Kenali Gejala dan Obat Tifus

informasi seputar gejala dan obat tifus

Hampir 26 juta orang di dunia terkena penyakit tifus tiap tahunnya. Demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini kerap menyerang penduduk negara berkembang. Afrika, India, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara menjadi kawasan yang memiliki statistik infeksi tifus yang tinggi di dunia. Anak-anak menjadi usia yang rentan terkena penyakit ini 

Banyaknya kasus tifus tiap tahun dikarenakan vaksin untuk penyakit ini sudah ada, namun dinilai kurang efektif. Di sisi lain, penyebaran infeksi bakteri dari Salmonella typhi sangat mudah melalui air ataupun makanan yang terkontaminasi. Alhasil, obat tifus untuk pengobatan orang-orang yang terinfeksi menjadi jawaban lebih pasti untuk penanganan jenis demam yang satu ini. 

Tifus sebenarnya termasuk penyakit yang penderitanya rata-rata dapat sembuh total dalam waktu 1—2 minggu jika ditangani dengan tepat. Namun, terdapat pula kasus-kasus demam tifus yang bergejala parah dan diikuti komplikasi penyakit lain sehingga tingkat fatalitasnya menjadi tinggi. 

Gejala Demam Tifus 

Ketika bakteri Salmonella thypi masuk ke tubuh Anda, gejala tifus tidak langsung Anda alami. Gejala baru mulai dirasakan dalam periode 7—14 hari setelah bakteri ini menginfeksi. Beberapa gejala tampak seperti demam biasa, namun ada pula gejala yang masuk kategori berat. 

  • Gejala Umum 

Gejala umum yang biasa dirasakan oleh penderita demam tifus adalah sebagai berikut. 

  1. Demam Tinggi 

Infeksi bakteri Salmonella thypi kerap menimbulkan demam di atas 38 derajat Celsius. 

  1. Sakit Kepala 

Penderita tifus juga akan merasakan pusing yang menyeluruh di kepala. 

  1. Masalah Pencernaan 

Tidak jarang gejala tifus akan menimbulkan masalah pencernaan, mulai dari nafsu makan yang berkurang drastis, sakit perut, sampai diare atau justru sembelit. 

  1. Kelelahan 

Anda juga akan mudah lelah ketika bakteri Salmonella sudah menginfeksi tubuh. Karena itulah, pasien tifus diwajibkan untuk melakukan istirahat total agar gejala ini tidak bertambah parah. 

  1. Ruam 

Beberapa kasus tifus akan menimbulkan gejala di area kulit dengan munculnya ruam-ruam tanpa sebab. 

  • Gejala Serius

Gejala serius akan dialami oleh pasien tifus yang ternyata mengalami komplikasi. Berikut beberapa gejala serius yang harus sangat diwaspadai karena dapat berujung pada kematian. 

  1. Mual, Muntah, dan Sakit Perut Parah 

Gejala umum dari tifus memang termasuk sakit perut. Namun, apabila sakit perut yang Anda alami begitu parah disertai mual dan muntah, Anda harus meningkatkan kehati-hatian sebab bisa jadi ada komplikasi berupa pendarahan di usus. 

  1. Sesak Napas 

Tifus juga rentan menimbulkan komplikasi berupa radang paru-paru. Apabila Anda mengalami gejala sesak napas, cobalah untuk mengecek kembali ke dokter sebab bisa jadi ada komplikasi radang paru-paru. 

  1. Meningitis 

Jika gejala tifus yang dialami mencapai pada halusinasi dan tingkat ketakutan tinggi, ada kemungkinan infeksi bakteri sudah menyentuh bagian selaput otak dan menimbulkan peradangan. 

Penanganan dan Obat 

Terapi antibiotik menjadi satu-satunya penanganan yang dinilai efektif untuk tifus. Sampai saat ini ada beberapa jenis antibiotik yang biasa diresepkan kepada penderita demam tifus, yaitu sebagai berikut. 

  • Ciprofloxacin 

Ciprofloxacin menjadi antibiotik yang paling sering diresepkan untuk meredakan infeksi Salmonella typhi. Ciprofloxacin umum diberikan kepada penderita tifus dewasa dan sedang dalam kondisi tidak hamil. 

  • Azitromisin 

Tidak semua bakteri infeksi Salmonella typhi bisa mereda dengan pemberian Ciprofloxacin. Apabila Anda menderita jenis tifus yang sudah resisten terhadap penggunaan Ciprofloxacin, dokter akan memberikan resep antibiotik berupa Azitromisin. 

  • Ceftriaxone 

Ini merupakan satu-satunya antibiotik non-oral. Penggunaannya disuntikkan kepada pasien tifus. Obat tifus ini digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk anak-anak yang mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi. 

Meskipun obat antibiotik sudah tersedia dan dikenal ampuh memulihkan kondisi pasien yang menderita tifus, pencegahan tetaplah jalan terbaik. Pasalnya, berbagai obat antibiotik bisa menyebabkan efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Penggunaan antibiotik yang terlalu sering juga dapat menimbulkan efek kebal bagi bakteri penyebab demam tifus.

Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>