Otot Berkedut Bikin Khawatir, Pertanda Apakah Ini?

Otot Berkedut Bikin Khawatir, Pertanda Apakah Ini?

Pernahkah Anda mengalami otot berkedut secara tiba-tiba? Atau sedang istirahat tanpa disadari otot Anda mulai berkedut? Kondisi ini mungkin sering dialami oleh banyak orang, tetapi sering pula diabaikan dan dianggap bukanlah hal yang serius. Meskipun begitu, bisa saja otot berkedut pertanda seseorang sedang mengalami kondisi tertentu. 

Otot berkedut pertanda apa?

Otot berkedut sering disebut juga dengan fasikulasi. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa fasikulasi bisa menjadi pertanda adanya masalah pada sistem saraf Anda. Berikut ini penyebab terjadinya otot berkedut sekaligus menunjukkan adanya suatu hal yang tidak beres sedang terjadi pada tubuh Anda.

  1. Kekurangan elektrolit.

Kekurangan elektrolit yang penting keberadaannya di dalam tubuh, seperti kalsium, kalium, dan magnesium, dapat menyebabkan otot berkedut. Pasalnya, mineral-mineral ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi kerja otot.

Kalsium dan magnesium berperan penting dalam kontraksi otot dan penghantaran sinyal saraf. Kedua zat gizi ini saling bekerja sama, sehingga dapat membantu mengurangi kram dan kedutan otot. Sementara itu, kalium berperan penting dalam menghantarkan sinyal saraf dan kontraksi otot. Itulah mengapa kekurangan elektrolit ini dapat menyebabkan otot Anda berkedut. Penting untuk dicatat bahwa obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

  1. Kekurangan vitamin D.

Selain kekurangan elektrolit, otot berkedut juga dapat menandakan bahwa tubuh Anda kekurangan vitamin D. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan otot dan tulang. Vitamin D membantu penyerapan mineral kalsium dan terlibat dalam proses transmisi impuls saraf. Bisa dibayangkan bukan jika tubuh Anda kekurangan vitamin D, maka apa yang akan terjadi?

  1. Dehidrasi.

Cairan vital dalam tubuh bisa saja hilang melalui ekskresi keringat, urin, muntahan, dan lainnya, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Ketika tubuh dehidrasi, maka aliran darah ke otot menjadi berkurang secara signifikan. Akhirnya, memengaruhi kemampuan otot tubuh untuk melakukan fungsinya secara normal, seperti berkontraksi dan relaksasi, termasuk pula menyebabkan otot berkedut.

  1. Kelelahan setelah latihan fisik.

Otot berkedut juga bisa terjadi setelah Anda melakukan latihan fisik, terutama dengan intensitas berat dan otot terlalu banyak bekerja hingga mengalami kelelahan. Selama berolahraga, Anda akan kehilangan banyak elektrolit melalui keringat, sehingga tubuh akan mengalami kekurangan magnesium, kalsium, magnesium, dan elektrolit lainnya. Akibatnya, otot Anda pun jadi berkedut.

Selain itu, asam laktat yang terbentuk di otot selama latihan juga berkontribusi pada kedutan otot. Ini terjadi ketika tubuh yang seharusnya menggunakan cadangan oksigen untuk mengubah glukosa menjadi energi, tetapi tidak memiliki cukup oksigen untuk melakukan proses ini, maka asam laktat yang akan dipecah menjadi energi tanpa oksigen. Asam laktat yang tidak dapat digunakan secepat saat dibuat inilah yang menyebabkan gejala seperti nyeri dan kedutan otot, mual, dan tubuh lemah.

  1. Kelebihan kafein dan alkohol.

Tanda-tanda tubuh kelebihan kafein dan alkohol sebenarnya dapat terlihat jelas, termasuk juga otot berkedut. Mengapa? Stimulan dalam kafein dosis tinggi dapat menyebabkan ketegangan pada serat otot di seluruh tubuh. 

Selain itu, kafein bertindak sebagai diuretik ringan, sehingga jika konsumsi berlebihan, berisiko mengalami dehidrasi yang dapat menimbulkan kedutan pada otot. Mekanisme lainnya adalah kafein yang juga dapat memblokir penyerapan nutrisi dan elektrolit tertentu, seperti magnesium, potasium, dan vitamin D, di mana semua zat gizi ini berperan penting dalam mencegah otot berkedut.

Adapun konsumsi alkohol berlebihan dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dan elektrolit yang penting untuk kesehatan otot.

  1. Kurang tidur.

Kedutan otot dapat muncul ketika tubuh Anda sangat lelah dan kurang tidur, terutama jika Anda tetap memaksakan olahraga. Kemampuan neurotransmiter di otak yang berperan dalam menyampaikan pesan ke seluruh tubuh jadi berkurang. Akibatnya, pengiriman sinyal ke otot juga terganggu, sehingga menyebabkan otot berkedut.

  1. Stres.

Stres adalah gejala atau penyebab banyak kondisi kesehatan tubuh, termasuk masalah pada otot. Ketika Anda stres, tubuh akan bersiap melawan bahaya yang akan segera terjadi dan ini akan memengaruhi kerja dari sistem saraf jadi tidak menentu, karena impuls saraf juga bertanggung jawab dalam mengendalikan kontraksi otot. Jadi, tidak heran jika stres menyebabkan otot Anda jadi berkedut.

Masih banyak lagi faktor-faktor yang dapat menyebabkan otot berkedut, seperti efek dari konsumsi obat-obatan tertentu (contohnya obat antidepresan dan obat tekanan darah tinggi) atau kondisi medis, seperti ALS, SMA, Isaac’s syndrome, atau distrofi otot.

Umumnya, otot berkedut tidak memerlukan pengobatan khusus dan hilang dalam beberapa hari. Namun, sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mengalaminya bersamaan dengan gejala-gejala lain yang mungkin tidak dapat dijelaskan tanpa bantuan dokter. Selain itu, lakukan perubahan gaya hidup lebih sehat, seperti kurangi kafein dan alkohol, cukup tidur, tetap terhidrasi, dan penuhi asupan zat gizi penting yang bermanfaat untuk kesehatan otot Anda. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>