Kenali Perbedaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen

Beda rapid test antibodi dan rapid test antigen bisa dilihat dari jenis sampel yang diambil, prosedur, dan alur pemeriksaannya

Berdasarkan pedoman pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), penanganan Covid-19 di Indonesia menggunakan dua jenis rapid test berbeda, yaitu rapid test antibodi dan rapid test antigen.

Rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilakukan oleh orang-orang dengan kasus suspek atau orang-orang yang kontak erat dengan kasus probable atau kasus konfirmasi Covid-19. Selain itu, rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilakukan untuk mendeteksi kasus suspek pada wilayah yang tidak memiliki fasilitas untuk pemeriksaan Rapid TestPolymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).

Perlu diketahui bahwa hasil pemeriksaan rapid test antibodi dan rapid test antigen hanya merupakan skrining awal. Maka, hasil pemeriksaan rapid test antibodi dan rapid test antigen tetap harus dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR atau swab tenggorokan sebagai langkah diagnosis corona agar infeksinya dapat dipastikan dengan tepat.

Beda rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilihat dari jenis sampel yang diambil, prosedur, dan alur pemeriksaannya.Untuk mengetahui beda rapid test antibodi dan rapid test antigen lebih lanjut, simak pembahasan selengkapnya.

  1. Jenis sampel rapid test yang diambil

Salah satu beda rapid test antibodi dan rapid test antigen dapat dilihat dari jenis sampel test yang diambil. Rapid test antibodi adalah tes pemeriksaan cepat Covid-19 menggunakan sampel darah yang diambil dari pasien. Ini merupakan jenis tes cepat yang paling umum dilakukan oleh banyak orang sebagai pemeriksaan virus corona.

Saat seseorang terinfeksi virus corona, tubuhnya akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian.Sebuah hasil studi mengemukakan bahwa respons antibodi pada sebagian besar pasien Covid-19 akan muncul dengan kadar paling tinggi pada pekan kedua setelah terinfeksi virus SARS-Cov-2.Kekuatan akan respons tersebut berbeda pada setiap orang. 

Antigen dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung dalam tubuh seseorang. Rapid swab dapat mendeteksi keberadaan antigen virus corona pada orang yang sedang mengalaminya. Ini sebabnya, rapid test antigen paling baik dilakukan pada orang yang baru saja terinfeksi Covid-19.

  1. Prosedur rapid test yang dilakukan

Selain jenis sampelnya, beda rapid test antibodi dan rapid test antigen juga terlihat dari prosedur pengambilannya. Pada rapid test antibodi sampel yang digunakan adalah darah. Prosedur pengambilan darah meliputi:

  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh bakteri dan kuman.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah di lengan terkumpul.
  • Setelah pembuluh darah vena ditemukan, darah akan diambil dengan cara menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
  1. Alur pemeriksaan rapid test

Beda rapid test antibodi dan rapid test antigen juga terletak pada alur pemeriksaannya.Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) Kemenkes RI, berikut adalah beda rapid test antibodi dan rapid test antigen pada alur pemeriksaan selanjutnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>