menjadi lebih banyak mendapat informasi yang mungkin saja ia butuhkan. Jadi jika Anda masih lebih banyak berbicara ketika mengobrol dengan orang lain, khususnya tentang diri sendiri, artinya kedewasaan masih jauh dari Anda. 

  1. Tidak Reaktif 

Ciri menjadi dewasa yang paling umum adalah kemampuan seseorang untuk mengontrol emosinya. Kemampuan mengontrol emosi dengan baik membuat orang dewasa tidak mudah menjadi pribadi yang reaktif. Terkait beragam kondisi yang dihadapi, ia cenderung akan menganalisis terlebih dahulu. Dengan demikian, orang dewasa pun menjadi jarang mengomel ataupun bertindak kasar. 

  1. Tidak Mudah Bergantung 

Sebagai makhluk sosial wajar jika setiap orang saling membutuhkan. Namun, orang dewasa menyadari bahwa tidak boleh terus-menerus bergantung pada orang lain. Ia pun kerap lebih mengandalkan kemampuannya untuk menyelesaikan situasi yang tengah menghampirinya. Meskipun demikian, ia juga tahu kapan harus meminta pertolongan dari orang lain jika tidak mampu menyelesaikan masalah. Untuk meminta pertolongan, orang dewasa pun cenderung tidak malu-malu atau menerapkan gengsi. 

  1. Rendah Hati 

Semakin dewasa seseorang, ia pun semakin menyadari bahwa banyak hal di luar sana yang lebih hebat dan menakjubkan daripada dirinya sendiri. Karena itulah, orang dewasa cenderung lebih rendah hati. Kesombongan pada diri seseorang hanya menunjukkan sifat kekanak-kanakannya. 

*** 

Jadi, berapa umur Anda saat ini? Apakah Anda sudah menunjukkan ciri-ciri menjadi dewasa seperti contoh di atas atau justru sebaliknya?

Read More

Teori-teori Psikologi Kepribadian yang Menarik untuk Dipelajari

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kepribadian seseorang berbeda-beda. Bahkan di Jepang, terdapat penelitian mengenai kepribadian seseorang berdasarkan golongan darah.

Kompleksitas manusia melahirkan sebuah disiplin baru dalam psikologi yang dikenal sebagai psikologi kepribadian. Cabang psikologi ini mempelajari bagaimana kepribadian mempengaruhi cara berpikir dan perilaku seseorang.

Psikologi kepribadian merupakan cabang ilmu psikologi terbesar. Tanpa disadari, aplikasi bidang ilmu ini dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari.

Karakteristik kepribadian

Sebelum mengenal lebih dalam apa itu psikologi kepribadian, ada 3 poin penting yang harus Anda pahami terkait karakteristik dari cara kerja kepribadian seseorang:

  • Kepribadian konsisten dan terorganisir

Situasi menentukan aspek kepribadian yang diperlihatkan seseorang, dan tanggapan yang dihasilkan umumnya stabil.

  • Kepribadian stabil bisa dipengaruhi oleh lingkungan

Kepribadian seseorang dalam situasi sosial bisa saja berbeda 180º bila ia dihadapkan pada situasi darurat atau yang membuat Anda tidak nyaman.

  • Kepribadian memicu tindakan dan perilaku seseorang

Segala aspek kehidupan dipengaruhi oleh kepribadian, mulai dari preferensi pribadi hingga pilihan karier.

Teori-teori psikologi kepribadian

Sepanjang perkembangannya, ada banyak gagasan mengenai kepribadian. Psikolog berupaya untuk memahami apa itu kepribadian, perbedaan kepribadian, dan bagaimana cara terbaik untuk menggambarkan teori kepribadian itu sendiri.

Suatu teori mungkin saling bertentangan dengan teori yang lain. Namun teori-teori ini tumbuh dari akar yang sama.

  • Teori biologi

Teori ini menyatakan bahwa kepribadian berkaitan dengan faktor biologis, terutama pewarisan genetika. Teori ini berlandaskan pada penelitian dengan anak kembar untuk melihat mana yang lebih berpengaruh antara faktor lingkungan atau biologis.

Penelitian ini membandingkan anak kembar yang dibesarkan pada lingkungan yang berbeda dan anak kembar yang dibesarkan secara bersama-sama.

  • Teori perilaku

Teori perilaku menyatakan kepribadian merupakan hasil dari interaksi antara lingkungan dan individu. Aliran ini lebih berfokus pada perilaku yang tampak dan cenderung mengabaikan fakor internal seperti pikiran, perasaan, dan suasana hati.

  • Teori psikodinamika

Sigmund Freud merupakan bapak sekaligus penggagas teori psikodinamika atau disebut juga dengan psikoanalisis. Freud percaya bahwa kepribadian dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar (faktor biologis) dan pengalaman masa kecil (faktor lingkungan).

Pikiran bawah sadar seseorang terdiri atas 3 hal, yaitu id, ego, dan superego. Id bergerak atas naluri dan kebutuhan dasar seseorang. Superego lebih kepada moralitas dan cita-cita. Sementara ego memoderasi id, superego, dan realitas.

Freud juga menggagas tahapan psikoseksual, dimana seseorang akan melalui tahapan seksual yang sesuai dengan umurnya mulai dari bayi hingga dewasa. Ia mengatakan, pada fase tersebut energi id difokuskan pada zona sensitif seksual yang berbeda.

Banyak psikolog yang mengikuti dan memodifikasi gagasan Freud, diantaranya Erik Erikson, Carl Jung, Alfred Adler, dan Karen Horney.

Tes kepribadian Myers-Briggs termasuk ke dalam teori ini, yang dikembangkan oleh Carl Jung.

  • Teori sifat

Teori psikologi kepribadian ini percaya bahwa kepribadian seseorang terdiri dari sejumlah sifat yang luas. Perspektif ini berpusat pada mengidentifikasi, mendeksripsikan, dan mengukur sifat spesifik yang pada akhirnya membentuk kepribadian seseorang.

Tokoh-tokoh teori sifat yang terkenal antara lain:

  • Hans Eysenck: Ia berpendapat hanya ada 3 sifat manusia, yaitu ekstroversi, neurotisme, dan psikotisme.
  • Raymond Cattell: Menggagas 16 ciri kepribadian manusia. Instrumen tesnya dikenal sebagai tes MBTI.
  • Robert McCrae dan Paul Costa: Mengenalkan teori lima besar atau The Big Five Theory yang mengidentifikasi 5 dimensi kepribadian, yaitu keterbukaan (O), kesadaran (C), ekstroversi (E), persetujuan (A), dan neuroticism (N).
  • Teori humanis

Carl Rogers dan Abraham Maslow merupakan tokoh humanistik yang terkenal. Aliran ini menekankan pada pentingnya kehendak bebas dan pengalaman dalam mengembangkan kepribadian.

Menurut Maslow, kebutuhan seseorang seperti sebuah piramida, dengan puncak tertingginya yaitu aktualisasi diri. Ketika seseorang sudah mencapai puncak, ia akan merasa semua kebutuhannya telah terpenuhi

  • Teori kognitif sosial (behaviorisme)

Aliran ini menekankan pada proses pembelajaran, dimana tindakan, pikiran, dan perasaan merupakan hasil dari pengalaman.

Albert Bandura merupakan salah satu tokoh teori kognitif sosial, dengan dua penelitiannya yang terkenal yaitu tikus dalam labirin. Ia juga menciptakan banyak teori belajar lainnya, salah satunya yaitu teori modeling.

Selain Bandura, tokoh behaviorist lainnya seperti J.B. Watson dan Thorndike (pendiri teori behaviorisme), B.F. Skinner, dan Ivan Pavlov.

Psikologi kepribadian adalah disiplin ilmu yang sangat menarik. Ada banyak teori yang mengupas kepribadian seseorang karena keunikan dan keistimewaan manusia.

Salah satu kontribusi psikologi kepribadian dalam kehidupan sehari-hari yaitu membantu seseorang mengenal lebih dalam siapa dirinya, memahami, serta mengembangkan potensi diri ke arah yang lebih baik.

Read More
sifat hingga pekerjaan yang tepat untuk kepribadian istj

Karakteristik Kepribadian ISTJ dan Jalur Karier yang Cocok

Kepribadian ISTJ (introversion, sensing, thinking, judgment) adalah kode empat huruf yang mewakili satu dari 16 tipe kepribadian yang ditemukan dalam Myers-Briggs Personality Indicator (MBTI). Umumnya, orang yang memiliki tipe kepribadian ISTJ cenderung tenang, pendiam, serius, dan praktis. Mereka juga sangat menikmati hal-hal yang teratur di semua bidang kehidupan, termasuk rumah, pekerjaan, dan keluarga. Pribadi ISTJ akan menghargai kesetiaan, baik itu pada diri sendiri maupun orang lain.

Karakteristik utama kepribadian ISTJ

Ada 3 karakteristik utama orang dengan kepribadian ISTJ, yaitu:

  1. Perencana.

Orang berkepribadian ISTJ suka merencanakan segala sesuatu dengan cermat sebelumnya. Hal ini jelas terlihat karena mereka sangat menyukai hal-hal yang diatur dengan baik dan sangat memperhatikan dengan detail. Apabila ada sesuatu hal yang berantakan atau tidak berjalan sesuai dengan rencananya, tipe kepribadian ini mungkin sulit untuk beristirahat dengan tenang sampai semuanya bisa berjalan dengan benar dan selesai.

  1. Bertanggung jawab dan realistis. 

Tipe kepribadian ini cenderung mengambil pendekatan logis untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan suatu proyek. Mereka juga mampu bekerja dengan kecepatan tetap, fokus, dan tidak mudah terdistraksi oleh gangguan luar saat menyelesaikan semua tugasnya. Oleh sebab itu, mereka sering digambarkan sebagai orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.

  1. Berlandaskan pada hukum dan tradisi. 

Mereka lebih suka mengikuti aturan dan prosedur yang telah berlaku atau ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa kasus, kepribadian ISTJ mungkin terlihat kaku dan pantang menyerah pada keinginan mereka untuk mempertahankan struktur menurut hukum atau tradisi tertentu.

Hubungan personal pada kepribadian ISTJ

Jika Anda merupakan orang yang memiliki kepribadian ISTJ, mungkin Anda akan lebih suka menghabiskan waktu sendirian atau dengan kelompok kecil yang berisi teman-teman dekat. Orang dengan tipe kepribadian ini biasanya sangat setia dan mengabdi pada keluarga dan teman, tetapi mungkin mengalami kesulitan untuk memahami emosi mereka sendiri dan perasaan orang lain. 

Mereka juga bisa menjadi sangat pendiam dan terkadang, gagal menangkap sinyal emosional dari orang lain. Namun, begitu mereka dekat dengan seseorang dan memahami perasaan dan kebutuhan orang tersebut, mereka akan berupaya keras untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Kira-kira, jalur kariernya seperti apa, ya?

Ternyata, tidak semua jalur karir cocok untuk kepribadian ISTJ. Mengingat tipe kepribadian ini sangat mencintai keteraturan, mereka cenderung dapat bekerja lebih baik di dalam lingkungan belajar atau kerja yang memiliki struktur, jadwal, dan tugas yang jelas. Saat mempelajari hal-hal yang baru, orang berkepribadian ISTJ akan berupaya sebaik mungkin saat materi yang dipelajari adalah sesuatu yang dianggap berguna dan dapat diaplikasikan di dunia nyata. 

Bentuk informasi konkret dan faktual tentu akan menarik bagi ISTJ, tetapi tidak dengan informasi yang bersifat teoritis dan abstrak. Ini akan bernilai kecil, kecuali mereka dapat melihat beberapa jenis penggunaan praktis di dalam informasi teoritis tersebut. Terlebih lagi, mereka tidak akan membuang-buang waktu dan energi untuk hal-hal yang dianggap tidak berguna atau tidak praktis.

Berikut beberapa karier populer bagi orang berkepribadian ISTJ, mencakup:

  • Akuntan.
  • Programmer komputer.
  • Dokter gigi.
  • Dokter.
  • Pustakawan.
  • Pengacara.
  • Petugas polisi atau detektif.
  • Pemimpin militer.

Jadi, kepribadian ISTJ cenderung berhasil dalam dunia karier yang membutuhkan keteraturan, terstruktur, dan ketekunan. Jenis pekerjaan yang banyak berurusan dengan fakta dan angka konkret, seperti akuntansi, ilmu perpustakaan, pemrograman komputer, dan sejenisnya, adalah pilihan yang cocok untuk tipe kepribadian ini.

Read More

Termasuk Narkotika, Hati-hati terhadap Jenis-jenis Halusinogen Ini!

Pernah mendengar istilah halusinogen? Mungkin istilah ini belum terlalu familiar di telinga Anda. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang magic mushroom yang banyak dijual bebas di beberapa daerah tertentu? Bukan sekadar jamur biasa, ketika Anda menghirup atau mengonsumsi jenis jamur ini, Anda akan memiliki halusinasi terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak ada, mulai dari melihat sesuatu yang sebenarnya tiada, mendengar suara-suara asing, ataupun mencium bau yang sebenarnya tidak pernah ada.

Magic mushroom hanyalah salah satu jenis halusinogen klasik yang berasal dari alam. Di luar itu, masih banyak jenis halusinogen lain yang bisa membawa Anda ke berbagai ilusi dan sensasi yang sebenarnya tidak ada. Namun baiknya, Anda berhati-hati terhadap berbagai jenis makanan ataupun obat yang tergolong halusinogen. Pasalnya, halusinogen sudah dikategorikan sebagai salah satu zat narkotika!

Halusinogen sendiri memiliki banyak jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis halusinogen yang bisa membuat Anda berada dalam sensasi halusinasi yang mengasyikkan, namun sekaligus menjerumuskan. Jadi, berhati-hatilah!

  1. D-Lysergic Acid Diethylamide (LTD)

Magic mushroom sendiri merupakan jenis halusiongen yang tergolong sebagai LTD. Zat LTD umum diperoleh dari jamur yang hidup di biji-bijian tertentu. Jenis halusinogen yang satu ini banyak dipilih penikmatnya karena tidak hanya mampu menghadirkan ilusi yang menyenangkan, namun sekaligus bisa mengubah suasana hati. LTD disebut-sebut pula sebagai halusinogen yang pengaruhnya bagi pengonsumsinya paling kuat di dunia. Saat ini, LTD umum diperjualbelikan dengan bentuk kapsul yang berisi bubuk putih tanpa warna dan bau.

  • Delta-9 Tetrahydrocannabinol (THC)

Zat THC banyak terkandung dalam ganja. Zat ini tergolon halusinogen karena bisa memberikan efek halusinasi yang mengarah ke paranoia. Gejala umum yang akan dialami oleh pengguna THC adalah munculnya distorsi waktu terkait halusinasi yang dialaminya. Halusinasi yang ditimbulkan THC dikarenakan zat ini memengaruhi reseptor cannabinoid. Reseptor ini merupakan daerah otak yang mengatur ingatan, kesenangan, nafsu makan, hingga masalah koordinasi tubuh. Adanya THC dalam ganja membuat narkotika jenis ini banyak dipilih sebagai sarana rekreasi.

  • Mescaline

Zat halusinogen yang satu ini memiliki efek seperti minuman berkadar alkohol tinggi yang akan membuat penggunanya merasa mabuk dan melihat ilusi yang sebenarnya tidak ada. Mescaline sendiri tergolong sebagai halusinogen klasik yang terdapat pada tumbuhan alami, seperti kaktus peyote. Namun saat ini, sudah banyak sintetis kimia yang dibuat menyerupai efek mescaline dan digolongkan sebagai salah satu narkotika.

  • Dimethyltryptamine (DMT)

Panggilan keren dari jenis halusinogen ini adalah Dimitri. Jenis zat halusinasi yang satu ini umumnya digunakan dengan cara diseduh atau diisap menggunakan bong. Setelah mengonsumsinya, Anda akan merasakan efek mabuk yang membuat berbagai halusinasi bermunculan. Zat DMT sendiri banyak ditemukan dalam berbagai jenis tanaman liar di sekitaran Amazon.

  • Psilocybin

Efek dari psilocybin sangat mirip dengan efek yang dihasilkan oleh jenis halusinogen LSD. Di mana pengonsumsinya akan merasakan sensasi perubahan suasana hati sampai melihat hal-hal yang ternyata halusinasi. Psilocybin merupakan jenis halusionogen alami yang banyak ditemukan pada tanaman jamur. Pengonsumsiannya lebih banyak dipilih dengan cara diseduh seperti teh, kemudian diseruput pelan-pelan.

  • Phencylidine (PCP)

Awalnya zat halusinasi ini dibuat sekitar tahun 1950 sebagai salah satu obat anestesi, namun sejak tahun 1965 sudah tidak digunakan kepada manusia karena memiliki efek samping yang begitu buruk. Penggunaan PCP bisa menyebabkan masalah mental yang serius. Namun, produksi dan penggunaan PCP secara illegal tetap masih ada sehingga digolongkan sebagai obat terlarang.  

***

Walaupun terlihat mengasyikkan bisa memperoleh halusinasi menyenangkan setelah mengonsumsinya, penggunaan halusinogen bisa membuat Anda kecanduan dan mengancam jiwa. Karena itu, lebih baik tidak coba-coba dan berupaya menjauhi berbagai jenis zat halusinasi ini, ya.

Read More

Mengenal Antidepresan SSRI dan SNRI, Apa Perbedaannya?

SSRI adalah kelompok antidepresan dalam mengatasi depresi dan gangguan mental lain

Antidepresan adalah obat-obatan yang dapat membantu meringankan gejala depresi, gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan, gangguan afektif musiman, distimia, depresi kronis ringan, dan kondisi lain yang serupa. Tujuan dari obat tersebut adalah untuk mengoreksi ketidakseimbangan kimia dari neurotransmitter di otak yang dipercaya bertanggung jawab terhadap perubahan suasana hati dan perilaku. Antidepresan pertama kali dikembangkan pada tahun 1950, dengan penggunaannya semakin terus bertambah dan umum dijumpai dalam 20 tahun terakhir. Antidepresan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu antidepresan SSRI, SNRI, TCA, MAOI, dan NASSA. Artikel ini akan membahas apa yang membedakan antara antidepresan SSRI dan SNRI. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), di Amerika Serikat, persentase orang-orang usia 12 tahun ke atas yang menggunakan antidepresan meningkat dari 7,7 persen dari tahun 1999 hingga 2002 ke 12,7 persen pada tahun 2011-2014. Jumlah perempuan yang menggunakan antidepresan dua kali lebih banyak dari pria. Antidepresan yang paling sering diresepkan adalah antidepresan SSRI dan SNRI. 

  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)

Ini merupakan salah satu antidepresan yang paling sering diresepkan. Antidepresan ini efektif dalam mengobati depresi. SSRi juga memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan antidepresan lainnya. SSRI menghambat “reuptake” atau penyerapan serotonin di otak. Hal ini membuat sel-sel otak lebih mudah dalam menerima dan mengirim pesan, menyebabkan suasana hati yang lebih baik dan stabil. Antidepresan ini dikenal “selektif” karena lebih berfokus dalam memengaruhi serotonin, dan bukan neurotransmitter lainnya. 

Saat otak mengirim serotonin, beberapa dari serotonin tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain, dan beberapa lainnya akan kembali ke sel yang melepaskannya. SSRI akan mengurangi jumlah serotonin yang kembali ke sel yang melepaskannya, membuat jumlah yang tersedia lebih banyak di otak untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain. Para ahli belum mengetahui dengan pasti peran serotonin terhadap depresi. Namun, banyak dari mereka percaya bahwa kadar serotonin yang rendah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi. Beberapa jenis antidepresan SSRI adalah citalopram, paroxetine, escitalopram, fluoxetine, sertraline, dan fluvoxamine. 

SSRI dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, mual, gangguan tidur, pusing, diare, badan terasa lemah, kecemasan, sakit perut, mulut kering, dan gangguan seksual (birahi rendah, disfungsi ereksi, atau masalah ejakulasi). Di antara antidepresan lain, SSRI berisiko lebih besar untuk menyebabkan gangguan seksual, meningkatnya nafsu makan, dan potensi pertambahan berat badan. 

  • Serotonin and noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI)

Antidepresan ini digunakan untuk merawat depresi, gangguan suasana hati, gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, gejala menopause, fibromyalgia, dan penyakit neuropathic kronis. SNRI akan meningkatkan kadar serotonin dan norepinephrine, dua neurotransmitter di otak yang memerankan peran penting dalam menstabilkan suasana hati. Beberapa contoh antidepresan SNRI adalah desvenlafaxine, levomilnacipran, duloxetine, milnacipran, dan venlafaxine. Selain untuk merawat kondisi-kondisi di atas, dalam beberapa kasus SNRI dapat digunakan untuk merawat kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes. 

SNRI dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, mual, insomnia, mengantuk, mulut kering, hilangnya nafsu makan, konstipasi, gangguan seksual seperti disfungsi ereksi dan masalah ejakulasi, dan mudah berkeringat. 

Antidepresan SSRI dan SNRI masing-masing memiliki manfaat dan efek sampingnya sendiri. Saat memilih dan mencoba antidepresan, sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan efektivitas dan keamanan obat antidepresan.

Read More