hepatitis tagged posts

Waspadai Beberapa Faktor Risiko Hepatitis C

Dari banyak ragam virus hepatitis, hepatitis C menjadi salah satu yang paling berbahaya. Pasalnya, hepatitis C merupakan penyakit kronis yang menjangkiti seseorang secara menahun atau dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, sampai hari ini belum tersedia vaksin untuk mencegah seseorang dari infeksi virus HCV.

Atas dasar itulah menjadi amat penting untuk mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terserang hepatitis C. Sebab, mungkin, untuk saat ini hanya itulah cara satu-satunya untuk membendung tubuh dari rundungan penyakit ini.

Utamanya, virus HCV dapat sampai di tubuh seseorang dan berkembang untuk menggerogoti tubuh melalui kontak dengan penderita. Baik tanpa maupun dengan sesuatu sebagai perantaranya. Cairan tubuh, utamanya darah, menjadi salah satu jalan paling efektif bagi HCV berpindah ke orang lain.

Untuk lebih jelas mengenai faktor-faktor risiko hepatitis C, di bawah ini tersedia pemaparannya:

  • Penggunaan Alat Medis yang Terkontaminasi

Alat medis yang tidak steril dan digunakan bergiliran atau bergantian mampu menjadi wadah penularan virus hepatitis C (VHC). Meski hal ini sekadar faktor risiko penularan yang rendah, tetapi tidak saja tak bisa diabaikan. Maka dari itu sebaiknya fasilitas medis tetap memperhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan sebagai perangkat kerjanya.

  • Kondisi Tempat Tinggal dan Tempat Kerja

Kondisi tempat tinggal dan lingkungan kerja Anda bisa menjadi faktor risiko hepatitis, jika:

Anda merawat dan tinggal bersama seseorang yang menderita hepatitis. Virus hepatitis bisa menular dari barang-barang pribadi yang digunakan bersama, seperti sikat gigi, alat cukur, atau bahkan pemotong kuku yang mungkin telah terinfeksi darah dalam jumlah kecil.

Anda merupakan petugas layanan kesehatan (dokter, suster, perawat, atau bidan). Pasalnya, pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki intensitas yang tinggi untuk terpapar dengan darah dan peralatan kesehatan yang mungkin saja telah terkontaminasi virus hepatitis C.

  • Kontak antara Benda-Benda Tajam dan Tubuh

Jarum suntik yang tidak steril dan digunakan secara bergantian mampu menularkan virus Hepatitis C. Tidak dianjurkan melakukan kegiatan menyuntik di tempat yang tidak terjamin kebersihannya dan keamanannya. Orang yang mengonsumsi narkoba dengan metode suntik merupakan kelompok yang paling rentan dalam faktor risiko ini.

Selain itu, aktivitas menindik atau menato bagian tubuh juga berpotensi menyebabkan hepatitis C jika alat-alat yang digunakan tidak steril dari virus HCV.

Faktor risiko ini juga termasuk penggunaan alat cukur secara bersama-sama.

  • Penyalahgunaan Obat-Obatan dan Alkohol

Obat tertentu bisa menyebabkan kerusakan hati parah jika Anda menggunakannya tak sesuai aturan, contohnya paracetamol (acetaminophen). Obat-obatan lainnya juga bisa memicu hepatitis, seperti methotrexate (Trexall, Rheumatrex), yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Selain obat-obatan, konsumsi alkohol jangka panjang juga dapat menyebabkan hepatitis. Orang yang paling berisiko adalah mereka yang minum sampai 100 gram alkohol setiap hari, dan rutin mengonsumsi sekitar 10 minuman beralkohol atau lebih dalam sehari, selama beberapa tahun.

  • Transfusi Darah

Penerima transfusi atau produk darah dengan sumber yang belum diskrining meningkatkan risiko hepatitis C. Yang dimaksud skrining sendiri adalah uji laboratorium mengenai tingkat kelayakan darah sebelum didonorkan.

  • Aktivitas Seksual Tidak Aman

Aktivitas seksual yang tidak aman juga menjadi faktor risiko penularan hepatitis C. Aktivitas seksual tidak aman antara lain; berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom (baik itu vaginal, anal, maupun oral). Penyakit ini dikabarkan dapat pula ditularkan kepada bayi dari ibu yang terinfeksi, meski kasusnya sangat jarang.

Yang perlu diingat adalah, faktor risiko penularan hepatitis C ini tidak termasuk aktivitas menyusui (pemberian ASI pada bayi) maupun kontak fisik seperti memeluk atau mencium.

***

Kendati saat ini dunia medis terus mengembangkan keilmuannya dalam hal penanganan dan pengobatan kepada mereka yang terpapar hepatitis C, tetapi jangan pernah sekalipun Anda menunggu hingga terlular untuk menyadari betapa bahayanya penyakit ini.

Jika Anda belum tertular upayakan hindari dan jauhi faktor-faktor risiko hepatitis C di atas. Senadainya, Anda menjalani profesi dengan potensi terinfeksi virus ini, tetaplah pastikan Anda telah terproteksi dengan baik sebelum memulai pekerjaan.

Sementara itu, manakala seseorang telah terlanjur terinfeksi, penting kiranya penderita hepatitis C melakukan pemeriksaan rutin oleh tenaga medis sembari terus menjaga kesehatannya sebaik mungkin.

Read More