penyakit tagged posts

Langkah-Langkah Antisipatif Lawan Jerawat di Rahang

Salah satu posisi di wajah yang favorit ditumbuhi jerawat adalah rahang. Jerawat di rahang termasuk “bandel”. Dalam kata lain, jerawat-jerawat itu kerap datang dan kembali lagi jika faktor-faktor untuk tumbuh cukup ideal.

Faktor-faktor tumbuhnya jerawat di rahang tak cuma pori-pori yang tersumbat lantaran wajah kita kotor atau kelebihan minyak. Jerawat di rahang amat identik dengan pengaruh internal tubuh kita. Faktor-faktor seperti stres, pola makan, dan hormon merupakan penyebab utama terjadinya jerawat di rahang dan dagu. Atas dasar itu, perempuan menjadi golongan yang paling rentan terserang jerawat di wajah bagian bawah ini.

Untuk itu, penting kiranya mengetahui langkah-langkah antisipatif agar dapat terhindar dari kondisi kulit yang membuat kita kurang nyaman lantaran mengganggu penampilan ini. Apa saja? Berikut di antaranya:

  1. Lakukan Eksfoliasi saat Memasuki Paruh Periode Menstruasi

Cara terbaik untuk mengatasi jerawat di rahang adalah mencegahnya berkembang sejak awal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hormon menjadi faktor utama tumbuhnya jerat di bagian ini. Menstruasi adalah salah satu masa di mana terjadi ketidakseimbangan hormon.

Oleh karenanya, di setengah periode awal menstruasi, membersihkan area rahang dengan teknik eksfoliasi dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih.

  • Mengurangi Asupan Produk Olahan Susu

Sama seperti hormon, pola konsumsi kita dapat mempengaruhi berkembangnya jerawat di rahang. Salah satu bahan makanan yang dapat Anda hindari agar tak memiliki jerawat di rahang adalah produk olahan susu. Kebanyakan sapi penghasil susu menerima growth hormone atau suplemen hormon untuk meningkatkan produksinya. Alhasil, jika kamu mengonsumsi produk olahan susu dari sapi-sapi tersebut, hormon kamu pun akan terpengaruh dan berpotensi terganggu.

Untuk mengetahui apakah konsumsi produk olahan susu menjadi penyebab timbulnya jerawat pada area dagu atau rahang, kamu bisa menyetop konsumsi produk olahan susu selama 2-3 minggu untuk melihat adanya perubahan atau tidak.

  • Hindari Perpindahan Bakteri ke Area Dagu atau Rahang

Cara termudah untuk menghindari perpindahan bakteri ke area rahang adalag dengan tidak menyentuh area dagu atau rahang dengan tangan, apalagi jika tangan Anda kotor. Berhati-hati juga saat mengenakan helm atau pakaian dengan kerah tinggi yang menyentuh area tersebut.

Lebih baik, gunakan masker saat berkendara dengan motor agar wajah Anda tidak terpapar debu atau bersentuhan secara langsung dengan helm. Terakhir, jangan lupa untuk membersihkan ponsel atau headset yang kerap menempel pada wajah secara berkala

  • Tambahkan Pembersih Asam Salisilat dalam Rutinitas Skincare

Untuk menghilangkan minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, gunakan pembersih dengan kandungan asam salisilat. Sehingga pori-pori tetap bersih. Pembersih dengan formula tanpa pewangi juga direkomendasikan untuk kulit sensitif.

Selain itu, pengobatan topikal cukup efektif untuk mengeringkan jerawat yang membandel. Oleskan Acne Spot yang memiliki kandungan Witch Hazel dan asam salisilat dua persen yang bekerja untuk mengempiskan jerawat, kemerahan, dan pembengkakan. Oleskan di atas jerawat sebelum tidur.

  • Bisa Mencoba Benzoyl Peroxide

Jika penggunaan asam salisilat tak mampu menangani jerawat di rahan Anda, mulailah untuk mencoba menggunakan benzoyl peroxide yang juga efektif mengurangi ukuran dan kemerahan pada jerawat. Ia menjadi salah satu obat jerawat yang direkomendasikan untuk merawat kulit tanpa resep dokter.

  • Obati Area yang Bermasalah Saja

Cara atau tindakan ini merupakan salah satu poin penting, tetapi kerap dilewatkan. Saat mengatasi jerawat di area dagu atau rahang, maupun area spesifik lainnya, pastikan agar Anda hanya menggunakan obat jerawat pada area yang bermasalah.

Jika Anda menggunakan obat jerawat yang bersifat mengeringkan pada seluruh wajah, bisa-bisa area wajah lain yang sebelumnya tidak bermasalah akan ikut berjerawat. Area yang tadinya aman, akhirnya malah kering karena obat jerawat, sehingga tampak kemerahan, perih, mengelupas, bahkan memproduksi minyak berlebih, dan bisa menjadi ‘ladang’ jerawat baru.

  • Berkonsultasi dengan Dokter Kulit

Ini mungkin langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jerawat di rahang ketika semua cara yang disebut di atas tak juga ampuh. Kecocokan perawatan kulit setiap orang tidaklah sama. Sehingga Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan produk yang tepat untuk digunakan. Nantinya setelah mengetahui akar masalahnya, dokter kulit akan meresepkan krim dan antibiotik topikal untuk mengobati jerawat yang ada.

***

Itulah beberapa langkah untuk mencegah terjadinya jerawat di rahang. Semua langkah tersebut memang terkesan sama dengan pencegahan jerawat di daerah lain. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat berurusan dengan jerawat yang disebabkan oleh hormon. Jika kondisi jerawat di rahang berlangsung berkepanjangan, cobalah untuk berkonsultasi juga dengan dermatologis atau ginekologis seputar keseimbangan hormon dan pengaruhnya terhadap kulit Anda.

Read More

Waspadai Beberapa Faktor Risiko Hepatitis C

Dari banyak ragam virus hepatitis, hepatitis C menjadi salah satu yang paling berbahaya. Pasalnya, hepatitis C merupakan penyakit kronis yang menjangkiti seseorang secara menahun atau dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, sampai hari ini belum tersedia vaksin untuk mencegah seseorang dari infeksi virus HCV.

Atas dasar itulah menjadi amat penting untuk mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terserang hepatitis C. Sebab, mungkin, untuk saat ini hanya itulah cara satu-satunya untuk membendung tubuh dari rundungan penyakit ini.

Utamanya, virus HCV dapat sampai di tubuh seseorang dan berkembang untuk menggerogoti tubuh melalui kontak dengan penderita. Baik tanpa maupun dengan sesuatu sebagai perantaranya. Cairan tubuh, utamanya darah, menjadi salah satu jalan paling efektif bagi HCV berpindah ke orang lain.

Untuk lebih jelas mengenai faktor-faktor risiko hepatitis C, di bawah ini tersedia pemaparannya:

  • Penggunaan Alat Medis yang Terkontaminasi

Alat medis yang tidak steril dan digunakan bergiliran atau bergantian mampu menjadi wadah penularan virus hepatitis C (VHC). Meski hal ini sekadar faktor risiko penularan yang rendah, tetapi tidak saja tak bisa diabaikan. Maka dari itu sebaiknya fasilitas medis tetap memperhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan sebagai perangkat kerjanya.

  • Kondisi Tempat Tinggal dan Tempat Kerja

Kondisi tempat tinggal dan lingkungan kerja Anda bisa menjadi faktor risiko hepatitis, jika:

Anda merawat dan tinggal bersama seseorang yang menderita hepatitis. Virus hepatitis bisa menular dari barang-barang pribadi yang digunakan bersama, seperti sikat gigi, alat cukur, atau bahkan pemotong kuku yang mungkin telah terinfeksi darah dalam jumlah kecil.

Anda merupakan petugas layanan kesehatan (dokter, suster, perawat, atau bidan). Pasalnya, pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki intensitas yang tinggi untuk terpapar dengan darah dan peralatan kesehatan yang mungkin saja telah terkontaminasi virus hepatitis C.

  • Kontak antara Benda-Benda Tajam dan Tubuh

Jarum suntik yang tidak steril dan digunakan secara bergantian mampu menularkan virus Hepatitis C. Tidak dianjurkan melakukan kegiatan menyuntik di tempat yang tidak terjamin kebersihannya dan keamanannya. Orang yang mengonsumsi narkoba dengan metode suntik merupakan kelompok yang paling rentan dalam faktor risiko ini.

Selain itu, aktivitas menindik atau menato bagian tubuh juga berpotensi menyebabkan hepatitis C jika alat-alat yang digunakan tidak steril dari virus HCV.

Faktor risiko ini juga termasuk penggunaan alat cukur secara bersama-sama.

  • Penyalahgunaan Obat-Obatan dan Alkohol

Obat tertentu bisa menyebabkan kerusakan hati parah jika Anda menggunakannya tak sesuai aturan, contohnya paracetamol (acetaminophen). Obat-obatan lainnya juga bisa memicu hepatitis, seperti methotrexate (Trexall, Rheumatrex), yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Selain obat-obatan, konsumsi alkohol jangka panjang juga dapat menyebabkan hepatitis. Orang yang paling berisiko adalah mereka yang minum sampai 100 gram alkohol setiap hari, dan rutin mengonsumsi sekitar 10 minuman beralkohol atau lebih dalam sehari, selama beberapa tahun.

  • Transfusi Darah

Penerima transfusi atau produk darah dengan sumber yang belum diskrining meningkatkan risiko hepatitis C. Yang dimaksud skrining sendiri adalah uji laboratorium mengenai tingkat kelayakan darah sebelum didonorkan.

  • Aktivitas Seksual Tidak Aman

Aktivitas seksual yang tidak aman juga menjadi faktor risiko penularan hepatitis C. Aktivitas seksual tidak aman antara lain; berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom (baik itu vaginal, anal, maupun oral). Penyakit ini dikabarkan dapat pula ditularkan kepada bayi dari ibu yang terinfeksi, meski kasusnya sangat jarang.

Yang perlu diingat adalah, faktor risiko penularan hepatitis C ini tidak termasuk aktivitas menyusui (pemberian ASI pada bayi) maupun kontak fisik seperti memeluk atau mencium.

***

Kendati saat ini dunia medis terus mengembangkan keilmuannya dalam hal penanganan dan pengobatan kepada mereka yang terpapar hepatitis C, tetapi jangan pernah sekalipun Anda menunggu hingga terlular untuk menyadari betapa bahayanya penyakit ini.

Jika Anda belum tertular upayakan hindari dan jauhi faktor-faktor risiko hepatitis C di atas. Senadainya, Anda menjalani profesi dengan potensi terinfeksi virus ini, tetaplah pastikan Anda telah terproteksi dengan baik sebelum memulai pekerjaan.

Sementara itu, manakala seseorang telah terlanjur terinfeksi, penting kiranya penderita hepatitis C melakukan pemeriksaan rutin oleh tenaga medis sembari terus menjaga kesehatannya sebaik mungkin.

Read More

Membangun Motivasi untuk Hindari Prokrastinasi

Prokrastinasi biasanya mendapat julukan buruk sebagai kebiasaan yang mempengaruhi produktivitas dan menghambat Anda untuk memenuhi potensi yang Anda miliki.

Beberapa peneliti mendefinisikan prokrastinasi sebagai “suatu bentuk kegagalan pengaturan diri […] yang ditandai oleh penundaan yang tidak perlu dari hal-hal yang ingin dilakukan seseorang meskipun ada konsekuensi negatif yang diharapkan.”

Menurut Piers Steel ada persamaan yang sangat berguna dalam mencegah prokrastinasi atau penundaan, yaitu:

Motivasi = (Harapan * Nilai) / (Impulsif * Keterlambatan)

Motivasi adalah kemauan untuk melakukan pekerjaan, intinya kebalikan dari penundaan yang Anda rasakan.

Harapan mengacu pada seberapa banyak Anda berharap untuk berhasil dalam melakukan tugas dan dengan demikian mendapatkan imbalan yang diinginkan. Semakin Anda berharap menjadi sukses, semakin kecil kemungkinan Anda untuk menunda-nunda hal tersebut.

Nilai mengacu pada seberapa banyak Anda menikmati tugas yang Anda lakukan dan seberapa besar Anda akan menikmati hadiah yang didapat setelah menjalankan tugas tersebut. Semakin banyak nilai yang Anda peroleh dari tugas atau penghargaan itu, semakin besar kemungkinan Anda untuk langsung bekerja.

Impulsif mengacu pada kecenderungan Anda untuk terganggu oleh hal-hal lain. Impulsif tinggi yang menjadi distraksi Anda misalnya, beralih ke Instagram atau Facebook alih-alih melakukan tugas atau pekerjaan yang seharusnya Anda dilakukan.

Keterlambatan mengacu pada waktu yang Anda miliki sampai mendapat hadiah yang diinginkan. Semakin lama keterlambatan yang Anda miliki, semakin besar juga kemungkinan Anda untuk menunda-nunda suatu pekerjaan, karena Anda merasa bahwa imbalannya masih jauh dan lama untuk didapatkan.

Tujuannya adalah untuk memaksimalkan harapan dan nilai yang Anda miliki, karena kedua hal tersebut berbanding lurus dengan motivasi. Sementara itu, Anda ingin meminimalkan impulsif dan penundaan, karena kedua hal tersebut berbanding terbalik dengan motivasi.

Sekarang Anda memiliki kerangka kerja yang terdiri dari motivasi, selanjutnya adalah menindaklanjuti untuk bagaimana menggunakan persamaan diatas untuk keuntungan Anda dan mengatasi prokrastinasi.

  1. Membuat Langkah-Langkah

Apabila Anda memiliki tugas apa pun yang perlu Anda lakukan, belajar untuk ujian atau menyelesaikan suatu proyek, membuat langkah-langkah buatlah langkah-langkah kecil. Dengan membuat langkah-langkah, akan meningkatkan ekspektasi dalam persamaan prokrastinasi, karena tugas yang lebih kecil akan tampak lebih mudah untuk diselesaikan daripada proyek yang besar.

  1. Mempertahankan Tugas Tetap Kecil

Komponen tersulit untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan adalah untuk memulai. Untuk mengatasi ini, Anda dapat melakukannya dengan menggunakan Teknik Pomodoro, metode terstruktur untuk belajar dengan waktu. Seperti, Anda bekerja dalam blok waktu 25 menit, masing-masing dipisahkan oleh istirahat 5 menit. Pada setiap blok, Anda harus fokus hanya pada satu tugas. Hal ini mempermudah Anda untuk tetap fokus melakukan sesuatu.

  1. Tetapkan Ekspektasi Rendah

Hal ini adalah trik lain untuk meningkatkan ekspektasi dalam persamaan diatas. Tetapkan tujuan Anda menjadi sesuatu yang kurang dari apa yang sebenarnya mampu Anda lakukan.

  1. Membuat Sesuatu yang Menyenangkan dari Pengalaman Belajar Anda

Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah memberi diri Anda hadiah untuk menyelesaikan setiap tugas. Misalnya, Anda dapat memberikan hadiah pada diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan sehat dan lezat atau berkumpul dengan teman hanya setelah Anda menyelesaikan tugas Anda. 

  1. Membuat Lingkungan Belajar Anda Produktif

Kita semua dapat sepakat bahwa salah satu pembunuh terbesar bagi produktivitas kita adalah gangguan.  Ciptakan lingkungan kerja atau belajar Anda dengan meminimalkan distraksi atau gangguan, misalnya mematikan ponsel. Dengan melakukan hal tersebut, Anda mengurangi impulsif dari persamaan motivasi diatas.

Prokrastinasi dipercaya hanya sebuah kondisi yang bersifat hanya sementara. Sebagai salah satu kondisi dimana Anda mengeskpresikan mood buruk Anda pada suatu pekerjaan.

Read More

Herbal Alami untuk Mengatasi Mulas

Mulas merupakan sebuah gejala sakit yang diakibatkan tingginya asam lambung di dalam perut. Rasa tidak nyaman ini bisa membuat produktivitas terganggu dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Selain itu, perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi rasa mulas. Meski banyak obat-obatan yang dijual untuk menyembuhkan mulas, namun ada pula perawatan alami mulas yang minim efek samping dan lebih aman untuk kesehatan. Salah satunya yaitu, kalsium.

Jika Anda sering mengonsumsi antacid untuk meredakan mulas, kemungkinan besar Anda terkena GERD, yaitu refluks asam lambung yang membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak mengakibatkan pembengkakan.

Bagaimana dengan penggunaan obat herbal untuk perawatan alami mulas?

  • Tidak banyak penelitian obat herbal untuk mengatasi mulas dan kebanyakan dari obat alami itu mengandung iberogast yang terdiri dari beberapa ramuan seperti:
  • Angelica
  • Jintan
  • Tanaman mustard Clown
  • Chamomile Jerman
  • Celandine besar
  • Salep lemon
  • Licorice
  • Susu
  • Peppermint

Studi yang dilakukan pun masih kurang cukup untuk dapat menyimpulkan bahwa iberogast bisa mengatasi GERD.

Apakah ada obat alami lain untuk mengatasi mulas?

Melatonin merupakan suplemen untuk mengatasi sulit tidur dan tampaknya obat ini juga direkomendasikan untuk mengatasi mulas. Namun masih belum banyak riset yang membuktikan bahwa melatonin ini benar-benar efektif untuk penyakit seputar pencernaan.

Sebelum Anda memutuskan untuk memakan perawatan alami mulas, ada baiknya mengonsultasikan masalah kesehatan Anda kepada dokter. Beberapa suplemen yang ada di pasaran bisa memiliki efek samping terlebih jika Anda mengonsumsinya bersamaan dengan obat lain.

Apakah minum susu dapat mengatasi mulas?

Susu memang dapat mengurangi rasa panas di perut untuk sementara waktu namun nutrisi yang terkandung di dalam susu bisa menambah jumlah asam yang diproduksi oleh tubuh Anda. Pilihlah susu yang bebas lemak dan minum dalam jumlah sedikit sebagai teman makan biskuit, misalnya.

Apakah mengunyah permen karet dapat mengatasi mulas?

Permen karet dapat memicu produksi air liur yang bisa mengurangi kadar asam di dalam lambung. Selain itu, mengunyah permen karet membuat Anda lebih sering menelan dan mendorong asam kembali ke mulut lambung. Kunyahlah permen karet yang bebas gula untuk kesehatan gigi Anda.

Perawatan alami untuk mulas di rumah

  • Perhatikan apa yang Anda makan dan minum

Makanan yang pedas, mengandung kafein, soda maupun sitrus dapat memperparah kondisi Anda. Pilihlah makanan yang mengandung banyak serat dan kurangi porsi makan Anda. Lebih baik memakan dalam porsi kecil dalam lima atau enam kali sehari, ketimbang makan dalam porsi banyak dalam tiga kali sehari).

  • Perhatikan waktu makan Anda

Waktu makan yang baik adalah tiga jam sebelum tidur sehingga perut dalam keadaan kosong saat Anda berbaring.

  • Perhatikan bagaimana Anda makan

Makan dengan pelan dan porsi kecil

  • Mengurangi berat badan

Lemak pada bagian abdominal dapat menekan perut dan memicu asam lambung ke kerongkongan. Dengan diet dan rutin berolahraga, Anda dapat hidup lebih sehat.

  • Menulis buku harian

Catatlah makanan yang Anda makan sehari-hari agar Anda dapat mengetahui secara pasti, mana saja menu yang harus Anda hindari di kemudian hari agar tidak memicu produksi asam lambung berlebih

  • Berhenti merokok

Merokok dapat mengurangi kinerja otot di sekitar pencernaan. Dan dengan banyaknya efek samping dari rokok, ada baiknya untuk menghentikan kebiasaan ini sekarang juga.

  • Kendurkan ikat pinggang

Celana jeans yang terlalu ketat dan ikat pinggang yang terlalu kencang bisa menambah tekanan pada perut.

  • Tinggikan bantal

Tinggikan bantal Anda saat tidur, agar asam lambung tidak naik saat Anda berbaring.

Read More

7 Cara Meredakan Batuk di Malam Hari agar Tidur Tetap Nyenyak

Batuk yang diderita pada malam hari memang bisa menjadi penghambat saat tidur. Agar bisa menekan dorongan agar tidak batuk, Anda perlu menenangkan tenggorokan dan saluran udara yang terlalu sensitif. Berikut beberapa tips jitu untuk meredakan batuk di malam hari yang perlu Anda ketahui.

Minum Teh Herbal dengan Madu

Untuk meredakan batuk di malam hari, Anda bisa mengonsumsi teh herbal sebelum tidur. Menurut para ahli, meminum cairan hangat bisa mencegah lendir di area saluran pernapasan. Anda juga bisa menambahkan sedikit madu dalam teh herbal Anda untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat.

Tidur dengan Menyandarkan Kepala pada Beberapa Bantal

Saat batuk menyerang di malam hari, gravitasi adalah salah satu musuh terbesar Anda. Semua lendir yang coba ditekan dan iritasi tenggorokan akan membuat Anda kesulitan bernapas. Oleh karena itu, cobalah untuk melawan gravitasi dengan menyandarkan kepala pada beberapa bantal ketika tidur.

Selain menggunakan bantal, Anda juga bisa menggunakan balok kayu tepat di bawah kepala tempat tidur untuk menaikkan tingginya sekitar 4 inci. Dengan sudut tersebut, asam di perut akan tersimpan selama tidur, di mana mereka dapat mengiritasi tenggorokan Anda.

Bagi Penderita Asma, Gunakan Uap dengan Hati-hati

Saluran udara yang kering memang bisa membuat kondisi batuk menjadi semakin parah. Tak jarang, Anda sering mengakalinya dengan mandi menggunakan air hangat atau hanya sekedar duduk di kamar mandi yang beruap. Namun perlu diingat, bagi penderita asma, uap sebenarnya bisa membuat batuk Anda bertambah parah.

Perhatikan Kelembapan dalam Kamar Anda

Humidifiers memang bisa membantu meredakan batuk di saat udara kering. Tetapi jika jumlah uap di kamar terlalu banyak, hal ini malah membuat batuk Anda menjadi lebih parah. Kondisi tersebut disebabkan karena tungau debu dan jamur berkembang secara pesat di udara yang lembab.

Norman H. Edelman, MD, menyarankan agar mengatur tingkat kelembapan antara 40 persen hingga 50 persen. Sementara itu, untuk mengukur kelembapan, Anda bisa menggunakan perangkat seperti hygrometer.

Siapkan Semua Kebutuhan Anda Sebelum Beranjak Tidur

Untuk mengantisipasi batuk yang diderita di malam hari, siapkan semua kebutuhan Anda sebelum beranjak tidur. Mulai dari segelas air, obat batuk cair ataupun tablet, hingga apa pun yang sekiranya bisa membantu.

Semakin cepat Anda bisa mengatasi batuk yang diderita, hal ini akan semakin baik. Pasalnya, batuk yang menggangu saluran pernapasan secara terus menerus akan membuat waktu istirahat di malam hari menjadi tidak optimal.

Jaga Kebersihan Seprai, Sarung Bantal, dan Tempat Tidur

Bila Anda termasuk orang yang menderita gangguan batuk karena faktor alergi, Anda perlu mengecek tempat tidur maupun area sekeliling Anda. Dengan adanya tungau debu—makhluk berukuran kecil yang bisanya bersembunyi di tempat tidur dan memakan serpihan kulit mati—bisa menjadi pemicu alergi yang umum.

Agar bisa menyingkirkannya, cuci seprai dan sarung bantal menggunakan air panas setiap minggu.

Mengonsumsi Obat Ekspektoran yang ada pada obat batuk bisa membantu mengencerkan lendir. Dengan demikian bisa mengurangi dorongan untuk bantuk. Carilah dengan teliti obat yang benar-benar cocok untuk Anda. Bila tidak yakin, Anda bisa menanyakan pada dokter maupun pihak apotek.

Read More

Mengalami Batuk Parah? Sebelum ke Dokter, Coba Dulu Hal-Hal Ini

Batuk ringan saja sudah cukup mengganggu, apalagi batuk parah. Namun, kita dapat berusaha menyembuhkannya sendiri, lalu ke dokter jika tak kunjung sembuh atau makin parah.  Lima cara menghilangkan batuk parah di bawah ini bisa menjadi pertolongan pertama Anda saat mengalami batuk parah.

Banyak Minum

Kita sering batuk karena pilek dan flu. Penyebabnya adalah postnasal drip. Yaitu cairan dari rongga hidung bagian belakang jatuh ke tenggorokan, sehingga membuatnya iritasi, dan akhirnya batuk. Minum banyak air membantu menggelontor cairan itu, dan melembapkan selaput lendir. 

Minum Sirup Obat Batuk dan Minuman Panas

Sirup obat batuk berbahan menthol bisa membantu. Obat tersebut mematikan rasa di belakang tenggorokan sehingga menurunkan refleks batuk.

Minum air teh hangat dengan madu juga bisa menyejukkan tenggorokan. Cara ini sudah lama dilakukan untuk meredakan batuk parah.

Mandi Air Hangat dan Menggunakan Humidifier

Mandi air hangat adalah salah satu cara menghilangkan batuk parah. Dengan mandi air hangat, lendir di hidung akan keluar, sehingga membantu meredakan batuk akibat pilek/flu. Batuk akibat alergi juga bisa diredakan dengan mandi air hangat.

Jika cuaca kering, gunakan pelembap ruangan atau humidifier. Saat cuaca kering, area kulit lendir hidung akan kering dan tak nyaman. Melembapkan udara di sekitar Anda (asalkan tidak berlebihan) bisa membantu meredakan batuk.

Ada sisi buruk dari humidifier. Jika kita tidak rutin membersihkannya, pelembab udara ini malah bisa menyebarkan jamur dan juga bakteri ke udara.

Sebisa Mungkin Bersihkan Udara

Parfum atau pengharum ruangan tampaknya tak berbahaya. Tapi bagi sebagian orang, bisa menyebabkan iritasi sinus kronis. Akibatnya, muncul cairan yang bisa menyebabkan batuk kronis. Jadi, hindari produk-produk beraroma seperti itu.

Sebenarnya, pencemar udara yang terburuk adalah asap rokok. Hampir semua perokok mengalami ‘batuk perokok’. Tidak hanya mereka, semua orang yang di sekitarnya juga bisa mengalami iritasi pernapasan gara-gara rokok.

Jika perokok mengalami batuk kronis yang parah, itu bisa jadi pertanda dari emfisema ataupun kanker paru. Emfisema adalah penyakit kronis akibat kerusakan kantung udara pada paru. Jika itu terjadi, maka Anda harus segera pergi ke dokter.

Minum Obat-obatan untuk Menyembuhkan Batuk 

Jika mandi air hangat, minum teh hangat, sirup obat batuk tidak membantu, waktunya beralih ke tahap berikutnya. Gunakan obat-obatan yang dijual bebas. Pilih yang mengandung

  • Dekongestan

Obat yang bisa melegakan penyumbatan pada hidung dan mengurangi jumlah cairannya. Obat ini juga mengeringkan lendir-lendir di paru-paru dan membuka saluran pernapasan.

Dekongestan bisa berbentuk pil, sirup, ataupun semprot. Cari yang memiliki kandungan aktif phenylephrine atau pseudoephedrine jika dekongestan itu untuk diminum. Tentu saja Anda harus memperhatikan detail pada label. Obat-obatan ini bisa meningkatkan tekanan darah dan penggunaan berlebihan bisa menyebabkan batuk kering.

Sedangkan dekongestan semprot hidung sebaiknya hanya dipakai 2-3 hari.

  • Pereda Batuk dan Ekspektoran

Jika batuk terlalu parah hingga dada sakit dan susah tidur, coba pereda batuk (cough suppressant) semacam dextromethorphan. Namun gunakan hanya di waktu malam. Jika batuk berdahak kental, gunakan ekspektoran semacam guaifenesin. Expektoran ini meluruhkan lendir sehingga mudah dibuang.

Tapi, jangan memberikan obat batuk dan pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah usia 4 tahun.

Pergi ke Dokter

Batuk karena pilek biasanya sembuh dalam beberapa minggu. Sedangkan batuk kronis bisa disebabkan masalah kesehatan lebih serius.

Segeralah pergi ke dokter jika batuk tak hilang dalam dua minggu. Atau jika muncul dahak menggumpal, turunnya berat badan, demam, kedinginan atau kelelahan. Segera ke unit rawat darurat jika sulit bernapas atau muntah darah.

Read More