Komplikasi Corona: Apa Saja Yang Bisa Terjadi?

Virus Corona atau Covid-19 telah menyebar ke setiap negara dan jumlah kasus semakin meningkat setiap hari. Jumlah kasus di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 1,3 juta. Selain itu, jumlah kematian terus terjadi dan telah mencapai lebih dari 74.000 orang. Hal tersebut terjadi karena dipicu oleh komplikasi Corona.

Manusia bisa saja mengalami komplikasi yang disebabkan oleh virus Corona dimana dapat memicu gangguan pernafasan. Tidak hanya menimbulkan gangguan pernafasan, orang-orang yang terkena infeksi virus Corona juga kemungkinan akan mengalami penyakit jantung dan kerusakan hati dan ginjal.

Tidak semua orang yang terkena infeksi virus Corona atau positif Corona akan mengalami gejala atau komplikasi yang parah, namun sebagian orang berpotensi memiliki risiko tinggi komplikasi Corona.

Sebagian orang merasa bahwa mereka tidak merasakan gejala berat akibat Covid-19. Untuk mengatasi masalah atau gejala kecil seperti batuk-batuk, mereka dapat beristirahat di rumah. Namun, jika manusia mengalami gejala yang parah, mereka perlu dirawat di rumah sakit.

Orang-orang yang rentan terhadap virus Corona adalah lansia dan orang-orang yang memiliki penyakit tertentu seperti penyakit jantung atau diabetes. Infeksi virus Corona yang terjadi pada orang-orang seperti ini, berkembang menjadi kondisi yang sangat parah. Mereka juga kemungkinan akan mengalami komplikasi Corona sebagai berikut:

  • Pneumonia

Pneumonia adalah salah satu komplikasi Corona yang terjadi dimana kantung udara di paru-paru meradang sehingga membuat seseorang mengalami kesulitan untuk bernafas.

  • Gagal nafas akut

Jika manusia mengalami gagal nafas, tubuh tidak dapat menerima oksigen yang cukup dan tidak dapat membuang karbon dioksida. Gagal nafas akut adalah salah satu penyebab kematian sekitar 8% pasien yang positif Covid-19.

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Sebuah penelitian di Tiongkok mengungkap bahwa sekitar 15 hingga 33% pasien positif Covid-19 mengalami ARDS dimana hal tersebut membuat paru-paru rusak parah karena adanya cairan di dalam paru-paru. Hal ini membuat oksigen susah masuk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas, dan mereka perlu menggunakan ventilator atau alat bantu nafas.

  • Kerusakan hati

Komplikasi virus Corona memang memicu kematian yang disebabkan oleh gangguan pernafasan. Hal tersebut juga dapat memicu komplikasi pada bagian hati sehingga dapat membuat hati rusak.

  • Gangguan jantung

Pasien yang mengalami gangguan jantung, mengalami risiko berupa aritmia (kelainan irama jantung) dan miokarditis (peradangan pada otot jantung).

  • Gagal ginjal

Jika pasien mengalami gangguan ginjal, maka dokter akan melakukan proses cuci darah hingga kondisinya membaik. Terkadang, kondisi ginjal pasien tidak dapat disembuhkan sehingga mereka mengalami gagal ginjal dan akan dirawat dalam jangka panjang.

  • Infeksi sekunder

Infeksi sekunder adalah infeksi kedua yang terjadi setelah infeksi awal, dan infeksi tersebut tidak ada hubungan dengan penyakit yang awalnya diderita. Contohnya, pasien terkena Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Setelah itu, pasien mengalami infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri streptococcus.

  • Disseminated intravascular coagulation (DIC).

Penyakit ini dapat memicu proses pembekuan darah terganggu, dan membuat tubuh membentuk gumpalan-gumpalan darah yang tidak sesuai dengan tempatnya. Hal tersebut menyebabkan pendarahan pada organ tubuh.

  • Syok septik

Syok septik terjadi dimana respons tubuh terhadap infeksi salah sasaran. Hal tersebut justru membuat organ-organ yang sehat hancur, dan tidak menghancurkan virus penyebab penyakit. Hal tersebut juga memicu penurunan darah secara drastis sehingga dapat mengakibatkan kematian.

  • Rhabdomyolisis

Rhabdomyolisis menyebabkan jaringan otot mati. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja myoglobin (protein dalam sel), dan jika myoglobin tidak dapat bekerja dengan baik, maka akan memicu kerusakan fungsi pada bagian tubuh dan dapat mengakibatkan kematian.

Itulah komplikasi Corona yang perlu Anda waspadai. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tetap berada di rumah untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk menjaga kesehatan, Anda sebaiknya konsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, serta minum obat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>