Memilih Pembersih Makeup yang Tepat untuk Kulit Berjerawat

Makeup seringkali menjadi musuh bagi kulit berjerawat. Pasalnya, makeup bisa menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan jerawat. Oleh karena itu, proses pembersihan makeup harus dilakukan secara tuntas.

Anda harus memerhatikan komposisi pembersih makeup secara detail. Jika salah memilih, kondisi kulit berjerawat akan semakin parah dan menimbulkan breakout.

  1. Jangan lupakan double cleansing

Double cleansing merupakan ritual wajib setelah menggunakan makeup, terlebih untuk kulit berjerawat. Tujuannya, agar sisa makeup terangkat dengan sempurna sehingga pori-pori tidak tersumbat. Langkah pertama double cleansing yaitu, gunakan pembersih berbahan dasar air. Langkah kedua, gunakan sabun cuci muka seperti biasa.

Double cleansing juga harus dilakukan pada pagi hari sebelum memakai makeup dan beraktivitas. Pada metode 10 steps Korea skincare routine, ini merupakan step pertama sebelum pengaplikasian jenis skincare lainnya. Jika terlewat, maka skincare selanjutnya tidak dapat menyerap ke dalam kulit wajah secara maksimal.

  • Pilih cleansing berbahan dasar air

Ada beberapa tipe cleansing, diantaranya cleansing water, oil, milk, dan balm. Gunakan tipe cleansing yang berbahan dasar air, yaitu cleansing water atau sering juga disebut micellar water. Kandungan minyak pada tipe cleansing berbahan dasar minyak mampu menyumbat pori-pori wajah.

Kebanyak micellar water pada pembersih makeup mengandung gliserin yang mampu mengembalikan fungsi hidrasi kulit serta menjaga skin barrier. Gliserin juga mampu mengurangi iritasi kemerahan pada kulit berjerawat.

  • Pillih yang tidak mengandung fragrance

Fragrance disebut juga parfume, parfum, atau aroma pada produk pembersih kulit wajah. Jika digunakan secara berlebihan, maka akan menimbulkan iritasi, kemerahan, rasa gatal, bahkan pengelupasan pada kulit berjerawat. Fragrance merupakan alergen pemicu alergi sehingga reaksi-reaksi tersebut bisa terjadi.

Bukan hanya kulit berjerawat, fragrance juga sebaiknya dihindari tipe kulit yang sensitif. Meskipun sebelumnya tidak pernah sensitif terhadap suatu zat tertentu, namun seiring berubahnya kondisi tubuh, sensitifitas bisa berubah. Jika terlanjur menggunakannya dan timbul iritasi pada wajah, sebaiknya segera hentikan pemakaian.  

  • Pilih sabun muka dengan pH dan komposisi yang sesuai

Dermatologis menyarakan pH yang baik untuk pembersih wajah berkisar 4 – 6,5 karena mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme, salah satunya bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes. Sedangkan pH basa mampu merusak lapisan kulit sehingga menyebabkan kulit kering.

Asam salisilat dan sulfur merupakan bahan aktif pencegah timbulnya bakteri jerawat pada sabun cuci muka. Asam salisilat berfungsi mengangkat sel kulit mati, meringankan peradangan, dan mengurangi minyak di wajah.

Sulfur juga berfungsi membuang sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Sulfur memiliki efek samping bau yang cukup menyengat. Kulit juga menjadi lebih kering setelah penggunaan produk dengan bahan aktif sulfur.

  • Pilih kapas berbahan lembut

Penggunaan micellar water menggunakan kapas berfungsi meratakan dan mengangkat kotoran dan sia makeup di wajah. Kapas dengan serat lembut menjadi pilihan yang cocok untuk kulit berjerawat. Tidak perlu menggosok wajah terlalu kuat sehingga bisa melukai jerawat yang sedang meradang.

Kapas yang telah penuh dengan sisa makeup sebaiknya diganti dengan yang baru agar kotoran tidak kembali menempel di wajah. Pembersihannya dilakukan dengan cara diusap-usap ke arah atas.

Memelihara kulit berjerawat memang tidak mudah, ada banyak faktor yang menjadi penyebab munculnya jerawat. Usaha memilih jenis perawatan kulit termasuk pembersih makeup yang benar harus dilakukan secermat mungkin.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>