ensefalopati tagged posts

Mengenal Jenis-jenis Penyakit Ensefalopati

Ensefalopati adalah istilah yang digunakan untuk kerusakan atau malfungsi otak.

Ensefalopati merupakan istilah umum untuk mendeskripsikan sebuah penyakit yang mempengaruhi fungsi atau struktur otak. Ada banyak jenis ensefalopati dan penyakit otak, mulai dari penyakit sementara hingga permanen. Beberapa jenis ensefalopati muncul sejak lahir dan tidak akan berubah seiring berjalannya waktu. Sementara itu, jenis lain dapat muncul kapanpun dan mungkin berubah semakin memburuk seiring Anda bertambah usia. Artikel ini akan membahas berbagai jenis ensefalopati yang perlu Anda ketahui. 

Jenis dan penyebab ensefalopati

Berikut ini adalah beberapa jenis ensefalopati yang umum dijumpai, serta hal-hal apa saja yang menjadi penyebabnya. 

  • Ensefalopati traumatik kronis

Ensefalopati jenis ini terjadi ketika ada beberapa trauma atau cedera pada otak. Cedera atau trauma tersebut dapat menyebabkan kerusakan saraf di otak. Kondisi ini sering terjadi pada atlet, seperti petinju dan pemain sepak bola. Para tentara yang pernah cedera karena ledakan tertentu juga dapat menderita ensefalopati jenis ini. 

  • Ensefalopati glisin

Ensefalopati jenis ini merupakan ensefalopati yang disebabkan oleh faktor kondisi genetik, atau keturunan, yang mana terdapat kadar glisin (asam amino) dalam jumlah tinggi di otak. Gejala ensefalopati glisin biasanya akan muncul setelah bayi lahir atau pasca persalinan. 

  • Ensefalopati hati

Ini disebabkan oleh penyakit hati. Saat hati Anda tidak dapat berfungsi dengan baik, racun yang biasanya dibuang dari tubuh malah menumpuk di darah untuk akhirnya sampai ke otak. 

  • Ensefalopati Hashimoto

Ini merupakan ensefalopati jenis langka yang dihubungkan dengan kondisi autoimun bernama penyakit Hashimoto. Dalam penyakit ini, sistem kekebalan tubuh Anda salah menyerang kelenjar thyroid. Kelenjar thyroid bertanggung jawab dalam produksi hormon pengatur tubuh. Para ilmuwan hingga kini masih belum tahu bagaimana kedua kondisi tersebut saling berhubungan. 

  • Ensefalopati hipertensif

Kondisi ini merupakan hasil dari tekanan darah tinggi yang tidak dirawat atau diobati dalam waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan otak Anda membengkak, dan menyebabkan kerusakan otak atau ensefalopati hipertensif. 

  • Ensefalopati metabolik racun

Ensefalopati jenis ini merupakan hasil dari infeksi, racun, dan kegagalan organ tubuh. Saat elektrolit, hormon, dan zat kimia tubuh lain tidak seimbang seperti biasanya, hal tersebut akan mempengaruhi fungsi otak. Selain itu, akan ada kemungkinan keberadaan infeksi di tubuh atau zat kimia beracun. Ensefalopati dapat sembuh ketika ketidakseimbangan zat kimia yang menjadi penyebabnya dikembalikan ke kondisi semula atau racun dan infeksi dihilangkan. 

  • Ensefalopati hypoxic ischemic

Kondisi ini merupakan sebuah kerusakan otak yang disebabkan ketika otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau disfungsi. Ensefalopati jenis ini dapat disebabkan karena kekurangan oksigen pada otak, misalnya saat janin yang masih berkembang di rahim terpapar oleh alkohol akibat gaya hidup tidak sehat sang ibu. 

  • Ensefalopati infeksi

Dikenal juga dengan nama penyakit prion. Prion merupakan protein yang dapat ditemukan secara alami di tubuh. Namun, protein tersebut dapat bermutasi dan menyebabkan penyakit yang secara perlahan merusak otak (penyakit neurodegenerative). 

  • Ensefalopati Wernicke

Juga dikenal dengan nama penyakit Wernicke, kondisi ini disebabkan karena defisiensi vitamin B1 akibat konsumsi alkohol dalam jangka panjang, asupan nutrisi yang buruk, dan penyerapan makanan yang tidak baik. 

Pemulihan atau penyembuhan dari kondisi ensefalopati tergantung pada seberapa parah kondisi yang dimiliki serta penyebab utama penyakit tersebut. Kebanyakan kasus ensefalopati dapat disembuhkan apabila penyebab dapat diidentifikasi dengan segera dan perawatan dimulai secepatnya. Namun, semua kondisi tersebut dapat berisiko fatal apabila tidak dirawat dan diobati.

Read More