Category Penyakit

Kenali Perbedaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen

Beda rapid test antibodi dan rapid test antigen bisa dilihat dari jenis sampel yang diambil, prosedur, dan alur pemeriksaannya

Berdasarkan pedoman pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), penanganan Covid-19 di Indonesia menggunakan dua jenis rapid test berbeda, yaitu rapid test antibodi dan rapid test antigen.

Rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilakukan oleh orang-orang dengan kasus suspek atau orang-orang yang kontak erat dengan kasus probable atau kasus konfirmasi Covid-19. Selain itu, rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilakukan untuk mendeteksi kasus suspek pada wilayah yang tidak memiliki fasilitas untuk pemeriksaan Rapid TestPolymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).

Perlu diketahui bahwa hasil pemeriksaan rapid test antibodi dan rapid test antigen hanya merupakan skrining awal. Maka, hasil pemeriksaan rapid test antibodi dan rapid test antigen tetap harus dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR atau swab tenggorokan sebagai langkah diagnosis corona agar infeksinya dapat dipastikan dengan tepat.

Beda rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilihat dari jenis sampel yang diambil, prosedur, dan alur pemeriksaannya.Untuk mengetahui beda rapid test antibodi dan rapid test antigen lebih lanjut, simak pembahasan selengkapnya.

  1. Jenis sampel rapid test yang diambil

Salah satu beda rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilihat dari jenis sampel test yang diambil. Rapid test antibodi adalah tes pemeriksaan cepat Covid-19 menggunakan sampel darah yang diambil dari pasien. Ini merupakan jenis tes cepat yang paling umum dilakukan oleh banyak orang sebagai pemeriksaan virus corona.

Saat seseorang terinfeksi virus corona, tubuhnya akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian.Sebuah hasil studi mengemukakan bahwa respons antibodi pada sebagian besar pasien Covid-19 akan muncul dengan kadar paling tinggi pada pekan kedua setelah terinfeksi virus SARS-Cov-2.Kekuatan akan respons tersebut berbeda pada setiap orang. 

Antigen dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung dalam tubuh seseorang. Rapid swab dapat mendeteksi keberadaan antigen virus corona pada orang yang sedang mengalaminya. Ini sebabnya, rapid test antigen paling baik dilakukan pada orang yang baru saja terinfeksi Covid-19.

  1. Prosedur rapid test yang dilakukan

Selain jenis sampelnya, beda rapid test antibodi dan rapid test antigen juga terlihat dari prosedur pengambilannya. Pada rapid test antibodi sampel yang digunakan adalah darah. Prosedur pengambilan darah meliputi:

  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh bakteri dan kuman.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah di lengan terkumpul.
  • Setelah pembuluh darah vena ditemukan, darah akan diambil dengan cara menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
  1. Alur pemeriksaan rapid test

Beda rapid test antibodi dan rapid test antigen juga terletak pada alur pemeriksaannya.Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) Kemenkes RI, berikut adalah beda rapid test antibodi dan rapid test antigen pada alur pemeriksaan selanjutnya.

Read More

Kenali Gejala dan Obat Tifus

informasi seputar gejala dan obat tifus

Hampir 26 juta orang di dunia terkena penyakit tifus tiap tahunnya. Demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini kerap menyerang penduduk negara berkembang. Afrika, India, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara menjadi kawasan yang memiliki statistik infeksi tifus yang tinggi di dunia. Anak-anak menjadi usia yang rentan terkena penyakit ini 

Banyaknya kasus tifus tiap tahun dikarenakan vaksin untuk penyakit ini sudah ada, namun dinilai kurang efektif. Di sisi lain, penyebaran infeksi bakteri dari Salmonella typhi sangat mudah melalui air ataupun makanan yang terkontaminasi. Alhasil, obat tifus untuk pengobatan orang-orang yang terinfeksi menjadi jawaban lebih pasti untuk penanganan jenis demam yang satu ini. 

Tifus sebenarnya termasuk penyakit yang penderitanya rata-rata dapat sembuh total dalam waktu 1—2 minggu jika ditangani dengan tepat. Namun, terdapat pula kasus-kasus demam tifus yang bergejala parah dan diikuti komplikasi penyakit lain sehingga tingkat fatalitasnya menjadi tinggi. 

Gejala Demam Tifus 

Ketika bakteri Salmonella thypi masuk ke tubuh Anda, gejala tifus tidak langsung Anda alami. Gejala baru mulai dirasakan dalam periode 7—14 hari setelah bakteri ini menginfeksi. Beberapa gejala tampak seperti demam biasa, namun ada pula gejala yang masuk kategori berat. 

  • Gejala Umum 

Gejala umum yang biasa dirasakan oleh penderita demam tifus adalah sebagai berikut. 

  1. Demam Tinggi 

Infeksi bakteri Salmonella thypi kerap menimbulkan demam di atas 38 derajat Celsius. 

  1. Sakit Kepala 

Penderita tifus juga akan merasakan pusing yang menyeluruh di kepala. 

  1. Masalah Pencernaan 

Tidak jarang gejala tifus akan menimbulkan masalah pencernaan, mulai dari nafsu makan yang berkurang drastis, sakit perut, sampai diare atau justru sembelit. 

  1. Kelelahan 

Anda juga akan mudah lelah ketika bakteri Salmonella sudah menginfeksi tubuh. Karena itulah, pasien tifus diwajibkan untuk melakukan istirahat total agar gejala ini tidak bertambah parah. 

  1. Ruam 

Beberapa kasus tifus akan menimbulkan gejala di area kulit dengan munculnya ruam-ruam tanpa sebab. 

  • Gejala Serius

Gejala serius akan dialami oleh pasien tifus yang ternyata mengalami komplikasi. Berikut beberapa gejala serius yang harus sangat diwaspadai karena dapat berujung pada kematian. 

  1. Mual, Muntah, dan Sakit Perut Parah 

Gejala umum dari tifus memang termasuk sakit perut. Namun, apabila sakit perut yang Anda alami begitu parah disertai mual dan muntah, Anda harus meningkatkan kehati-hatian sebab bisa jadi ada komplikasi berupa pendarahan di usus. 

  1. Sesak Napas 

Tifus juga rentan menimbulkan komplikasi berupa radang paru-paru. Apabila Anda mengalami gejala sesak napas, cobalah untuk mengecek kembali ke dokter sebab bisa jadi ada komplikasi radang paru-paru. 

  1. Meningitis 

Jika gejala tifus yang dialami mencapai pada halusinasi dan tingkat ketakutan tinggi, ada kemungkinan infeksi bakteri sudah menyentuh bagian selaput otak dan menimbulkan peradangan. 

Penanganan dan Obat 

Terapi antibiotik menjadi satu-satunya penanganan yang dinilai efektif untuk tifus. Sampai saat ini ada beberapa jenis antibiotik yang biasa diresepkan kepada penderita demam tifus, yaitu sebagai berikut. 

  • Ciprofloxacin 

Ciprofloxacin menjadi antibiotik yang paling sering diresepkan untuk meredakan infeksi Salmonella typhi. Ciprofloxacin umum diberikan kepada penderita tifus dewasa dan sedang dalam kondisi tidak hamil. 

  • Azitromisin 

Tidak semua bakteri infeksi Salmonella typhi bisa mereda dengan pemberian Ciprofloxacin. Apabila Anda menderita jenis tifus yang sudah resisten terhadap penggunaan Ciprofloxacin, dokter akan memberikan resep antibiotik berupa Azitromisin. 

  • Ceftriaxone 

Ini merupakan satu-satunya antibiotik non-oral. Penggunaannya disuntikkan kepada pasien tifus. Obat tifus ini digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk anak-anak yang mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi. 

Meskipun obat antibiotik sudah tersedia dan dikenal ampuh memulihkan kondisi pasien yang menderita tifus, pencegahan tetaplah jalan terbaik. Pasalnya, berbagai obat antibiotik bisa menyebabkan efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Penggunaan antibiotik yang terlalu sering juga dapat menimbulkan efek kebal bagi bakteri penyebab demam tifus.

Read More

Gejala-Gejala Alergi Ayam

gejala alergi ayam yang perlu diwaspadai

Tidak sebanyak alergi telur atau kacang, namun ada juga orang yang memiliki alergi ayam. Bahkan, jenis alergi ini pun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga berbahaya pada sebagian orang jika tidak dapat ditangani dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena sistem imun justru menyerang alergen sebagai substansi yang berbahaya. Alergi ayam juga bisa terjadi pada orang dengan usia berapapun. Mungkin saat masih kecil dan perlahan membaik saat beranjak dewasa. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi dengan tiba-tiba ketika sudah dewasa atau pada jenis ayam yang diolah dengan cara tertentu. Jika seseorang mengalami alergi ayam, akan ada beberapa gejala yang muncul. Gejala ini bisa terjadi langsung hingga beberapa jam kemudian, seperti:

  • Mata gatal dan berair
  • Hidung berair
  • Bersin terus menerus
  • Kesulitan bernapas
  • Tenggorokan gatal
  • Batuk
  • Ruam kemerahan di kulit
  • Mual dan muntah
  • Kram perut
  • Diare
  • Reaksi anaphylaxis

Gejala alergi ayam yang terakhir berupa anaphylaxis sangat berbahaya karena dapat mengancam nyawa. Reaksi utamanya dapat muncul pada saluran pernapasan dan dapat muncul dalam hitungan detik atau menit setelah terpapar alergen.

Orang yang memiliki alergi ayam biasanya juga mengalami alergi terhadap makanan unggas atau makanan laut lainnya seperti bebek, kalkun, ikan, hingga udang. Orang yang alergi ayam juga bisa mengalami reaksi alergi saat kontak bulu, kotoran, hingga debu dari bulu ayam. Pada beberapa kondisi, orang yang mengalami alergi ayam juga alergi terhadap telur. Penderitanya akan mengalami reaksi alergi terhadap substansi di dalam kuning telur.

Terkadang, seseorang bisa salah mengartikan bahwa alergi ayam sebagai penyakit demam biasa. Hal ini terjadi karena beberapa gejalanya seperti hidung berair dan radang tenggorokan memang serupa dengan demam biasa. Selain itu, seseorang juga bisa mengalami masalah pencernaan karena tubuh berusaha mengeluarkan alergen dari sistem cerna. Komplikasi yang paling berbahaya dari alergi ayam adalah reaksi anaphylaxis. Beberapa gejala terjadinya reaksi anaphylaxis yaitu:

  • Tekanan darah turun drastis
  • Jantung berdebar
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Saluran pernapasan bengkak
  • Bicara tidak jelas
  • Lidah dan bibir bengkak
  • Hilang kesadaran

Dokter akan meresepkan EpiPen untuk orang yang pernah mengalami, anaphylaxis atau berpotensi mengalami alergi berat. EpiPen berisi zat aktif epinephrine yang berbentuk seperti pulpen yang bisa disuntikkan sendiri saat dibutuhkan. Penting untuk membawa alat ini untuk menyelamatkan nyawa saat terjadi reaksi anaphylaxis.

Jika diketahui seseorang mengalami reaksi alergi ayam, maka perhatikan betul apa saja yang dikonsumsi. Terlebih, olahan dari ayam sangat umum ditemukan pada banyak masakan. Contohnya penggunaan kaldu ayam dalam sup atau olahan ayam dalam daging hamburger. Untuk itu, sebelum mengonsumsi olahan daging seperti bakso, pastikan kandungannya bebas dari ayam.Tidak kalah penting, diskusikan dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi apapun. Beberapa jenis vaksins seperti yellow fever vaccine bisa mengandung protein ayam. Selain itu, orang yang mengalami bird-egg syndrome juga tidak bisa mendapatkan vaksinasi influenza karena mengandung protein dari telur.Pada beberapa kasus, orang yang mengalami alergi ayam juga harus berhati-hati saat berada di area peternakan ayam atau unggas.

Read More

Suka Menimbun Barang? Waspada Hoarding Disorder!

Pernahkah Anda melihat orang di sekitar Anda suka menimbun barang yang tidak penting? Atau Anda sendiri sedang mengalaminya? Hati-hati, bisa saja Anda mengalami hoarding disorder, yaitu suatu gangguan yang terjadi pada seseorang karena suka menimbun barang-barang. Mulai dari barang yang bernilai tinggi hingga barang tidak bernilai sama sekali. Sejauh mana seseorang bisa dikatakan mengalami hoarding disorder? Apa pula bedanya dengan para kolektor? Simak yuk, penjelasannya berikut ini!

Mengenal hoarding disorder.

Hoarding disorder atau gangguan penimbunan adalah ketika seseorang memperoleh banyak sekali barang dan menyimpannya dengan cara yang tidak beraturan. Orang yang mengalami gangguan ini tidak dapat memilah barang yang penting untuk dirinya. Akibatnya, lingkungan rumah yang menjadi tempat penyimpanan barang-barang tersebut menjadi tidak rapi dan sehat.

Sebagian besar orang pasti pernah mengoleksi barang-barang yang mungkin disukai. Hanya saja, ini berbeda, kolektor hanya mengoleksi barang tertentu dan menyimpannya dengan rapi. Sementara itu, penimbun akan mengumpulkan semua barang dan menyimpannya secara acak dan tidak beraturan.

Hoarding disorder semakin jelas terlihat apabila:

  • Jumlah barang sudah memakan tempat di rumah. Misalnya, penderita tidak dapat lagi menggunakan dapur, kamar tidur, atau kamar mandi akibat sudah penuh dengan barang-barang.
  • Kebiasaan menimbun sudah menurunkan kualitas hidup penderita atau keluarganya. Contohnya, penderita kesal jika barang-barangnya diganggu atau dibereskan oleh orang lain dan memusuhi orang tersebut.

Penyebab hoarding disorder.

Orang yang suka menimbun meyakini bahwa:

  • Barang berharga dan masih berguna di masa depan.
  • Barang tersebut bernilai, unik, tidak tergantikan, atau terlalu murah untuk dibuang.
  • Barang dianggap sebagai pengingat hal tertentu, di mana tanpa barang itu, mereka tidak bisa ingat hal-hal yang penting.
  • Penderita tidak dapat memutuskan barang itu milik siapa, sehingga lebih baik menyimpannya saja dari pada dibuang.

Hoarding disorder sering dikaitkan dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), depresi, dan kegelisahan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, hoarding disorder dikaitkan dengan gangguan makan, pica (mengonsumsi bahan non-makanan), Prader-Willi syndrome (kelainan genetik), psikosis, demensia, dan skizofrenia.

Gejala umum hoarding disorder.

Pertama kali yang terlihat pada orang yang suka menimbun adalah memperoleh dan menyimpan barang dalam jumlah banyak. Perlahan-lahan, barang banyak menumpuk di rumah dan sulit sekali untuk membuangnya. Gejala lainnya termasuk:

  • Sebagian besar barang yang diperoleh tidaklah penting bahkan sudah tidak ada tempat lagi untuk barang tersebut.
  • Kesulitan untuk memilah dan membuang barang-barang, terlepas dari nilai sebenarnya.
  • Merasa barang-barang tersebut perlu disimpan dan kesal jika membuangnya.
  • Rela menggunakan ruangan yang sering digunakan untuk menimbun barang.
  • Cenderung memiliki kepribadian perfeksionisme, suka menunda, menghindar, dan tidak terorganisir.

Barang-barang yang ditimbun ini mengakibatkan:

  • Tumpukan barang yang tidak teratur, berantakan, dan bercampur dalam satu ruangan.
  • Memadati dan mengacaukan ruang keluarga, serta mengalihfungsikan ruangan jadi tidak dapat digunakan untuk tujuan yang sebenarnya. Misalnya, tidak bisa memasak di dapur atau menggunakan kamar mandi untuk mandi.
  • Lingkungan menjadi tidak sehat, terutama yang ditimbun makanan atau sampah.
  • Sulit untuk menjaga diri sendiri dan orang lain tetap aman di rumah.
  • Memusuhi orang-orang yang mencoba mengurangi atau menghilangkan barang yang ditimbun dari rumah.

Hoarding disorder yang tidak ditangani segera, alias dibiarkan begitu saja, mungkin tidak akan pernah bisa hilang. Kehilangan barang-barang yang ditimbun bagi penimbun tidak hanya menyebabkan kesepian dan gangguan mental, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi penimbun.

Oleh sebab itu, jika Anda atau keluarga Anda mengalami hoarding disorder, maka konsultasikan dengan dokter atau psikiater secepat mungkin. Dokter akan melakukan pemeriksaan skrining dan terapi untuk membantu menghilangkan gangguan ini. Jangan ragu untuk menghubungi pihak berwenang setempat, seperti polisi, badan kesejahteraan hewan, dan sejenisnya jika kesehatan atau keselamatan jiwa penimbun yang Anda kenal terancam.

Read More

Penyebab Keputihan Berdarah, Apakah Berbahaya?

Keputihan sebenarnya proses alami membersihkan serta melindungi vagina dari iritasi. Hanya saja, keputihan tidak berbau pada umumnya, tidak memiliki warna, dan tidak memberikan efek gatal di sekitar Miss V. Namun, bila terjadi keputihan berdarah dan berbau, sebaiknya Anda berhati-hati.

keputihan berdarah

Kondisi yang perlu diwaspadai adalah ketika keputihan berdarah tidak di antara siklus menstruasi. Bisa jadi ini pertanda adanya infeksi atau kondisi medis yang harus segera ditangani.

Penyebab Keputihan Berdarah

Jika Anda mengalami keputihan dengan bercak cokelat atau merah, ada beberapa faktor penyebabnya, yaitu:

  1. Hormon dan Siklus Menstruasi

Faktor penyebab adanya bercak pada keputihan seseorang, biasanya berkaitan dengan hormon dan siklus menstruasi. Ada beberapa penyebabnya, yaitu:

Disebabkan oleh siklus anovulasi, maksudnya kondisi saat ovarium gagal melepaskan sel telur. Kondisi ini terjadi pada wanita yang mendekati masa menopause atau wanita yang baru mengalami menstruasi pertama kali.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif sehingga membuat kadar hormon wanita menjadi tidak seimbang. JIka keputihan terdapat bercak disebabkan karena hal ini, maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter sehingga segera mendapat penanganan.

Wanita yang mengalami sIndrom ovarium polikistik (PCOS) juga akan sering mengalami keputihan dengan bercak cokelat ataupun merah yang disebabkan karena siklus ovulasi.

Wanita yang menggunakan alat konstrasepsi hormonal seperti suntik dan pil KB. Biasanya mereka mengalami pendarahan uterus yang dapat membuat keputihan jadi ada bercak colekat atau merah.

Penggunaan IUD hormonal ternyata juga dapat menimbulkan bercak pada keputihan, terlebih pada bulan-bulan pertama pemakaian.

  • Infeksi Sistem Reproduksi

Selain faktor yang disebutkan di atas, keputihan berdarah bisa juga terjadi karena infeksi saluran reproduksi seperti gonore, kutil kelamin, serta klamida.

Wanita dengan vagina kering biasanya rentan lecet karena aktivitas seksual. Sehingga membuat keputihan bercampur darah. Infeksi karena protozoa seperti infeksi bakterial vaginosis, trikomoniasis, infeksi jamur ragi akan membuat keputihan menjadi berbau, kental serta amis meski tidak menunjukkan gejala.

  • Wanita Hamil

BIasanya kehamilan salah satunya ditandai dengan adanya bercak darah pada keputihan, dikenal dengan istilah Hartman Sign atau pendarahan implantasi. Hal ini disebabkan karena sperma berhasil membuahi sel telur dan menempl di dinding rahim.

Hartman Sign terjadi pada umumnya 1-2 minggu setelah pembuahan sel telur. Jika merasa jadwal menstruasi telat dan aktif berhubungan seksual beberapa waktu belakangan, kemungkinan Anda hamil. Cobalah dengan memeriksa kehamilan untuk memastikan.

Tapi, kondisi harus diwaspadai bila Anda sedang hamil namun mengalami bercak darah pada keputihan, tetapi usia kehamilan sudah lewat trimester pertama. Hal tersebut bisa menjadi tanda-tanda keguguran, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, persalinan prematur, terdapat gangguan pada leher rahim, serta gangguan pada plasenta.

  • Adanya Gangguan Rahim, Ovarium, dan Serviks

Keputihan dengan bercak darah dapat menjadi pertanda adanya kondisi serius pada organ reproduksi. Gangguan medis tersebut adalah kista ovarium yang pecah, endometriosis atau jaringan yang membentuk lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, kanker serviks, kanker rahim, serta kanker ovarium.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Keputihan Berdarah?

Dalam kondisi normal, terdapat bercak pada keputihan menjadi bagian dari siklus menstruasi. Atau bisa juga menjadi tanda kehamilan yang merupakan hal wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, Anda perlu waspada bila keputihan berdarah menunjukkan tanda-tanda tidak normal seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bisa jadi keputihan dengan bercak merah menjadi indikasi kondisi medis serius.

Apalagi jika keputihan berdarah bercampur dengan bau, terasa gatal, tidak nyaman di area Miss V, dan gejala medis lainnya, segera konsultasikan ke dokter. Sehingga dokter bisa menganalisa lebih lanjut kondisi yang sedang dialami dan segera mendapat penanganan medis jika diperlukan.

Read More

Mengenal Jenis-jenis Penyakit Ensefalopati

Ensefalopati adalah istilah yang digunakan untuk kerusakan atau malfungsi otak.

Ensefalopati merupakan istilah umum untuk mendeskripsikan sebuah penyakit yang mempengaruhi fungsi atau struktur otak. Ada banyak jenis ensefalopati dan penyakit otak, mulai dari penyakit sementara hingga permanen. Beberapa jenis ensefalopati muncul sejak lahir dan tidak akan berubah seiring berjalannya waktu. Sementara itu, jenis lain dapat muncul kapanpun dan mungkin berubah semakin memburuk seiring Anda bertambah usia. Artikel ini akan membahas berbagai jenis ensefalopati yang perlu Anda ketahui. 

Jenis dan penyebab ensefalopati

Berikut ini adalah beberapa jenis ensefalopati yang umum dijumpai, serta hal-hal apa saja yang menjadi penyebabnya. 

  • Ensefalopati traumatik kronis

Ensefalopati jenis ini terjadi ketika ada beberapa trauma atau cedera pada otak. Cedera atau trauma tersebut dapat menyebabkan kerusakan saraf di otak. Kondisi ini sering terjadi pada atlet, seperti petinju dan pemain sepak bola. Para tentara yang pernah cedera karena ledakan tertentu juga dapat menderita ensefalopati jenis ini. 

  • Ensefalopati glisin

Ensefalopati jenis ini merupakan ensefalopati yang disebabkan oleh faktor kondisi genetik, atau keturunan, yang mana terdapat kadar glisin (asam amino) dalam jumlah tinggi di otak. Gejala ensefalopati glisin biasanya akan muncul setelah bayi lahir atau pasca persalinan. 

  • Ensefalopati hati

Ini disebabkan oleh penyakit hati. Saat hati Anda tidak dapat berfungsi dengan baik, racun yang biasanya dibuang dari tubuh malah menumpuk di darah untuk akhirnya sampai ke otak. 

  • Ensefalopati Hashimoto

Ini merupakan ensefalopati jenis langka yang dihubungkan dengan kondisi autoimun bernama penyakit Hashimoto. Dalam penyakit ini, sistem kekebalan tubuh Anda salah menyerang kelenjar thyroid. Kelenjar thyroid bertanggung jawab dalam produksi hormon pengatur tubuh. Para ilmuwan hingga kini masih belum tahu bagaimana kedua kondisi tersebut saling berhubungan. 

  • Ensefalopati hipertensif

Kondisi ini merupakan hasil dari tekanan darah tinggi yang tidak dirawat atau diobati dalam waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan otak Anda membengkak, dan menyebabkan kerusakan otak atau ensefalopati hipertensif. 

  • Ensefalopati metabolik racun

Ensefalopati jenis ini merupakan hasil dari infeksi, racun, dan kegagalan organ tubuh. Saat elektrolit, hormon, dan zat kimia tubuh lain tidak seimbang seperti biasanya, hal tersebut akan mempengaruhi fungsi otak. Selain itu, akan ada kemungkinan keberadaan infeksi di tubuh atau zat kimia beracun. Ensefalopati dapat sembuh ketika ketidakseimbangan zat kimia yang menjadi penyebabnya dikembalikan ke kondisi semula atau racun dan infeksi dihilangkan. 

  • Ensefalopati hypoxic ischemic

Kondisi ini merupakan sebuah kerusakan otak yang disebabkan ketika otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau disfungsi. Ensefalopati jenis ini dapat disebabkan karena kekurangan oksigen pada otak, misalnya saat janin yang masih berkembang di rahim terpapar oleh alkohol akibat gaya hidup tidak sehat sang ibu. 

  • Ensefalopati infeksi

Dikenal juga dengan nama penyakit prion. Prion merupakan protein yang dapat ditemukan secara alami di tubuh. Namun, protein tersebut dapat bermutasi dan menyebabkan penyakit yang secara perlahan merusak otak (penyakit neurodegenerative). 

  • Ensefalopati Wernicke

Juga dikenal dengan nama penyakit Wernicke, kondisi ini disebabkan karena defisiensi vitamin B1 akibat konsumsi alkohol dalam jangka panjang, asupan nutrisi yang buruk, dan penyerapan makanan yang tidak baik. 

Pemulihan atau penyembuhan dari kondisi ensefalopati tergantung pada seberapa parah kondisi yang dimiliki serta penyebab utama penyakit tersebut. Kebanyakan kasus ensefalopati dapat disembuhkan apabila penyebab dapat diidentifikasi dengan segera dan perawatan dimulai secepatnya. Namun, semua kondisi tersebut dapat berisiko fatal apabila tidak dirawat dan diobati.

Read More

Komplikasi Corona: Apa Saja Yang Bisa Terjadi?

Virus Corona atau Covid-19 telah menyebar ke setiap negara dan jumlah kasus semakin meningkat setiap hari. Jumlah kasus di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 1,3 juta. Selain itu, jumlah kematian terus terjadi dan telah mencapai lebih dari 74.000 orang. Hal tersebut terjadi karena dipicu oleh komplikasi Corona.

Manusia bisa saja mengalami komplikasi yang disebabkan oleh virus Corona dimana dapat memicu gangguan pernafasan. Tidak hanya menimbulkan gangguan pernafasan, orang-orang yang terkena infeksi virus Corona juga kemungkinan akan mengalami penyakit jantung dan kerusakan hati dan ginjal.

Tidak semua orang yang terkena infeksi virus Corona atau positif Corona akan mengalami gejala atau komplikasi yang parah, namun sebagian orang berpotensi memiliki risiko tinggi komplikasi Corona.

Sebagian orang merasa bahwa mereka tidak merasakan gejala berat akibat Covid-19. Untuk mengatasi masalah atau gejala kecil seperti batuk-batuk, mereka dapat beristirahat di rumah. Namun, jika manusia mengalami gejala yang parah, mereka perlu dirawat di rumah sakit.

Orang-orang yang rentan terhadap virus Corona adalah lansia dan orang-orang yang memiliki penyakit tertentu seperti penyakit jantung atau diabetes. Infeksi virus Corona yang terjadi pada orang-orang seperti ini, berkembang menjadi kondisi yang sangat parah. Mereka juga kemungkinan akan mengalami komplikasi Corona sebagai berikut:

  • Pneumonia

Pneumonia adalah salah satu komplikasi Corona yang terjadi dimana kantung udara di paru-paru meradang sehingga membuat seseorang mengalami kesulitan untuk bernafas.

  • Gagal nafas akut

Jika manusia mengalami gagal nafas, tubuh tidak dapat menerima oksigen yang cukup dan tidak dapat membuang karbon dioksida. Gagal nafas akut adalah salah satu penyebab kematian sekitar 8% pasien yang positif Covid-19.

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Sebuah penelitian di Tiongkok mengungkap bahwa sekitar 15 hingga 33% pasien positif Covid-19 mengalami ARDS dimana hal tersebut membuat paru-paru rusak parah karena adanya cairan di dalam paru-paru. Hal ini membuat oksigen susah masuk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas, dan mereka perlu menggunakan ventilator atau alat bantu nafas.

  • Kerusakan hati

Komplikasi virus Corona memang memicu kematian yang disebabkan oleh gangguan pernafasan. Hal tersebut juga dapat memicu komplikasi pada bagian hati sehingga dapat membuat hati rusak.

  • Gangguan jantung

Pasien yang mengalami gangguan jantung, mengalami risiko berupa aritmia (kelainan irama jantung) dan miokarditis (peradangan pada otot jantung).

  • Gagal ginjal

Jika pasien mengalami gangguan ginjal, maka dokter akan melakukan proses cuci darah hingga kondisinya membaik. Terkadang, kondisi ginjal pasien tidak dapat disembuhkan sehingga mereka mengalami gagal ginjal dan akan dirawat dalam jangka panjang.

  • Infeksi sekunder

Infeksi sekunder adalah infeksi kedua yang terjadi setelah infeksi awal, dan infeksi tersebut tidak ada hubungan dengan penyakit yang awalnya diderita. Contohnya, pasien terkena Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Setelah itu, pasien mengalami infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri streptococcus.

  • Disseminated intravascular coagulation (DIC).

Penyakit ini dapat memicu proses pembekuan darah terganggu, dan membuat tubuh membentuk gumpalan-gumpalan darah yang tidak sesuai dengan tempatnya. Hal tersebut menyebabkan pendarahan pada organ tubuh.

  • Syok septik

Syok septik terjadi dimana respons tubuh terhadap infeksi salah sasaran. Hal tersebut justru membuat organ-organ yang sehat hancur, dan tidak menghancurkan virus penyebab penyakit. Hal tersebut juga memicu penurunan darah secara drastis sehingga dapat mengakibatkan kematian.

  • Rhabdomyolisis

Rhabdomyolisis menyebabkan jaringan otot mati. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja myoglobin (protein dalam sel), dan jika myoglobin tidak dapat bekerja dengan baik, maka akan memicu kerusakan fungsi pada bagian tubuh dan dapat mengakibatkan kematian.

Itulah komplikasi Corona yang perlu Anda waspadai. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tetap berada di rumah untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk menjaga kesehatan, Anda sebaiknya konsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, serta minum obat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Read More

Langkah-Langkah Antisipatif Lawan Jerawat di Rahang

Salah satu posisi di wajah yang favorit ditumbuhi jerawat adalah rahang. Jerawat di rahang termasuk “bandel”. Dalam kata lain, jerawat-jerawat itu kerap datang dan kembali lagi jika faktor-faktor untuk tumbuh cukup ideal.

Faktor-faktor tumbuhnya jerawat di rahang tak cuma pori-pori yang tersumbat lantaran wajah kita kotor atau kelebihan minyak. Jerawat di rahang amat identik dengan pengaruh internal tubuh kita. Faktor-faktor seperti stres, pola makan, dan hormon merupakan penyebab utama terjadinya jerawat di rahang dan dagu. Atas dasar itu, perempuan menjadi golongan yang paling rentan terserang jerawat di wajah bagian bawah ini.

Untuk itu, penting kiranya mengetahui langkah-langkah antisipatif agar dapat terhindar dari kondisi kulit yang membuat kita kurang nyaman lantaran mengganggu penampilan ini. Apa saja? Berikut di antaranya:

  1. Lakukan Eksfoliasi saat Memasuki Paruh Periode Menstruasi

Cara terbaik untuk mengatasi jerawat di rahang adalah mencegahnya berkembang sejak awal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hormon menjadi faktor utama tumbuhnya jerat di bagian ini. Menstruasi adalah salah satu masa di mana terjadi ketidakseimbangan hormon.

Oleh karenanya, di setengah periode awal menstruasi, membersihkan area rahang dengan teknik eksfoliasi dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih.

  • Mengurangi Asupan Produk Olahan Susu

Sama seperti hormon, pola konsumsi kita dapat mempengaruhi berkembangnya jerawat di rahang. Salah satu bahan makanan yang dapat Anda hindari agar tak memiliki jerawat di rahang adalah produk olahan susu. Kebanyakan sapi penghasil susu menerima growth hormone atau suplemen hormon untuk meningkatkan produksinya. Alhasil, jika kamu mengonsumsi produk olahan susu dari sapi-sapi tersebut, hormon kamu pun akan terpengaruh dan berpotensi terganggu.

Untuk mengetahui apakah konsumsi produk olahan susu menjadi penyebab timbulnya jerawat pada area dagu atau rahang, kamu bisa menyetop konsumsi produk olahan susu selama 2-3 minggu untuk melihat adanya perubahan atau tidak.

  • Hindari Perpindahan Bakteri ke Area Dagu atau Rahang

Cara termudah untuk menghindari perpindahan bakteri ke area rahang adalag dengan tidak menyentuh area dagu atau rahang dengan tangan, apalagi jika tangan Anda kotor. Berhati-hati juga saat mengenakan helm atau pakaian dengan kerah tinggi yang menyentuh area tersebut.

Lebih baik, gunakan masker saat berkendara dengan motor agar wajah Anda tidak terpapar debu atau bersentuhan secara langsung dengan helm. Terakhir, jangan lupa untuk membersihkan ponsel atau headset yang kerap menempel pada wajah secara berkala

  • Tambahkan Pembersih Asam Salisilat dalam Rutinitas Skincare

Untuk menghilangkan minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, gunakan pembersih dengan kandungan asam salisilat. Sehingga pori-pori tetap bersih. Pembersih dengan formula tanpa pewangi juga direkomendasikan untuk kulit sensitif.

Selain itu, pengobatan topikal cukup efektif untuk mengeringkan jerawat yang membandel. Oleskan Acne Spot yang memiliki kandungan Witch Hazel dan asam salisilat dua persen yang bekerja untuk mengempiskan jerawat, kemerahan, dan pembengkakan. Oleskan di atas jerawat sebelum tidur.

  • Bisa Mencoba Benzoyl Peroxide

Jika penggunaan asam salisilat tak mampu menangani jerawat di rahan Anda, mulailah untuk mencoba menggunakan benzoyl peroxide yang juga efektif mengurangi ukuran dan kemerahan pada jerawat. Ia menjadi salah satu obat jerawat yang direkomendasikan untuk merawat kulit tanpa resep dokter.

  • Obati Area yang Bermasalah Saja

Cara atau tindakan ini merupakan salah satu poin penting, tetapi kerap dilewatkan. Saat mengatasi jerawat di area dagu atau rahang, maupun area spesifik lainnya, pastikan agar Anda hanya menggunakan obat jerawat pada area yang bermasalah.

Jika Anda menggunakan obat jerawat yang bersifat mengeringkan pada seluruh wajah, bisa-bisa area wajah lain yang sebelumnya tidak bermasalah akan ikut berjerawat. Area yang tadinya aman, akhirnya malah kering karena obat jerawat, sehingga tampak kemerahan, perih, mengelupas, bahkan memproduksi minyak berlebih, dan bisa menjadi ‘ladang’ jerawat baru.

  • Berkonsultasi dengan Dokter Kulit

Ini mungkin langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jerawat di rahang ketika semua cara yang disebut di atas tak juga ampuh. Kecocokan perawatan kulit setiap orang tidaklah sama. Sehingga Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan produk yang tepat untuk digunakan. Nantinya setelah mengetahui akar masalahnya, dokter kulit akan meresepkan krim dan antibiotik topikal untuk mengobati jerawat yang ada.

***

Itulah beberapa langkah untuk mencegah terjadinya jerawat di rahang. Semua langkah tersebut memang terkesan sama dengan pencegahan jerawat di daerah lain. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat berurusan dengan jerawat yang disebabkan oleh hormon. Jika kondisi jerawat di rahang berlangsung berkepanjangan, cobalah untuk berkonsultasi juga dengan dermatologis atau ginekologis seputar keseimbangan hormon dan pengaruhnya terhadap kulit Anda.

Read More

Daftar Macam-macam Gangguan Kejiwaan

Gangguan kejiwaan merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi bagaimana seseorang merasa, berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain secara signifikan. Penyebabnya bisa karena faktor genetik atau bawaan lahir, ada riwayat keluarga yang memiliki gangguan jiwa, stres, pernah mengalami pelecehan atau trauma psikologis, cedera otak berat, menggunakan obat-obatan terlarang, atau memiliki kondisi medis serius. Ibu hamil yang terpapar virus atau bahan kimia beracun juga diduga berperan dalam memicu gangguan jiwa pada janin yang sedang dikandungnya.

Berbagai Gangguan Kejiwaan yang Sering Kita Temui

Riset Kesehatan Dasar di tahun 2013 menemukan bahwa terdapat sekitar 14,4 juta penderita gangguan jiwa di Indonesia. Dari data daftar tersebut, ada macam-macam gangguan jiwa yang umumnya terjadi, yaitu:

Gangguan kecemasan

Contohnya gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan panik. Orang yang menderita gangguan kecemasan biasanya takut pada benda atau situasi tertentu. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya keringat yang keluar, detak jantung yang cepat, merasa pusing, susah berkonsentrasi atau tidur, dan merasa cemas serta khawatir.

Gangguan kepribadian

Seseorang dengan gangguan kepribadian memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang lain. Jenis gangguan kepribadian dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

  • Tipe eksentrik atau aneh, seperti gangguan kepribadian paranoid, skizoid, skizotipal, dan antisosial.
  • Tipe dramatis atau emosional, seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionik, dan ambang (borderline).
  • Tipe cemas dan takut, seperti gangguan kepribadian obsesif kompulsif, menghindar (avoidant), dan dependen.

Gangguan psikotik

Gangguan psikotik merupakan gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit skizofrenia. Ciri-ciri dari gangguan psikotik adalah mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada (halusinasi) serta memercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi (delusi).

Gangguan suasana hati

Apakah kamu suka merasa sedih yang teramat sangat? Atau justru mengalami perasaan yang bergantian antara sangat sedih dan sangat bahagia? Hal itu termasuk dalam kelainan suasana hati atau kelainan afektif. Jenis gangguan yang paling umum dari kelainan ini antara lain adalah depresi, gangguan bipolar, dan gangguan siklotimik.

Gangguan makan

Gangguan makan adalah penyakit serius dan sering kali fatal di mana terdapat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Contoh dari gangguan makan adalah anoreksia nervosa (menganggap diri sendiri kelebihan berat badan padahal tidak), bulimia nervosa (makan dalam jumlah besar kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya dengan muntah), dan binge-eating atau makan berlebihan.

Gangguan pengendalian impuls dan kecanduan

Orang dengan gangguan pengendalian impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, misalnya berjudi kompulsif, kleptomania (mencuri), dan pyromania (menyulut kebakaran). Sedangkan kecanduan biasanya terhadap alkohol dan obat-obatan, namun bisa juga kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau belanja.

Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Gangguan kronis yang satu ini ditandai dengan adanya pikiran dan obsesi yang tidak terkendali akan sesuatu, sehingga mendorong seseorang melakukannya secara berulang-ulang. Contohnya, memiliki ketakutan yang tidak masuk akal terhadap kuman hingga terus-menerus mencuci tangan.

Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

PTSD dapat berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis dan/atau mengerikan, seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Pikiran atau kenangan yang tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan biasanya penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.

Macam-macam gangguan kejiwaan bisa memburuk jika tidak ditangani. Penderita gangguan mental berpotensi menyakiti dirinya sendiri atau orang lain jika masalah kesehatannya ini tidak ditangani. Jikakamu atau seseorang yangkamu kenal kemungkinan menderita gangguan jiwa, segeralah mencari bantuan pada dokter spesialis kejiwaan atau psikiater. Mereka dapat memeriksa tanda-tanda gangguan jiwa dan membantu pengobatan jika diperlukan.

Read More

Calon Pengantin Dianjurkan Melakukan Vaksin Sebelum Menikah

Orang tentu sudah familier dengan persiapan pernikahan yang berupa kebutuhan resepsi: gedung, dekorasi, katering, gaun, dan sebagainya. Apakah Anda sudah mengetahui bahwa melakukan vaksin sebelum menikah juga idealnya menjadi bagian dari persiapan pernikahan?

Sebelum menikah, penting sekali untuk memperhatikan kondisi kesehatan para calon pengantin. Sebab setelah menikah, pasangan suami istri mungkin akan berhubungan intim secara rutin serta memiliki kemungkinan hamil dan punya anak. Hal tersebut juga yang membuat vaksin sebelum menikah sangat dianjurkan, agar pasangan tersebut beserta keturunannya dapat terhindar dari berbagai penyakit.

Sampai saat ini, vaksinasi masih menjadi cara efektif untuk mencegah penularan penyakit, Baik penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung, melalui kulit dan hubungan seksual misalnya, maupun penyakit yang ditularkan oleh ibu ke janin.

Lakukan vaksinasi ini sebelum menikah

Tentu saja tidak semua jenis vaksin harus Anda lakukan sebelum menikah. Berikut ini beberapa jenis vaksin yang disarankan untuk pasangan yang akan menikah dan berencana memiliki keturunan.

1. Vaksin HPV

Penularan virus HPV dapat terjadi melalui kontak langsung, melalui kulit dan hubungan intim. Keberadaan virus tersebut dapat memicu kanker, salah satunya kanker serviks. Vaksin HPV atau human papilloma virus ditujukan untuk mencegah kanker, khususnya kanker yang disebabkan oleh virus HPV.

Karena virus HPV memicu terjadinya kanker serviks, mungkin orang berpikir hanya perempuan yang perlu melakukan vaksinasi HPV. Sebetulnya hal tersebut kurang tepat.

Vaksin HPV menjadi salah satu jenis vaksin sebelum menikah yang perlu diberikan kepada laki-laki dan perempuan. Meskipun laki-laki tidak akan terkena kanker serviks, akan tetapi vaksin HPV tetap diperlukan untuk mencegah penyebaran virus HPV.

2. Vaksin DPT dan vaksin TT

Sesuai namanya, vaksin DPT ditujukan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Sedang vaksin TT, hanya ditujukan untuk mencegah penyakit tetanus.

Vaksin TT sangat dianjurkan dilakukan sebelum menikah, terutama oleh calon pengantin yang belum mendapatkan vaksin ini secara lengkap saat masih kecil. Kementerian Kesehatan menganjurkan jadwal pelaksanaan imunisasi TT, sebagai berikut:

– TT 1, dilakukan dua minggu sebelum menikah agar tubuh memiliki cukup waktu untuk membentuk antibodi.

– TT 2, dianjurkan satu bulan setelah TT1. Efektif memberikan perlindungan selama tiga tahun setelahnya.

– TT 3, dilakukan enam bulan setelah TT2 dan efektif memberi perlindungan lima tahun ke depan.

– TT 4, 12 bulan setelah TT 3 dianjurkan menjalani TT 4. Perlindungannya akan efektif selama 10 tahun berikutnya.

– TT 5, dengan efektifitas perlindungan berlaku selama 25 tahun ke depan, TT 5 sebaiknya dilakukan 12 bulan setelah TT 4.

3. Vaksin cacar air

Jika seseorang mengalami cacar air saat hamil, hal tersebut akan sangat membahayakan. Sementara vaksin cacar air tidak bisa diberikan kepada ibu hamil. Itu sebabnya, calon pengantin disarankan melakukan vaksin cacar air sebelum menikah.

4. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Jenis vaksin ini termasuk vaksin sebelum menikah yang sangat dianjurkan sebab vaksin ini dapat mencegah Anda terkena campak, gondong, serta rubella. Ketiga penyakit tersebut bila menyerang ibu hamil dapat memicu kecacatan pada janin.

5. Vaksin hepatitis B

Ketika seseorang mengidap hepatitis B dan tidak terdeteksi, maka ada risiko virus tersebut akan menular kepada pasangannya. Sebab virus hepatitis B dapat menular melalui darah, air liur, dan air mani yang telah terinfeksi. Selain itu, seorang ibu hamil yang mengidap hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut kepada bayi saat proses persalinan.

Oleh sebab itu vaksin hepatitis B termasuk vaksin sebelum menikah yang sangat direkomendasikan.

Read More