Hindari Pengharum Ruangan Sintetis, Buat Sendiri Yuk!

Pengharum ruangan sintetis sudah lama sekali dikenal orang. Setidaknya, sejak era 80-an, industri mulai membuat produk pengharum ruangan ini dalam aneka bentuk: lilin beraroma, gel padat, hingga alat penyemprot yang secara otomatis mengeluarkan pengharum.

Banyak orang suka menggunakan pengharum ruangan sintetis karena udara jadi terasa lebih bersih dan segar. Akan tetapi, di balik manfaat tersebut, produk-produk pewangi ini mengandung banyak bahan kimia. Sebut saja benzene dan formaldehida, di antaranya.

Namun, tidak ada perlindungan yang memadai bagi kita sebagai konsumen. Perusahaan produsen pengharum ruangan tersebut tidak memiliki kewajiban untuk memaparkan kandungan bahan dalam produk mereka.

Memang kadar bahan kimia yang terdapat dalam produk pengharum ruangan sintetis rata-rata dalam jumlah kecil. Tapi, bayangkan bila kita menghirupnya untuk jangka waktu yang sangat panjang, dapat terjadi akumulasi.

Dampak buruk produk pengharum ruangan sintetis

Beberapa penelitian telah dilakukan dalam kaitannya mencari tahu keamanan bahan pewangi dalam pengharum ruangan sintetis. Dari berbagai penelitian, salah satunya Women’s Voice for The Eearth, disebutkan bahwa banyak sekali bahan kimia yang masuk ke dalam kategori “chemical of concern”.

Penggunaan pengharum ruangan ini memang lumrah sekali di kantor atau tempat umum lainnya, seperti mall. Tak jarang juga, orang menggunakan pengharum ruangan sintetis di rumah. Padahal ibu hamil, anak-anak, dan bayi, termasuk ke dalam kelompok yang rentan terhadap risiko paparan bahan kimia dalam pengharum ruangan.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat muncul karena paparan zat kimia dalam pengharum ruangan sintetis:

1. Kanker

Pengharum ruangan sintetis dianggap berisiko mengganggu kesimbangan hormon. Seperti dilansir oleh Breast Cancer Fund, untuk mencegah kanker payudara salah satunya dengan menghindari pewangi sintetis.

Hal yang cukup mengejutkan, zat kimia styrene yang kerap ditemukan dalam rokok juga ditemukan dalam pengharum ruangan sintetis. Selain itu, phthalates juga cukup banyak digunakan. Kedua zat tersebut disinyalir dapat memicu kanker, disrupsi endokrin, serta keracunan.

2. Cacat lahir dan autisme

Seperti disebutkan sebelumnya, ibu hamil termasuk kelompok rentan terhadap risiko buruk pengharum ruangan sintetis. Zat phthalates dalam pewangi sintetis disebut-sebut dapat memicu autisme, ADHD, juga gangguan saraf pada ibu hamil.

Pada tahun 2010, dilakukan suatu penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa janin yang terpapar zat kimia dapat mengalami gangguan otak yang berlangsung seumur hidupnya.

3. Alergi dan keracunan

Zat-zat kimia dalam pengharum ruangan sintetis termasuk jenis alergen. Reaksi alergi yang ditimbulkan dapat berupa sakit kepala, iritasi sinus, migrain, hingga alergi pada kulit.

Tak hanya alergi, emisi produk pewangi sintetis juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.

4. Gangguan pernafasan

Menghirup pengharum ruangan sintetis dapat memperburuk keadaan seseorang yang sudah mengalami gangguan pernafasan, terutama asma.

Buat pengharum ruangan alami

Begitu banyak dampak merugikan dari pengharum ruangan sintetis, namun Anda tentu ingin ruangan di rumah terasa harum dan segar. Tidak perlu khawatir, Anda bisa membuat sendiri pengharum ruangan yang alami.

Ada bahan-bahan di sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir bau, seperti cuka putih atau kopi. Anda juga bisa menempatkan tumbuhan yang dapat menetralisir bau, di saat yang sama gunakan essential oil dengan aroma yang menenangkan, seperti lavender atau peppermint.

Bila ingin memperoleh efek yang lebih menyegarkan, essential oil tersebut dapat dicampurkan dengan soda kue. Niscaya udara di rumah akan terasa jauh lebih segar.

Di samping itu, kulit jeruk atau kayu manis yang disimpan di dalam air juga dapat menetralisir bau tidak sedap loh.

Yuk, mulai beralih dari pengharum ruangan sintetis ke bahan alami yang relatif lebih aman bagi kesehatan Anda!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>