kehamilan tagged posts

Berbagai Gejala-gejala saat Hamil yang Harus Diwaspadai

Kehamilan pada umumnya memiliki banyak gejala-gejala, baik yang mudah diamati dan yang sulit untuk diidentifikasi. Gejala-gejala kehamilan tersebut umumnya merupakan hal yang wajar terjadi kepada sebagian besar ibu. Meski demikian, gejala-gejala kehamilan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Apalagi jika mencakup beberapa poin di bawah ini.

1. Muntah Berlebihan

Biasanya, mual di pagi hari itu tidak berbahaya. Tetapi jika Anda muntah berlebihan hingga tak bisa minum atau tak bisa kencing, segera hubungi dokter. Anda bisa mengalami dehidrasi yang membahayakan Anda maupun janin.

Muntah berlebihan adalah gejala hyperemesis gravidarum. Kondisi tersebut adalah morning sickness ekstrem yang bisa berlangsung sepanjang kehamilan. Segera ke dokter jika tidak bisa makan dua hari berturut-turut. Ataupun ketika Anda merasa keracunan makanan dan muntah diiringi demam tinggi.

2. Perut Sakit Luar Biasa

Waspadalah jika kehamilan kurang dari 12 minggu, lalu terasa kram luar biasa di salah sisi perut. Apalagi jika Anda belum menjalani USG. Dokter kemungkinan akan mencurigai Anda mengalami kehamilan ektopik, yakni telur menempel pada tuba falopi, bukan di uterus.

Hubungi dokter juga jika sakit luar biasa terasa di usia kehamilan selanjutnya. Bisa jadi itu adalah kontraksi ataupun radang usus buntu.  

3. Keluar Banyak Air atau Kontraksi

Jika usia kehamilan sudah tua, keluarnya banyak air bisa jadi adalah gejala ketuban telah pecah. Segeralah ke rumah sakit untuk mendapat tindakan.

Tetapi jika air keluar sebelum kehamilan berusia 37 minggu, segera hubungi dokter. Bisa jadi kantung ketuban pecah dan Anda akan melahirkan prematur. Kemungkinan lain, Anda hanya terkencing karena bayi menendang terlalu keras.

Kontraksi juga salah satu gejala melahirkan secara prematur. Jadi jika gejala itu muncul antara kehamilan 24 hingga 36 minggu, segera hubungi dokter.

4. Perdarahan

Segera hubungi dokter jika terjadi perdarahan dari vagina. Jika itu terjadi di trimester ke dua atau ke tiga, kemungkinan terjadi robekan di plasentaatau masalah lain. Anda perlu menjalani USG. Namun jangan khawatir, sebagian besar pendarahan saat kehamilan tak mengacu pada masalah jangka panjang.

Jika pendarahan terjadi pada 12 minggu pertama, tetap tenang. Banyak wanita mengalaminya di trimester awal dan biasanya berbentuk bercak-bercak. Jadi, perdarahan itu tak selalu menjadi pertanda Anda akan keguguran.

5. Sakit Kepala Hebat atau Bengkak Sekujur Tubuh

Gejala saat hamil yang lain berupa pusing hebat atau migrain di trimester ke dua atau ke tiga. Anda perlu hati-hati jika pusing disertai dengan tangan dan wajah bengkak yang tak kunjung kembali normal. Gejala lain adalah pandangan tiba-tiba buram.

Semua itu bisa jadi Anda alami preeklamsia (tekanan darah tinggi yang diakibatkan kehamilan). Jika itu terjadi, segera temui dokter.

Beda lagi jika sakit kepala itu terjadi di trimester pertama, sementara Anda sebelumnya biasa menderita migrain, mungkin itu bukan masalah. Sedangkan bengkak di betis saat kehamilan menandakan tubuh Anda menahan air.

6. Janin Jarang Bergerak

Jika bayi tidak menendang selama satu jam, tak perlu panik. Coba minum jus buah, agar naiknya kadar gula dalam darah membuat bayi bersemangat dan mulai menendang. Istirahatlah dengan berbaring menyamping selama setengah jam.

Jika selama setengah jam itu tak ada tiga atau empat gerakan bayi, segera hubungi dokter. Biasanya tak ada masalah, karena bayi kemungkinan besar hanya sedang tenang. Dokter bisa jadi memeriksa apakah Anda stres, atau menjalankan pemeriksaan USG untuk meyakini bahwa tidak ada masalah. Itulah gejala-gejala saat hamil yang harus diwaspadai. Sebaiknya segera hubungi dokter untuk mencegah terjadinya kondisi fatal.

Read More