Langkah-Langkah Antisipatif Lawan Jerawat di Rahang

Salah satu posisi di wajah yang favorit ditumbuhi jerawat adalah rahang. Jerawat di rahang termasuk “bandel”. Dalam kata lain, jerawat-jerawat itu kerap datang dan kembali lagi jika faktor-faktor untuk tumbuh cukup ideal.

Faktor-faktor tumbuhnya jerawat di rahang tak cuma pori-pori yang tersumbat lantaran wajah kita kotor atau kelebihan minyak. Jerawat di rahang amat identik dengan pengaruh internal tubuh kita. Faktor-faktor seperti stres, pola makan, dan hormon merupakan penyebab utama terjadinya jerawat di rahang dan dagu. Atas dasar itu, perempuan menjadi golongan yang paling rentan terserang jerawat di wajah bagian bawah ini.

Untuk itu, penting kiranya mengetahui langkah-langkah antisipatif agar dapat terhindar dari kondisi kulit yang membuat kita kurang nyaman lantaran mengganggu penampilan ini. Apa saja? Berikut di antaranya:

  1. Lakukan Eksfoliasi saat Memasuki Paruh Periode Menstruasi

Cara terbaik untuk mengatasi jerawat di rahang adalah mencegahnya berkembang sejak awal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hormon menjadi faktor utama tumbuhnya jerat di bagian ini. Menstruasi adalah salah satu masa di mana terjadi ketidakseimbangan hormon.

Oleh karenanya, di setengah periode awal menstruasi, membersihkan area rahang dengan teknik eksfoliasi dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih.

  • Mengurangi Asupan Produk Olahan Susu

Sama seperti hormon, pola konsumsi kita dapat mempengaruhi berkembangnya jerawat di rahang. Salah satu bahan makanan yang dapat Anda hindari agar tak memiliki jerawat di rahang adalah produk olahan susu. Kebanyakan sapi penghasil susu menerima growth hormone atau suplemen hormon untuk meningkatkan produksinya. Alhasil, jika kamu mengonsumsi produk olahan susu dari sapi-sapi tersebut, hormon kamu pun akan terpengaruh dan berpotensi terganggu.

Untuk mengetahui apakah konsumsi produk olahan susu menjadi penyebab timbulnya jerawat pada area dagu atau rahang, kamu bisa menyetop konsumsi produk olahan susu selama 2-3 minggu untuk melihat adanya perubahan atau tidak.

  • Hindari Perpindahan Bakteri ke Area Dagu atau Rahang

Cara termudah untuk menghindari perpindahan bakteri ke area rahang adalag dengan tidak menyentuh area dagu atau rahang dengan tangan, apalagi jika tangan Anda kotor. Berhati-hati juga saat mengenakan helm atau pakaian dengan kerah tinggi yang menyentuh area tersebut.

Lebih baik, gunakan masker saat berkendara dengan motor agar wajah Anda tidak terpapar debu atau bersentuhan secara langsung dengan helm. Terakhir, jangan lupa untuk membersihkan ponsel atau headset yang kerap menempel pada wajah secara berkala

  • Tambahkan Pembersih Asam Salisilat dalam Rutinitas Skincare

Untuk menghilangkan minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, gunakan pembersih dengan kandungan asam salisilat. Sehingga pori-pori tetap bersih. Pembersih dengan formula tanpa pewangi juga direkomendasikan untuk kulit sensitif.

Selain itu, pengobatan topikal cukup efektif untuk mengeringkan jerawat yang membandel. Oleskan Acne Spot yang memiliki kandungan Witch Hazel dan asam salisilat dua persen yang bekerja untuk mengempiskan jerawat, kemerahan, dan pembengkakan. Oleskan di atas jerawat sebelum tidur.

  • Bisa Mencoba Benzoyl Peroxide

Jika penggunaan asam salisilat tak mampu menangani jerawat di rahan Anda, mulailah untuk mencoba menggunakan benzoyl peroxide yang juga efektif mengurangi ukuran dan kemerahan pada jerawat. Ia menjadi salah satu obat jerawat yang direkomendasikan untuk merawat kulit tanpa resep dokter.

  • Obati Area yang Bermasalah Saja

Cara atau tindakan ini merupakan salah satu poin penting, tetapi kerap dilewatkan. Saat mengatasi jerawat di area dagu atau rahang, maupun area spesifik lainnya, pastikan agar Anda hanya menggunakan obat jerawat pada area yang bermasalah.

Jika Anda menggunakan obat jerawat yang bersifat mengeringkan pada seluruh wajah, bisa-bisa area wajah lain yang sebelumnya tidak bermasalah akan ikut berjerawat. Area yang tadinya aman, akhirnya malah kering karena obat jerawat, sehingga tampak kemerahan, perih, mengelupas, bahkan memproduksi minyak berlebih, dan bisa menjadi ‘ladang’ jerawat baru.

  • Berkonsultasi dengan Dokter Kulit

Ini mungkin langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jerawat di rahang ketika semua cara yang disebut di atas tak juga ampuh. Kecocokan perawatan kulit setiap orang tidaklah sama. Sehingga Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan produk yang tepat untuk digunakan. Nantinya setelah mengetahui akar masalahnya, dokter kulit akan meresepkan krim dan antibiotik topikal untuk mengobati jerawat yang ada.

***

Itulah beberapa langkah untuk mencegah terjadinya jerawat di rahang. Semua langkah tersebut memang terkesan sama dengan pencegahan jerawat di daerah lain. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat berurusan dengan jerawat yang disebabkan oleh hormon. Jika kondisi jerawat di rahang berlangsung berkepanjangan, cobalah untuk berkonsultasi juga dengan dermatologis atau ginekologis seputar keseimbangan hormon dan pengaruhnya terhadap kulit Anda.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>