Membangun Motivasi untuk Hindari Prokrastinasi

Prokrastinasi biasanya mendapat julukan buruk sebagai kebiasaan yang mempengaruhi produktivitas dan menghambat Anda untuk memenuhi potensi yang Anda miliki.

Beberapa peneliti mendefinisikan prokrastinasi sebagai “suatu bentuk kegagalan pengaturan diri […] yang ditandai oleh penundaan yang tidak perlu dari hal-hal yang ingin dilakukan seseorang meskipun ada konsekuensi negatif yang diharapkan.”

Menurut Piers Steel ada persamaan yang sangat berguna dalam mencegah prokrastinasi atau penundaan, yaitu:

Motivasi = (Harapan * Nilai) / (Impulsif * Keterlambatan)

Motivasi adalah kemauan untuk melakukan pekerjaan, intinya kebalikan dari penundaan yang Anda rasakan.

Harapan mengacu pada seberapa banyak Anda berharap untuk berhasil dalam melakukan tugas dan dengan demikian mendapatkan imbalan yang diinginkan. Semakin Anda berharap menjadi sukses, semakin kecil kemungkinan Anda untuk menunda-nunda hal tersebut.

Nilai mengacu pada seberapa banyak Anda menikmati tugas yang Anda lakukan dan seberapa besar Anda akan menikmati hadiah yang didapat setelah menjalankan tugas tersebut. Semakin banyak nilai yang Anda peroleh dari tugas atau penghargaan itu, semakin besar kemungkinan Anda untuk langsung bekerja.

Impulsif mengacu pada kecenderungan Anda untuk terganggu oleh hal-hal lain. Impulsif tinggi yang menjadi distraksi Anda misalnya, beralih ke Instagram atau Facebook alih-alih melakukan tugas atau pekerjaan yang seharusnya Anda dilakukan.

Keterlambatan mengacu pada waktu yang Anda miliki sampai mendapat hadiah yang diinginkan. Semakin lama keterlambatan yang Anda miliki, semakin besar juga kemungkinan Anda untuk menunda-nunda suatu pekerjaan, karena Anda merasa bahwa imbalannya masih jauh dan lama untuk didapatkan.

Tujuannya adalah untuk memaksimalkan harapan dan nilai yang Anda miliki, karena kedua hal tersebut berbanding lurus dengan motivasi. Sementara itu, Anda ingin meminimalkan impulsif dan penundaan, karena kedua hal tersebut berbanding terbalik dengan motivasi.

Sekarang Anda memiliki kerangka kerja yang terdiri dari motivasi, selanjutnya adalah menindaklanjuti untuk bagaimana menggunakan persamaan diatas untuk keuntungan Anda dan mengatasi prokrastinasi.

  1. Membuat Langkah-Langkah

Apabila Anda memiliki tugas apa pun yang perlu Anda lakukan, belajar untuk ujian atau menyelesaikan suatu proyek, membuat langkah-langkah buatlah langkah-langkah kecil. Dengan membuat langkah-langkah, akan meningkatkan ekspektasi dalam persamaan prokrastinasi, karena tugas yang lebih kecil akan tampak lebih mudah untuk diselesaikan daripada proyek yang besar.

  1. Mempertahankan Tugas Tetap Kecil

Komponen tersulit untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan adalah untuk memulai. Untuk mengatasi ini, Anda dapat melakukannya dengan menggunakan Teknik Pomodoro, metode terstruktur untuk belajar dengan waktu. Seperti, Anda bekerja dalam blok waktu 25 menit, masing-masing dipisahkan oleh istirahat 5 menit. Pada setiap blok, Anda harus fokus hanya pada satu tugas. Hal ini mempermudah Anda untuk tetap fokus melakukan sesuatu.

  1. Tetapkan Ekspektasi Rendah

Hal ini adalah trik lain untuk meningkatkan ekspektasi dalam persamaan diatas. Tetapkan tujuan Anda menjadi sesuatu yang kurang dari apa yang sebenarnya mampu Anda lakukan.

  1. Membuat Sesuatu yang Menyenangkan dari Pengalaman Belajar Anda

Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah memberi diri Anda hadiah untuk menyelesaikan setiap tugas. Misalnya, Anda dapat memberikan hadiah pada diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan sehat dan lezat atau berkumpul dengan teman hanya setelah Anda menyelesaikan tugas Anda. 

  1. Membuat Lingkungan Belajar Anda Produktif

Kita semua dapat sepakat bahwa salah satu pembunuh terbesar bagi produktivitas kita adalah gangguan.  Ciptakan lingkungan kerja atau belajar Anda dengan meminimalkan distraksi atau gangguan, misalnya mematikan ponsel. Dengan melakukan hal tersebut, Anda mengurangi impulsif dari persamaan motivasi diatas.

Prokrastinasi dipercaya hanya sebuah kondisi yang bersifat hanya sementara. Sebagai salah satu kondisi dimana Anda mengeskpresikan mood buruk Anda pada suatu pekerjaan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>